Rupiah Kembali Loyo, Dibuka Rp17.512 per Dolar AS
- account_circle -
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Uang pecahan rupiah dan dolar AS.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali kehilangan tenaga. Setelah sempat menguat, mata uang Indonesia kembali melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (10/9/2026).
Mengutip Antara, rupiah hari ini dibuka di level Rp17.512 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.511 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,05% ke level 99.771.
Menanggapi pelemahan rupiah tersebut Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan pergerakan rupiah dipengaruhi antisipasi pengumuman Departemen Keuangan AS mengenai besaran rencana buyback surat utang UST bertenor panjang.
“Dolar AS berada di bawah tekanan seiring investor mengantisipasi pengumuman Departemen Keuangan AS mengenai besaran rencana buyback surat utang UST bertenor panjang,” katanya.
Meskipun pengumuman sebelumnya mengindikasikan bahwa total nilai buyback setidaknya mencapai 4 miliar dolar AS, sejumlah analis memperkirakan nilainya dapat jauh lebih besar.
Sementara itu, yen Jepang melanjutkan penguatannya setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengingatkan pelaku pasar agar tidak mengambil posisi berlawanan terhadap yen. Bessent menyatakan bahwa ia memiliki pretty good insight mengenai keputusan kebijakan Bank of Japan (BoJ) ketika mengambil langkah terkait maupun melakukan intervensi terhadap yen.
Investor turut mencermati rilis data inflasi Consumer Price Index (CPI) AS yang berpotensi memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) menjelang pertemuan pekan depan.
Sentimen lainnya berasal dari harga minyak yang terus menguat di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, sehingga meningkatkan risiko inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga kebijakan.
Pejabat AS melaporkan bahwa Iran berupaya menyerang kapal-kapal Angkatan Laut AS pada Senin (7/9/2026) setelah sebelumnya menargetkan sebuah kapal induk dengan rudal balistik pada akhir pekan, dalam rangkaian serangan yang sebelumnya belum diungkapkan. Adapun media pemerintah Iran melaporkan bahwa sebuah rudal AS menghantam kapal tanker minyak kecil yang berjarak sekitar empat mil dari Pulau Kharg pada Selasa (8/9/2026).
Tekanan kenaikan harga minyak juga diperkuat oleh penurunan persediaan minyak mentah AS sebesar 0,3 juta barel pada pekan lalu. Di sisi lain, drone Ukraina menyerang infrastruktur di Novorossiysk, terminal minyak utama Rusia di Laut Hitam, pada Rabu (9/9/2026).
“Hari ini, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Rp17.475-Rp17.600 per dolar AS,” ungkap Josua.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
