Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Beranda » Kuliner » Kedelai Malika, Rahasia di Balik Manisnya Kecap Bango dan Asa Kedaulatan Pangan

Kedelai Malika, Rahasia di Balik Manisnya Kecap Bango dan Asa Kedaulatan Pangan

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Di balik aroma dan rasa manis kecap yang akrab di meja makan keluarga Indonesia, tersimpan cerita panjang tentang petani, benih, penelitian dan industri. Salah satunya adalah kedelai Malika, varietas kedelai hitam yang dikembangkan melalui kolaborasi akademisi, petani dan korporasi.

Kedelai Malika menjadi salah satu bahan baku kecap Bango. Kehadirannya sekaligus menjadi gambaran bagaimana riset pertanian dapat terhubung langsung dengan kebutuhan industri dan kehidupan petani.

Indonesia merupakan konsumen kedelai dalam jumlah besar, terutama untuk memenuhi kebutuhan tahu, tempe dan kecap. Namun, produksi dalam negeri masih jauh di bawah kebutuhan nasional.

Berdasarkan data yang dikutip dalam materi CNBC Indonesia Research, produktivitas kedelai nasional pada 2022 sekitar 15,43 kuintal atau 1,54 ton per hektare, dengan total produksi sekitar 301 ribu ton. Sementara kebutuhan nasional diperkirakan mencapai hampir 2,8 juta ton.

Kondisi tersebut membuat Indonesia masih bergantung pada impor. Pada 2023, impor kedelai disebut mencapai sekitar 2,67 juta ton, terutama berasal dari Amerika Serikat dan Brasil.

Perjalanan Malika dimulai pada awal 2000-an ketika Unilever Indonesia membutuhkan pasokan kedelai hitam berkualitas dan konsisten untuk kecap Bango.

Pada periode yang sama, peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan varietas kedelai hitam yang lebih adaptif terhadap kondisi lokal.

Kerja sama tersebut kemudian menghasilkan varietas Malika yang resmi diakui sebagai varietas unggul nasional pada 2007.

Malika memiliki warna hitam pekat, rasa gurih, daya simpan tinggi dan kandungan protein yang disebut mencapai sekitar 37-40 persen per 100 gram biji kering.

Program kemitraan petani kemudian berkembang dari lahan awal sekitar 5 hektare di Jawa Tengah pada 2001. Berdasarkan laporan keberlanjutan Unilever Indonesia 2015-2016 yang dikutip dalam materi tersebut, program ini telah melibatkan lebih dari 10.500 petani di lebih dari 20 kabupaten di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.

Pada 2019, sekitar 1.052 hektare lahan tercatat ditanami varietas Malika. Kemitraan tersebut memberikan pendampingan budidaya, pelatihan teknis, akses benih dan jaminan penyerapan hasil panen.

Namun, perjalanan kedelai Malika masih menghadapi tantangan. Produktivitas kedelai nasional yang rendah, persaingan dengan kedelai impor serta perubahan iklim menjadi persoalan yang perlu diatasi.

Karena itu, pengembangan teknologi pertanian, peningkatan produktivitas dan dukungan kebijakan pemerintah menjadi penting untuk memperkuat kedelai lokal.

Kisah Malika pada akhirnya bukan sekadar cerita tentang bahan baku kecap. Di dalamnya terdapat perjalanan petani, peneliti dan industri membangun rantai pasok dari lahan hingga meja makan.

Di balik sebotol kecap, ada benih yang ditanam, petani yang bekerja dan riset yang terus dikembangkan. Dari sana muncul harapan bahwa kedelai lokal tidak hanya menjadi bahan baku industri, tetapi juga bagian dari perjalanan Indonesia menuju kemandirian pangan.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Perak Antam Terkoreksi Rp2.900 Hari Ini: Anjlok!

    Harga Perak Antam Terkoreksi Rp2.900 Hari Ini: Anjlok!

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam mengalami penurunan hari ini, Selasa (3/3/2026). Data terbaru menunjukkan bahwa harga perak Antam terkoreksi cukup dalam setelah perdagangan sebelumnya. Mengutip dari laman Logam Mulia, harga perak Antam turun sebesar Rp2.900 per gram. Pergerakan ini menempatkan harga perak pada level Rp 56.200 per gram, dari harga perdagangan sebelumnya berada di […]

  • Bungo Tumbuh 4,44 Persen, Perdagangan dan Industri Jadi Penggerak Ekonomi Baru

    Bungo Tumbuh 4,44 Persen, Perdagangan dan Industri Jadi Penggerak Ekonomi Baru

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabupaten Bungo menunjukkan aktivitas ekonomi yang cukup beragam. Tidak hanya mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan, pertumbuhan ekonomi daerah ini juga mulai ditopang oleh industri pengolahan, perdagangan, transportasi hingga jasa. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bungo mencatat ekonomi Bungo pada 2025 tumbuh 4,44 persen. Pertumbuhan tersebut terlihat dari sejumlah sektor yang mengalami peningkatan […]

  • Hyundai Tawarkan Mobil Desain Penumpang untuk Proyek Mobnas

    Hyundai Tawarkan Mobil Desain Penumpang untuk Proyek Mobnas

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) ingin turut berkontribusi dalam proyek mobil nasional (Mobnas). Proposal sudah diajukan dan kabarnya sedang dalam tahap peninjauan. Pemerintah telah mengusulkan program mobil nasional untuk ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN). Langkah ini sejalan dengan keinginan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut bahwa Indonesia mampu memproduksi mobil buatan sendiri […]

  • Taksi Listrik Hadir Dukung Konektivitas Stasiun Whoosh Halim

    Taksi Listrik Hadir Dukung Konektivitas Stasiun Whoosh Halim

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kehadiran kereta cepat Jakarta–Bandung membawa perubahan mendasar dalam pola perjalanan antarkota. Waktu tempuh yang singkat, perjalanan yang senyap, serta efisiensi energi menjadikannya simbol kemajuan transportasi modern. Mulai 18 Desember 2025, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju atau dari Stasiun Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Halim menggunakan taksi listrik Green SM yang beroperasi di area […]

  • Menkeu Purbaya Bongkar Kebocoran Anggaran Daerah, TKD Tak Akan Naik Jika Belanja Masih Bermasalah

    Menkeu Purbaya Bongkar Kebocoran Anggaran Daerah, TKD Tak Akan Naik Jika Belanja Masih Bermasalah

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebocoran anggaran daerah masih menjadi hambatan utama bagi pemerintah pusat untuk meningkatkan Transfer ke Daerah (TKD). Hal itu disampaikan dalam Dialog Interaktif “Siasat Fiskal demi Daerah Berdaya” pada Bimbingan Teknis Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD se-Indonesia, Kamis (12/12/2025). Menurut Purbaya, Presiden Prabowo Subianto kecewa dengan praktik […]

  • Wali Kota Maulana Sambangi Kemenkes, Dorong Penguatan Layanan Kesehatan dan Penanganan TBC di Kota Jambi

    Wali Kota Maulana Sambangi Kemenkes, Dorong Penguatan Layanan Kesehatan dan Penanganan TBC di Kota Jambi

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkot Jambi juga aktif menjalin sinergi dengan pemerintah pusat untuk memperluas sumber pembiayaan dan dukungan program kesehatan. Hal itu ditunjukkan melalui kunjungan kerja Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, […]

expand_less