ISPU Kota Jambi Tembus 204 Hari Ini, Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat akibat Kabut Asap
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Kondisi udara di Jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kualitas udara Kota Jambi memburuk pada Senin (24/8/2026). Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Stasiun Pemantauan Jambi Paal Lima mencapai 204 pada pukul 07.00 WIB, sehingga masuk kategori sangat tidak sehat. Data pemantauan menunjukkan PM2.5 menjadi parameter pencemar utama dengan konsentrasi 204 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, PM10 tercatat 104, SO₂ sebesar 46, CO 31, O₃ 16 dan NO₂ 13. Kondisi tersebut terjadi saat kabut asap menyelimuti Kota Jambi pada Senin pagi.
Kondisi kualitas udara ini memburuk dibandingkan sehari sebelumnya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi mencatat ISPU pada Minggu (23/8) pukul 12.00 WIB berada di angka 101, yang masuk kategori tidak sehat.
Data terbaru BMKG juga menunjukkan konsentrasi PM2.5 Kota Jambi pada pukul 09.00 WIB mencapai 120 µg/m³. Angka tersebut menunjukkan kualitas udara masih perlu diwaspadai dan dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer serta pergerakan asap.
Memburuknya kualitas udara Kota Jambi terjadi bersamaan dengan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Provinsi Jambi. Namun, BMKG Jambi menyebut asap yang masuk ke wilayah Jambi tidak seluruhnya berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dalam provinsi.
Citra satelit menunjukkan adanya pergerakan asap dari Sumatera Selatan dan Lampung yang terbawa angin menuju Kota Jambi dan sejumlah wilayah Jambi bagian timur. Pergerakan tersebut membuat kondisi udara di beberapa daerah semakin berkabut.
Di sisi lain, karhutla di Jambi masih terjadi. Berdasarkan rekapitulasi hingga 16 Agustus 2026, luas lahan terbakar di Provinsi Jambi diperkirakan mencapai 658,29 hektare.
Kabupaten Muaro Jambi menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak serius. Kebakaran lahan di sejumlah kawasan, termasuk Kecamatan Kumpeh dan Gambut Jaya, disebut berkontribusi terhadap memburuknya kualitas udara.
Kondisi kualitas udara Muaro Jambi juga dilaporkan sangat buruk. Pemantauan pada Senin pagi menunjukkan ISPU di wilayah tersebut mencapai 307, atau masuk kategori berbahaya. Sementara Stasiun Jambi Paal Lima mencatat ISPU 204.
Dengan ISPU Kota Jambi yang mencapai 204, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan polusi udara, terutama anak-anak, lansia dan kelompok yang sensitif terhadap kualitas udara.
Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat. Penggunaan masker juga menjadi langkah perlindungan ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Kondisi udara perlu dipantau secara berkala karena konsentrasi PM2.5 dan ISPU dapat berubah dalam hitungan jam, bergantung pada arah angin, kondisi atmosfer, sumber emisi dan perkembangan karhutla.
Data ISPU 204 ini merupakan hasil pemantauan pukul 07.00 WIB pada 24 Agustus 2026, sehingga angka tersebut tidak dapat dianggap sebagai kondisi yang tetap sepanjang hari.
Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, BMKG
- Penulis: say say
