Jumat, 18 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Penduduk Jambi Bertambah Lebih Lambat, Bisnis Perlu Membaca Siapa Konsumennya

Penduduk Jambi Bertambah Lebih Lambat, Bisnis Perlu Membaca Siapa Konsumennya

  • account_circle say say
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Jumlah penduduk masih menjadi salah satu indikator yang sering digunakan ketika menentukan lokasi usaha. Namun, perubahan struktur penduduk membuat angka populasi saja tidak cukup untuk membaca potensi pasar. BPS mencatat rata-rata pertumbuhan penduduk Provinsi Jambi dalam lima tahun terakhir sebesar 1,27 persen per tahun. Pada 2025, rasio ketergantungan mencapai 45,24 persen dan proporsi penduduk lanjut usia telah mencapai 9,96 persen.

Perubahan demografi tersebut ikut memengaruhi cara pelaku usaha membaca pasar. Konsep Read the People dalam Location Intelligence menempatkan konsumen sebagai pusat analisis. Bukan hanya berapa banyak orang yang berada di sebuah kawasan, tetapi juga siapa mereka, bagaimana aktivitasnya dan kebutuhan apa yang muncul dari aktivitas tersebut.

Kawasan dengan dominasi pekerja kantoran, misalnya, memiliki pola kebutuhan berbeda dengan kawasan yang mayoritas dihuni keluarga. Begitu pula kawasan dekat sekolah, rumah sakit, kampus maupun pusat perdagangan.

Dari sisi ketenagakerjaan, Bank Indonesia mencatat jumlah penduduk bekerja di Jambi mencapai sekitar 1,80 juta orang pada Februari 2026. Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 3,99 persen dari 4,48 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Data tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai aktivitas masyarakat, meskipun tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya ukuran daya beli.

Bagi pengusaha, perubahan ini membuat pemilihan lokasi semakin membutuhkan pemetaan konsumen.

Misalnya, bisnis yang menyasar keluarga perlu memperhatikan keberadaan perumahan dan fasilitas pendidikan. Sementara bisnis yang menyasar pekerja dapat mempertimbangkan kedekatan dengan kawasan perkantoran serta pola perjalanan harian.

Dengan demikian, lokasi bukan hanya persoalan berapa banyak orang yang tinggal di sekitar bisnis. Yang lebih penting adalah siapa mereka dan aktivitas apa yang mereka lakukan.

Perubahan demografi Jambi juga membuat kebutuhan bisnis terhadap data konsumen semakin besar. Apalagi BPS pada 2026 tengah menjalankan Sensus Ekonomi untuk menghasilkan basis data aktivitas ekonomi yang lebih lengkap.

Bagi pelaku usaha, data tersebut dapat menjadi bagian dari cara baru membaca pasar: bukan sekadar menghitung jumlah orang, tetapi memahami manusia di balik angka tersebut.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkeu Purbaya: Rasio Utang Indonesia 40,46% Masih Aman, Defisit APBN Dijaga di Bawah 3%

    Menkeu Purbaya: Rasio Utang Indonesia 40,46% Masih Aman, Defisit APBN Dijaga di Bawah 3%

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan rasio utang pemerintah Indonesia masih berada pada level yang aman meski mencapai 40,46 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir 2025. Berdasarkan data per 31 Desember 2025, total utang pemerintah tercatat sebesar Rp 9.637,9 triliun atau setara 40,46 persen terhadap PDB. Menurut Purbaya, angka tersebut masih […]

  • Ini Mobil Listrik Termurah, Harganya Mulai Rp480 Jutaan

    Ini Mobil Listrik Termurah, Harganya Mulai Rp480 Jutaan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kia resmi mengumumkan harga untuk mobil listrik termurahnya, EV2 yang dipasarkan di Eropa. Model bertenaga baterai anyar ini, dibanderol mulai sekitar US$ 31 ribu atau setara Rp 480 jutaan. Sehingga menjadikan kendaraan listrik paling terjangkau dari perusahaan asal Korea Selatan tersebut. Disitat dari Autoblog, Kamis (26/3/2026), kehadiran Kia EV2 menjadi langkah penting dalam […]

  • Dony Oskaria Dorong Karyawan BUMN Aktif Sosialisasikan Kebijakan Pemerintah

    Dony Oskaria Dorong Karyawan BUMN Aktif Sosialisasikan Kebijakan Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peran badan usaha milik negara (BUMN) didorong semakin strategis, tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan seluruh karyawan BUMN harus aktif menjelaskan arah dan tujuan kebijakan pemerintah di tengah meningkatnya dinamika informasi publik. “Kita adalah bagian dari […]

  • Stok BBM Disebut Tinggal 23 Hari, Al Haris Panggil Pertamina

    Stok BBM Disebut Tinggal 23 Hari, Al Haris Panggil Pertamina

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Jambi, Al Haris, menyoroti isu nasional mengenai ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) yang disebut-sebut hanya cukup untuk sekitar 23 hari ke depan. Isu tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat saat mendekati Hari Raya Idul Fitri. Menurut Al Haris, pemerintah provinsi akan segera menggelar rapat koordinasi bersama Forum […]

  • Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Nasional Aman hingga Akhir 2026

    Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Nasional Aman hingga Akhir 2026

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi aman hingga akhir 2026. Kepastian tersebut terlihat dari meningkatnya stok beras pemerintah serta pasokan minyak goreng yang tetap terjaga di pasar.Berdasarkan data Perum BULOG, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per 9 Maret 2026 telah mencapai sekitar 3,74 juta ton. Jumlah tersebut diproyeksikan masih akan terus […]

  • Jambi Raup Surplus Perdagangan US,12 Miliar, Impor Justru Anjlok

    Jambi Raup Surplus Perdagangan US$1,12 Miliar, Impor Justru Anjlok

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Neraca perdagangan Provinsi Jambi mencatat surplus besar sepanjang Januari-Juli 2026. Badan Pusat Statistik mencatat selisih ekspor dan impor mencapai US$1,127 miliar. Nilai tersebut berasal dari ekspor kumulatif US$1,203 miliar dan impor US$76,74 juta. Surplus ini menunjukkan ekspor Jambi masih jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan impornya. Namun, ada perubahan menarik di sisi impor. Nilai […]

expand_less