Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » OJK Dorong Percepatan Digitalisasi Dokumen Pertanahan untuk Perkuat Penyaluran Kredit Perbankan

OJK Dorong Percepatan Digitalisasi Dokumen Pertanahan untuk Perkuat Penyaluran Kredit Perbankan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi dokumen pertanahan sebagai langkah strategis untuk mempercepat proses penyaluran kredit perbankan sekaligus memperkuat keamanan agunan.

Dalam sebuah forum diskusi nasional bertema “Penguatan Sinergi Digitalisasi Dokumen Pertanahan dalam Mendukung Penyaluran Kredit Perbankan yang Aman, Efisien, dan Terintegrasi”, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar digitalisasi dokumen pertanahan dapat berjalan efektif.

Menurut Dian, digitalisasi sertipikat tanah dan hak tanggungan menjadi kunci percepatan proses kredit tanpa mengurangi prinsip kehati-hatian. Transformasi ini dinilai mampu memitigasi risiko administrasi, mencegah agunan ganda, serta meningkatkan efisiensi operasional.

“OJK menginisiasi forum lintas sektor ini untuk memperkuat kolaborasi antara otoritas pertanahan, regulator keuangan, perbankan, notaris/PPAT, dan institusi terkait lainnya demi menciptakan ekosistem kredit yang terintegrasi secara digital, aman, dan andal,” ujar Dian.

Dukungan DPR dan Penguatan Tata Kelola Pertanahan

Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyampaikan dukungan penuh terhadap percepatan digitalisasi pertanahan sebagai bagian dari agenda reformasi tata kelola nasional. Ia menekankan pentingnya verifikasi dari hulu, termasuk pengecekan geospasial lahan untuk memastikan keakuratan data.

“Kami mendukung astacita Presiden Prabowo Subianto dengan menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan dan inklusif melalui digitalisasi pemerintahan yang ada di Indonesia. Untuk keberhasilan digitalisasi pertanahan, kami menyarankan verifikasinya harus dimulai dari hulu serta melakukan pengecekan kondisi geospasial posisi lahan tersebut. Ini baru bisa tersedia kalau kota-kota tersebut disebut sebagai kota lengkap,” kata Rifqi.

Rifqi juga menyoroti perlunya penguatan kewenangan BPN dalam penegakan hukum untuk mendukung implementasi digitalisasi secara menyeluruh.

ATR/BPN Dorong Sinergi dengan Perbankan

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, menekankan pentingnya sinergi antara ATR/BPN, OJK, dan industri keuangan dalam memastikan proses digitalisasi berjalan bersih, jelas, dan tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.

“Kita duduk bersama-sama dengan Bapak-Bapak sekalian, terutama dengan teman-teman di OJK, termasuk juga di industri keuangan perbankan nanti yang menjadikan instrumen tanah dan dokumen pertanahan sebagai instrumen hak tanggungannya. Kita garap bersama supaya masalah ini menjadi clean and clear, sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari,” kata Nusron.

Ia juga mendorong perbankan agar lebih proaktif dalam memverifikasi dokumen yang dijadikan agunan kredit.

Implementasi Sertipikat-el dan HT-el Jadi Fokus Utama

Forum ini menjadi wadah penyelarasan persepsi dalam penerapan Sertipikat Tanah Elektronik (Sertipikat-el)dan Hak Tanggungan Elektronik (HT-el) di industri perbankan. Selain mensosialisasikan regulasi, perbankan juga menyampaikan berbagai kendala yang masih dihadapi, mulai dari:

  • Belum seragamnya pemahaman mengenai keabsahan dokumen elektronik,
  •  Perbedaan standar verifikasi antarbank,
  •  Sistem integrasi data yang belum optimal untuk mencegah agunan ganda,
  •  Kebutuhan penguatan SLA, helpdesk, dan pemahaman lintas lembaga.

Digitalisasi Dorong Efisiensi Penyaluran Kredit

OJK mencatat bahwa digitalisasi dokumen pertanahan memiliki dampak signifikan terhadap proses penyaluran kredit, mengingat tanah merupakan salah satu agunan utama perbankan.

Kajian OJK menunjukkan implementasi Sertipikat-el dan HT-el mampu mempercepat proses kredit dan meningkatkan akuntabilitas perbankan.

