Jambi Sempat Jadi Kota dengan Udara Terburuk di Indonesia, AQI Tembus 243 akibat Kabut Asap Karhutla
- account_circle say say
- calendar_month 23 menit yang lalu
- print Cetak

FOTO/ILUSTRASI: Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kualitas udara Kota Jambi memburuk pada Senin (24/8/2026). Kota Jambi bahkan sempat menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia berdasarkan pemantauan kualitas udara real-time IQAir.
Data yang dikutip dari IQAir menunjukkan AQI Kota Jambi mencapai 243 pada sekitar pukul 06.30 WIB. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat, dengan konsentrasi PM2,5 mencapai sekitar 167,4 mikrogram per meter kubik.
Namun, posisi tersebut bersifat dinamis. Dalam pembaruan berikutnya, data IQAir menempatkan Jambi di posisi kedua dengan AQI sekitar 225, sementara Palembang berada di posisi pertama dengan AQI 237. Kondisi ini menunjukkan peringkat kualitas udara dapat berubah dalam hitungan jam mengikuti pergerakan asap dan kondisi atmosfer.
Buruknya kualitas udara Jambi terjadi ketika kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah. Kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di Jambi.
BMKG Jambi menyebut asap yang masuk ke wilayah Jambi tidak seluruhnya berasal dari karhutla lokal. Citra satelit menunjukkan adanya pergerakan asap dari Sumatera Selatan dan Lampung yang terbawa angin menuju Kota Jambi dan sejumlah wilayah di bagian timur Provinsi Jambi.
Kondisi udara kabur juga tercatat dalam prakiraan BMKG untuk sejumlah wilayah Jambi. Kota Jambi diprakirakan mengalami udara kabur dengan suhu sekitar 27–34 derajat Celsius pada Senin. Muaro Jambi, Batang Hari, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Tebo juga mengalami kondisi udara kabur.
Di Muaro Jambi, kualitas udara juga memburuk. DetikSumbagsel melaporkan ISPU sempat mencapai 108, masuk kategori tidak sehat. Pemerintah daerah menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan kabut asap akibat karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah.
Sementara itu, ANTARA melaporkan kualitas udara Kota Jambi berada dalam kategori tidak sehat berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi. Kondisi tersebut dipengaruhi peningkatan suhu harian dan potensi kabut asap karhutla.
Kabut asap juga dilaporkan cukup tebal di Kabupaten Batang Hari. Data pemantauan ISPU yang dirujuk media setempat bahkan menunjukkan kondisi udara masuk kategori berbahaya pada Senin pagi.
BMKG melalui layanan prediksi sebaran partikulat kabut asap juga memantau potensi penyebaran asap karhutla hingga beberapa hari ke depan. Sistem tersebut menggunakan parameter aerosol untuk memperkirakan wilayah yang berpotensi terdampak sebaran asap.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat Jambi diminta meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika kabut asap semakin pekat, terutama bagi anak-anak, lansia dan kelompok masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara.
Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan serta memantau perkembangan kualitas udara melalui sumber resmi.
Posisi Jambi sebagai kota dengan kualitas udara terburuk sempat terjadi pada pagi hari dan dapat berubah sewaktu-waktu. Namun, tingginya konsentrasi PM2,5 dan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah menjadi tanda bahwa dampak karhutla terhadap kualitas udara Jambi kini semakin serius.
- Penulis: say say
