Menkeu Purbaya: Ekonomi China Masih Kuat, Tak Percaya Akan Hancur dalam Waktu Dekat
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Rab, 5 Nov 2025
- comment 0 komentar

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa
JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dirinya tidak percaya bahwa ekonomi China akan hancur dalam waktu dekat. Menurutnya, meski menunjukkan tanda-tanda perlambatan, fundamental ekonomi Negeri Tirai Bambu masih kuat dengan dukungan kebijakan pemerintah yang efektif.
Purbaya menyampaikan hal itu dalam Rapat Kerja dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Selasa (4/11/2025). Ia menilai, China masih memiliki kemampuan besar untuk menstabilkan perekonomian melalui kontrol pemerintah terhadap devisa dan suku bunga.
“Saya termasuk yang nggak percaya kalau China jatuh dalam waktu dekat. Bahkan kemarin saat gonjang-ganjing, mereka injek uang ratusan miliar dolar ke perekonomian. Jadi kelihatannya masih akan bagus,” ujar Purbaya.
Menurutnya, sistem ekonomi China yang terpusat justru memberi keunggulan karena pemerintah dapat dengan mudah menyalurkan stimulus ke sektor riil saat dibutuhkan. Hal ini terbukti ketika otoritas China mengucurkan dana besar untuk menahan gejolak pasar beberapa waktu lalu.
“China itu devisa di tangan mereka, bunga di tangan pemerintah. Jadi gampang saja kalau mau kasih stimulus. Selama ini indikasinya jelas, mereka cukup pandai,” tambahnya.
Selain membahas kondisi China, Menkeu Purbaya juga mengungkapkan pandangannya soal ekonomi global. Ia menilai, situasi ekonomi dunia tidak seburuk yang diperkirakan banyak pihak.
Mengutip proyeksi Bank Dunia (World Bank), Purbaya mengatakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 diprediksi mencapai 2,3 persen, dan bahkan bisa meningkat menjadi 2,4 persen pada 2026. Ia menyebut, kondisi likuiditas di pasar global juga semakin longgar, memberikan peluang pertumbuhan bagi berbagai negara termasuk Indonesia.
“Global ternyata nggak sejelek yang diperkirakan banyak orang. Tahun 2025 masih tumbuh 2,3 persen, tahun depan bisa 2,4 persen, dan likuiditas pasar global juga longgar,” jelasnya.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar