Merangin Tumbuh 4,58 Persen, Apa yang Menjadi Mesin Ekonominya?
- account_circle say say
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Merangin sebagai salah satu daerah dengan aktivitas ekonomi yang tetap bergerak di tengah dinamika ekonomi Jambi. Secara provinsi, ekonomi Jambi pada Triwulan I 2026 tumbuh 4,33 persen secara tahunan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Perekonomian Kabupaten Merangin tumbuh 4,58 persen secara tahunan (yoy) pada Triwulan I 2026. Di periode yang sama, Merangin memberikan kontribusi 7,99 persen terhadap struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan tersebut menempatkan Merangin sebagai salah satu daerah dengan aktivitas ekonomi yang tetap bergerak di tengah dinamika ekonomi Jambi. Secara provinsi, ekonomi Jambi pada Triwulan I 2026 tumbuh 4,33 persen secara tahunan.
Jika melihat lebih dekat, aktivitas ekonomi Merangin tidak hanya bertumpu pada investasi baru. Perdagangan, UMKM, produk lokal dan pariwisata turut menjadi bagian dari rantai ekonomi daerah.
Bangko sebagai pusat pemerintahan sekaligus aktivitas perdagangan Merangin menjadi salah satu titik penting perputaran ekonomi. Pasar tradisional dan sentra UMKM menjadi ruang bertemunya aktivitas produksi, perdagangan dan konsumsi masyarakat.
Di sisi lain, Merangin memiliki berbagai produk unggulan berbasis wilayah. Kopi robusta dari Jangkat dan Lembah Masurai, batik dari sejumlah kawasan seperti Kungkai Bangko, Pamenang dan Margo Tabir, serta produk makanan olahan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.
Sektor pariwisata juga memiliki peluang untuk memperluas rantai ekonomi. Geopark Merangin, kawasan Jangkat dan Lembah Masurai menjadi potensi yang dapat menggerakkan sektor akomodasi, kuliner, transportasi, perdagangan hingga ekonomi kreatif.
Sementara itu, berdasarkan rekap Pemerintah Provinsi Jambi yang dikutip dalam laporan ini, realisasi investasi Merangin hingga Triwulan II 2026 mencapai sekitar Rp53 miliar. Angka tersebut menunjukkan bahwa tantangan Merangin bukan hanya meningkatkan investasi baru, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha yang sudah berjalan.
Bagi pelaku bisnis, kondisi tersebut membuka ruang pada sektor perdagangan, pengolahan komoditas lokal, kuliner, akomodasi, transportasi dan jasa pendukung pariwisata.
Dengan demikian, mesin ekonomi Merangin tidak hanya dapat dilihat dari besarnya investasi masuk. Perputaran konsumsi, UMKM, perdagangan dan potensi ekonomi berbasis wilayah turut menentukan seberapa kuat ekonomi daerah bergerak.
- Penulis: say say
