Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Purbaya Minta Kementerian dan Pemda Segera Habiskan Anggaran 2025

Purbaya Minta Kementerian dan Pemda Segera Habiskan Anggaran 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta maaf kepada sejumlah kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (Pemda) yang merasa tersinggung atas pernyataannya terkait lambatnya realisasi belanja daerah. Namun, ia menegaskan bahwa pesan utamanya tetap sama: anggaran harus dihabiskan agar ekonomi nasional bergerak optimal.

“Kalau ada yang tersinggung, saya mohon maaf. Tapi yang benar lah, habiskan tuh duit,” tegas Purbaya dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI di Senayan, Jakarta, Senin (3/11/2025).

Menurutnya, kebijakan mendorong percepatan belanja dilakukan agar ekonomi daerah dan nasional bisa berjalan selaras dengan arah kebijakan fiskal pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa masih banyak anggaran daerah yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Selama beberapa bulan terakhir, Menkeu Purbaya gencar melakukan safari ke sejumlah K/L dan Pemda yang serapan anggarannya rendah. Ia juga menyoroti dana pemerintah daerah yang mengendap di perbankan, sehingga belum memberi efek pada pertumbuhan ekonomi.

“Saya nggak intervensi kebijakan. Saya datang ke mereka, tanya programnya apa, lalu bantu supaya uangnya bisa segera digunakan. Kalau uangnya nganggur, saya tetap bayar bunga dan ekonomi tidak terdorong,” jelasnya.

Purbaya juga mengakui bahwa sebagian pejabat kementerian mungkin kurang senang dengan pendekatannya yang tegas. Namun, ia menilai langkah tersebut penting untuk mendorong serapan anggaran menjelang akhir tahun.

Berdasarkan laporan APBN KiTa per September 2025, total belanja K/L yang belum terserap mencapai Rp 474,7 triliun. Purbaya telah mengingatkan agar kementerian segera menyiapkan program agar dana tersebut bisa segera digunakan.

Ia bahkan menegaskan akan melakukan penyisiran dan relokasi anggaran jika K/L tidak mampu menyerap dana sebelum akhir Oktober.

“Tinggal 16 hari lagi untuk mempersiapkan penyerapan sampai akhir tahun. Kalau tidak, saya akan sisir dan pindahkan ke program lain yang bisa menyerap,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, 14 Oktober 2025.

Meski begitu, Purbaya menegaskan bahwa ekspansi fiskal masih akan dilakukan secara terbatas, dan rasio defisit APBN tetap dijaga di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Kami pastikan dana yang ada digunakan secara optimal untuk mendorong ekonomi lebih cepat,” tegasnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • 54 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Tertahan di Tanah Suci

    54 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Tertahan di Tanah Suci

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sekitar 54.000 jemaah umrah asal Indonesia yang saat ini berada di Tanah Suci berpotensi mengalami keterlambatan kepulangan akibat meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan antara Iran dengan Israel yang didukung Amerika Serikat dilaporkan berdampak pada aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah udara kawasan tersebut. Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira meminta […]

  • Bea Keluar Batu Bara Berlaku 1 Januari 2026, Kemenkeu Targetkan Tambahan Penerimaan Rp20 Triliun

    Bea Keluar Batu Bara Berlaku 1 Januari 2026, Kemenkeu Targetkan Tambahan Penerimaan Rp20 Triliun

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan bea keluar (BK) ekspor batu bara akan mulai dipungut pada 1 Januari 2026. Saat ini, aturan pelaksana berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) masih dalam tahap penyusunan dan ditargetkan rampung sebelum akhir 2025. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan, penyusunan PMK tersebut telah sejalan […]

  • Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Program Nasional, Dipimpin Airlangga dan Zulhas

    Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Program Nasional, Dipimpin Airlangga dan Zulhas

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan program strategis nasional. Satgas ini dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai Ketua I, dan Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai Ketua II. Satgas ini memiliki tiga kelompok kerja (Pokja) yang bertugas mengawasi, mempercepat, dan menyelesaikan hambatan implementasi program pemerintah di […]

  • China Raup Rp 156 Triliun dari Micro Drama, Terbesar di Dunia

    China Raup Rp 156 Triliun dari Micro Drama, Terbesar di Dunia

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pendapatan industri micro drama China terus melonjak tajam. Berdasarkan laporan The Micro-Drama Economy 2025 dari Media Partners Asia (MPA), industri ini diproyeksi menghasilkan USD 9,4 miliar atau sekitar Rp 156,06 triliun (kurs Rp 16.566,73 per USD) pada tahun 2025, meningkat dari USD 5,1 miliar pada 2023 dan USD 6,9 miliar pada 2024. MPA […]

  • Rangka Atap Baja Ringan vs Kayu, Lebih Baik Pilih yang Mana?

    Rangka Atap Baja Ringan vs Kayu, Lebih Baik Pilih yang Mana?

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemilihan rangka atap masih menjadi topik hangat di kalangan pemilik rumah, terutama antara baja ringan dan kayu. Dulu, kayu merupakan material yang selalu digunakan untuk membuat rangka atap rumah. Namun seiring berjalannya waktu, baja ringan semakin diminati sebagai material alternatif. Keduanya memiliki karakteristik berbeda yang memengaruhi kekuatan, keawetan, dan biaya konstruksi. Dengan meningkatnya […]

  • Pagi Ini IHSG Menguat ke Level 8.398

    Pagi Ini IHSG Menguat ke Level 8.398

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Kamis (13/11/2025). IHSG menguat 13,73 poin atau 0,15% ke 8.398,67. Sebanyak 273 saham naik 143 saham turun dan223 saham stagnan. Tujuh indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan empat indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor infrastruktur […]

expand_less