Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Beranda » Properti » Ekonomi Jambi Tumbuh 4,93 Persen, Omzet UMKM Ikut Naik?

Ekonomi Jambi Tumbuh 4,93 Persen, Omzet UMKM Ikut Naik?

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ekonomi Provinsi Jambi terus menunjukkan penguatan. Setelah tumbuh 4,50 persen pada 2024, pertumbuhan ekonomi Jambi meningkat menjadi 4,93 persen pada 2025. Memasuki 2026, ekonomi daerah masih tumbuh 4,33 persen secara tahunan pada triwulan I.

Angka tersebut menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Namun, pertumbuhan ekonomi belum otomatis berarti seluruh pelaku UMKM mengalami kenaikan omzet.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), struktur ekonomi Jambi pada 2025 masih didominasi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi 34,49 persen. Sementara perdagangan besar dan eceran menyumbang 13,57 persen.

Dua sektor tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan aktivitas UMKM. Ketika produksi pertanian bergerak dan perdagangan meningkat, peluang perputaran uang di pasar, warung, usaha kuliner, jasa hingga usaha rumah tangga ikut terbuka.

Dari sisi ketenagakerjaan, TPAK Jambi pada Agustus 2025 mencapai 68,37 persen. Penduduk yang bekerja juga masih didominasi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 43,36 persen.

Sementara itu, TPT Agustus 2025 berada di level 4,26 persen. Angka tersebut kemudian turun menjadi 4,08 persen pada November 2025. Data November 2025 merupakan indikator ketenagakerjaan terbaru yang dirilis BPS pada 2026.

Perbaikan pasar kerja menjadi faktor penting bagi UMKM karena meningkatnya jumlah masyarakat yang bekerja dapat memperkuat daya beli. Sebaliknya, jika pendapatan rumah tangga masih terbatas, pelaku usaha tetap menghadapi tantangan untuk meningkatkan penjualan.

Di sisi lain, angka kemiskinan Jambi juga menunjukkan perbaikan. Persentase penduduk miskin pada Maret 2025 tercatat 7,19 persen, kemudian turun menjadi 6,89 persen pada September 2025.

Kondisi tersebut memberikan gambaran bahwa fondasi ekonomi masyarakat Jambi secara perlahan membaik. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar masuk ke kantong masyarakat dan meningkatkan omzet pelaku usaha.

Bagi UMKM, indikator yang paling terasa bukan sekadar pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi jumlah pelanggan, nilai transaksi dan omzet harian.

Karena itu, pertumbuhan ekonomi Jambi pada 2026 perlu diikuti dengan penguatan daya beli, akses pembiayaan, digitalisasi pemasaran dan perluasan pasar UMKM. Jika hal tersebut berjalan beriringan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dalam statistik, tetapi juga terasa dari ramainya pasar, meningkatnya transaksi dan naiknya omzet pelaku UMKM.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • 47 PLTU di Indonesia Sudah Terapkan Cofiring Biomassa hingga Oktober 2025

    47 PLTU di Indonesia Sudah Terapkan Cofiring Biomassa hingga Oktober 2025

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa sebanyak 47 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia kini telah menerapkan teknologi co-firing biomassa sebagai upaya menekan emisi karbon dan mempercepat transisi ke energi bersih. Jumlah ini melonjak pesat dibandingkan tahun 2020 yang hanya mencatat enam PLTU. Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, […]

  • Jambi Financial Expo 2025: OJK dan IJK Jambi Satukan Kekuatan Dorong Inklusi Keuangan Daerah

    Jambi Financial Expo 2025: OJK dan IJK Jambi Satukan Kekuatan Dorong Inklusi Keuangan Daerah

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Bersama seluruh Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Jambi sukses menggelar “Jambi Financial Expo (JFE) 2025”, sebuah ajang edukasi dan promosi keuangan terbesar di Provinsi Jambi tahun ini. Diselenggarakan selama dua hari, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, dengan misi utama memperluas akses dan literasi masyarakat terhadap produk […]

  • Jelang UMP 2026, Apindo Ungkap Banyak Perusahaan UKM Tak Mampu Bayar Upah Minimum

    Jelang UMP 2026, Apindo Ungkap Banyak Perusahaan UKM Tak Mampu Bayar Upah Minimum

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menegaskan bahwa pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 harus mempertimbangkan kondisi riil dunia usaha yang mayoritas didominasi oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menjelaskan bahwa sekitar 90 persen perusahaan di Indonesia bukanlah perusahaan besar atau multinasional, melainkan UKM dengan kemampuan finansial terbatas. “Jangan […]

  • Danantara Pangkas Jumlah BUMN, Pegawai Dipastikan Tak Kena PHK

    Danantara Pangkas Jumlah BUMN, Pegawai Dipastikan Tak Kena PHK

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mempercepat rencana konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan memangkas jumlah entitas perusahaan. Meski demikian, Danantara memastikan langkah tersebut tidak akan disertai pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pegawai BUMN. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kebijakan konsolidasi dilakukan dengan mengedepankan perlindungan tenaga kerja. […]

  • Menkeu Purbaya Tambah Dana LPDP Jadi Rp 25 Triliun dari Hasil Sitaan Korupsi CPO

    Menkeu Purbaya Tambah Dana LPDP Jadi Rp 25 Triliun dari Hasil Sitaan Korupsi CPO

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dana hasil sitaan kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) sebesar Rp 13,25 triliun resmi dialokasikan untuk memperkuat Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dengan tambahan tersebut, total dana abadi pendidikan kini mencapai Rp 25 triliun. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memanfaatkan aset hasil […]

  • Update Rupiah Hari Ini: Menguat 5 Poin, Dolar AS Turun 0,07 Persen

    Update Rupiah Hari Ini: Menguat 5 Poin, Dolar AS Turun 0,07 Persen

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali menunjukkan keperkasaannya. Mata uang Indonesia menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (12/10/2026), sekaligus menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS yang menjadi perhatian pelaku pasar. Mengutip Antara, rupiah dibuka menguat 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp17.894 per dolar AS. Angka tersebut membaik dibandingkan penutupan perdagangan […]

expand_less