Bisnis Wellness Mulai Dilirik, Jambi Punya Peluang dari Spa hingga Produk Rempah
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Bisnis Wellness di Jambi sangat menjanjikan silakan coba.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Tren bisnis wellness atau layanan kebugaran dan perawatan diri membuka peluang usaha baru di Jambi. Peluangnya tidak hanya berada pada layanan spa, tetapi juga produk perawatan tubuh berbahan alami, minyak atsiri, hingga paket relaksasi yang menyasar masyarakat perkotaan dan wisatawan.
Perubahan gaya hidup konsumen yang semakin memperhatikan kesehatan menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan layanan berbasis kebutuhan rutin. Tren ini juga membuka ruang bagi UMKM lokal untuk membangun bisnis dengan modal yang disesuaikan kemampuan.
Secara global, ekonomi wellness mencapai sekitar US$6,8 triliun pada 2024, berdasarkan data Global Wellness Institute yang dikutip Bisnis.com. Nilai tersebut menunjukkan besarnya pasar yang dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha di Indonesia, termasuk Jambi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menunjukkan tingkat penghunian kamar hotel berbintang mencapai 54,08 persen pada Desember 2025. Pada periode yang sama, jumlah tamu menginap tercatat sebanyak 67.236 orang.
Data tersebut memberikan gambaran adanya aktivitas pasar akomodasi yang dapat dijajaki untuk pengembangan layanan tambahan, seperti spa, pijat profesional, dan paket relaksasi di hotel. Namun, peluang ini tetap perlu diuji melalui riset permintaan dan kemampuan belanja konsumen.
Jambi juga dapat mengembangkan produk wellness dengan mengangkat potensi bahan alam dan rempah lokal. Produk perawatan tubuh, minyak pijat, serta paket perawatan berbasis bahan alami berpeluang menjadi pembeda jika memiliki kualitas, keamanan, dan identitas produk yang kuat.
Bagi UMKM, bisnis ini tidak harus dimulai dengan membangun fasilitas besar. Pelaku usaha dapat menguji pasar melalui produk perawatan tubuh, layanan relaksasi profesional, atau kerja sama dengan hotel dan pengelola destinasi wisata.
- Penulis: say say
