Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Honda Kuasai 80 Persen Penjualan Motor Baru di Indonesia Sepanjang 2025

Honda Kuasai 80 Persen Penjualan Motor Baru di Indonesia Sepanjang 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Penjualan sepeda motor baru di Indonesia sepanjang Januari–Oktober 2025 mencapai 5.427.253 unit. Dari total tersebut, Honda mendominasi hampir 80 persen pasar, menjadikannya merek dengan penjualan tertinggi dalam industri roda dua nasional.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan Honda mencetak penjualan sekitar 4,2 juta unit, atau menguasai 77 persen pangsa pasar. Capaian ini menempatkan Honda jauh di atas pesaing lain seperti Yamaha, Kawasaki, Suzuki, dan TVS.

General Manager Corporate Communication Astra Honda Motor (AHM), Ahmad Muhibbuddin, menjelaskan bahwa fokus utama Honda adalah memastikan kebutuhan konsumen terpenuhi.

“Yang penting bagaimana kami bisa terus meningkatkan atau memenuhi kebutuhan konsumen,” ujar Muhibbuddin dalam agenda Honda Bikers Day di Garut, Jawa Barat, Sabtu (15/11).

Menurutnya, segmen skutik masih menjadi penyumbang penjualan terbesar Honda, terutama model Beat, Scoopy, dan Vario Series yang terus mendominasi permintaan pasar.

Muhibbuddin turut bersyukur karena penjualan Honda masih menunjukkan tren positif meski kondisi pasar cukup menantang.

“Artinya dalam kondisi yang challenging ini kami bisa naik tipis itu sudah Alhamdulillah,” katanya.

AISI menargetkan total penjualan motor baru tahun 2025 berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Untuk mengejar target tersebut, industri harus mencatatkan minimal 1 juta unit lagi atau sekitar 500 ribu unit per bulan selama November dan Desember.

Pada Oktober 2025, seluruh anggota AISI membukukan peningkatan penjualan menjadi 590.362 unit, naik dari 567.173 unit pada bulan sebelumnya.

Kinerja ekspor sepeda motor dari Indonesia turut menunjukkan hasil positif. Ekspor unit utuh (CBU) naik dari 43.926 unit pada September menjadi 49.009 unit pada Oktober, dengan total kumulatif mencapai 459.166 unit hingga Oktober 2025. Sementara itu, ekspor dalam bentuk terurai (CKD) juga naik, dari 714.410 unit pada September menjadi 715.873 unit pada Oktober.

 

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Patok Serapan Anggaran 96 Persen Tahun 2025, Kementerian PKP: Sudah 75,5 Persen

    Patok Serapan Anggaran 96 Persen Tahun 2025, Kementerian PKP: Sudah 75,5 Persen

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mematok serapan pagu anggaran tahun anggaran (TA) 2025 mencapai 96 persen. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PKP Didyk Choiroel mencatat realisasi serapan anggaran kementerian telah mencapai Rp 3,98 triliun atau 75,5 persen dari total pagu TA 2025 sebesar Rp 5,27 triliun per 13 November 2025. “Kita sudah 75,5 […]

  • Kenaikan Upah Minimum 2026 Dinilai Tak Adil, Buruh Ancam Gelombang Aksi

    Kenaikan Upah Minimum 2026 Dinilai Tak Adil, Buruh Ancam Gelombang Aksi

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah resmi menetapkan rumus kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 melalui Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengupahan yang telah diteken Presiden Prabowo Subianto. Namun, kebijakan tersebut menuai kekecewaan dari kalangan buruh karena dinilai belum menjamin kebutuhan hidup layak (KHL). Kelompok buruh menilai formula kenaikan upah minimum 2026 yang menggunakan perhitungan inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Cabe Rawit Hijau Naik 23 Persen

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Cabe Rawit Hijau Naik 23 Persen

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo Kota Jambi pada Jumat (10/10/2025) terpantau relatif stabil. Namun, sejumlah komoditas seperti cabe rawit hijau mengalami kenaikan cukup signifikan. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas harga bahan pokok di Pasar Angso Duo masih stabil menjelang akhir pekan. Dari puluhan komoditas yang dipantau, hanya […]

  • Pemilik Baru FUTR Gelar Tender Offer 1,5 Miliar Saham di Harga Rp79, Nilainya Tembus Rp118 Miliar

    Pemilik Baru FUTR Gelar Tender Offer 1,5 Miliar Saham di Harga Rp79, Nilainya Tembus Rp118 Miliar

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengendali baru PT Futura Energi Global Tbk (FUTR), PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara), resmi mengumumkan pelaksanaan tender offer wajib atas saham FUTR dengan harga Rp79 per saham. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/12/2025), Ardhantara akan melakukan tender offer sebanyak 1,5 miliar saham atau setara 22,5% dari total […]

  • Menkeu Purbaya Blacklist Alumni LPDP yang Langgar Komitmen, Tak Bisa Kerja di Instansi Pemerintah

    Menkeu Purbaya Blacklist Alumni LPDP yang Langgar Komitmen, Tak Bisa Kerja di Instansi Pemerintah

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menjatuhkan sanksi blacklist terhadap penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dinilai melanggar komitmen dan etika sebagai penerima dana publik. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya merespons polemik alumni LPDP yang viral di media sosial. Ia menyayangkan kejadian itu dan memastikan aturan yang berlaku akan ditegakkan […]

  • Garuda Indonesia Tambah Modal Rp30,4 Triliun, Ekuitas Berbalik Positif Usai PMTHMETD

    Garuda Indonesia Tambah Modal Rp30,4 Triliun, Ekuitas Berbalik Positif Usai PMTHMETD

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kembali melakukan langkah besar dalam upaya pemulihan keuangannya. Setelah bertahun-tahun bergulat dengan kerugian dan ekuitas negatif, Garuda bersiap melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) senilai sekitar USD 1,84 miliar atau setara Rp30,4 triliun (asumsi kurs Rp16.569 per dolar AS). Langkah […]

expand_less