Hingga September 2025, kredit perbankan tumbuh 7,70% yoy mencapai Rp8.162,8 triliun, sementara kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 7,22% yoy per Agustus 2025. Pertumbuhan tersebut didukung kondisi likuiditas yang kuat dan kebijakan moneter yang akomodatif.

Sejak 2023, OJK juga membuka ruang pembiayaan bagi bank untuk mendukung proyek perumahan sejak tahap awal serta menurunkan bobot ATMR kredit rumah menjadi 20%, tingkat terendah yang memberi ruang permodalan lebih longgar bagi bank.

Komitmen Lintas Sektor

OJK, DPR, dan ATR/BPN sepakat untuk terus memperkuat koordinasi, harmonisasi kebijakan, dan kerja sama lintas lembaga demi memastikan penerapan digitalisasi dokumen pertanahan berjalan efektif, efisien, dan aman bagi industri perbankan.

Transformasi digital pertanahan diharapkan menjadi pondasi penting dalam mempercepat penyaluran kredit, terutama untuk sektor produktif, UMKM, dan perumahan. (*)

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Purbaya Dapat Pujian Pengembang Properti, Ini Penyebabnya

    Purbaya Dapat Pujian Pengembang Properti, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengembang perumahan mengapresiasi keputusan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait kepastian Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah. “Ini dengan pendekatan Menkeu Purbaya, kita sangat apresiasi,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI) Joko Suranto dikutip dari Kompas, Jumat (31/10/2025). Menurutnya, keputusan perpanjangan PPN DTP […]

  • Cuaca Jambi Hari Ini: Berawan, Hujan Masih Berpotensi

    Cuaca Jambi Hari Ini: Berawan, Hujan Masih Berpotensi

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Provinsi Jambi pada Kamis, 13 November 2025, didominasi kondisi berawan dengan potensi hujan ringan di beberapa kabupaten dan kota. Suhu udara rata-rata berada pada kisaran 14 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 98 persen. Berdasarkan data prakiraan cuaca harian BMKG, berikut […]

  • Menkeu Purbaya Pasang Alat Scan Kontainer Berbasis AI, Penyelundup Makin Terpojok

    Menkeu Purbaya Pasang Alat Scan Kontainer Berbasis AI, Penyelundup Makin Terpojok

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meresmikan penggunaan alat pemindai peti kemas (container scanner) terbaru buatan BRIN yang bekerja sama dengan Ditjen Bea dan Cukai. Alat canggih berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Radiation Portal Monitor tersebut resmi dipasang di Terminal 3 dan Terminal Mustika Alam Lestari, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (12/12/2025). […]

  • Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

    Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Puluhan produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di China diperkirakan akan menghadapi momen hidup atau mati pada 2026. Ini seiring melemahnya permintaan domestik yang berpotensi memaksa perusahaan-perusahaan yang terus merugi keluar dari pasar otomotif terbesar di dunia. Menurut para analis, sekitar 50 produsen EV di China daratan yang belum mencatatkan keuntungan kini berada di […]

  • Agrinas Impor Mahindra Scorpio Pikup, Diklaim Tangguh “Minum” Bio Solar Kualitas Rendah

    Agrinas Impor Mahindra Scorpio Pikup, Diklaim Tangguh “Minum” Bio Solar Kualitas Rendah

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Agrinas Pangan Nusantara memastikan pikap impor asal India yang akan digunakan untuk operasional Koperasi Merah Putih dirancang tangguh menghadapi berbagai kondisi bahan bakar di Indonesia, termasuk Bio Solar dengan kualitas yang kurang baik. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan spesifikasi mesin menjadi salah satu pertimbangan utama […]

  • 27.000 Ha Sawah di Sumatra Terendam Banjir, 385 Ha Puso

    27.000 Ha Sawah di Sumatra Terendam Banjir, 385 Ha Puso

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) mengonfirmasi bahwa sekitar 27.000 hektare lahan padi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terdampak banjir besar yang terjadi sejak akhir November 2025. Dari total tersebut, 385 hektare dipastikan mengalami kerusakan berat atau puso, sementara sekitar 200 hektare lahan jagung turut terdampak. Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi, mengatakan angka tersebut berasal […]

expand_less