Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Jurang Kaya-Miskin Indonesia Melebar, Rasio Gini Naik Jadi 0,368 pada Maret 2026

Jurang Kaya-Miskin Indonesia Melebar, Rasio Gini Naik Jadi 0,368 pada Maret 2026

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia kembali melebar pada Maret 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rasio gini Indonesia mencapai 0,368, meningkat dibandingkan posisi September 2025 yang berada di angka 0,363.

Kenaikan sebesar 0,005 poin dalam enam bulan tersebut menunjukkan adanya peningkatan ketimpangan pengeluaran masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers pada Rabu (5/8/2026).

“Pada bulan Maret 2026, ketimpangan di Indonesia tercatat 0,368 atau naik 0,005 poin dari September 2025,” ujar Edy.

Berdasarkan wilayah tempat tinggal, ketimpangan pengeluaran di perkotaan masih jauh lebih tinggi dibandingkan perdesaan. Pada Maret 2026, rasio gini perkotaan mencapai 0,387, naik dari 0,383 pada September 2025.

Sementara itu, rasio gini di wilayah perdesaan hanya meningkat tipis dari 0,295 menjadi 0,296. Data tersebut menunjukkan kesenjangan pengeluaran masyarakat di perkotaan masih menjadi persoalan yang lebih besar dibandingkan wilayah perdesaan.

Rasio gini Indonesia sebenarnya sempat menunjukkan tren penurunan sepanjang 2024 hingga 2025. Pada Maret 2023, rasio gini tercatat 0,388, yang menjadi salah satu level tertinggi dalam periode lima tahun terakhir. Angka tersebut kemudian turun menjadi 0,379 pada Maret 2024 dan berada di 0,381 pada September 2024.

Tren perbaikan berlanjut pada 2025. Rasio gini turun menjadi 0,375 pada Maret 2025, kemudian kembali menurun menjadi 0,363 pada September 2025. Namun, tren tersebut berbalik pada Maret 2026 ketika rasio gini kembali naik menjadi 0,368.

Rasio gini merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pengeluaran penduduk. Nilainya berada dalam rentang 0 hingga 1. Semakin mendekati angka 1, semakin tinggi tingkat ketimpangan. Sebaliknya, angka yang semakin mendekati 0 menunjukkan distribusi pengeluaran yang semakin merata. Kenaikan rasio gini pada Maret 2026 menjadi perhatian karena terjadi setelah indikator tersebut sempat membaik sepanjang 2025.

Dengan demikian, data terbaru BPS menunjukkan bahwa tantangan pemerataan ekonomi masih menjadi pekerjaan penting, terutama untuk memastikan peningkatan kesejahteraan tidak hanya dirasakan oleh kelompok masyarakat tertentu.

 

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karet Jambi Bangkit! Ekspor ke Tiongkok Tembus US,57 Juta

    Karet Jambi Bangkit! Ekspor ke Tiongkok Tembus US$5,57 Juta

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah ekspor Provinsi Jambi yang justru mengalami penurunan pada Juni 2026, karet menjadi salah satu komoditas yang mampu mencuri perhatian. Nilai ekspor karet dan barang dari karet Jambi melonjak 27,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong meningkatnya permintaan dari sejumlah pasar utama, terutama Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat. Badan Pusat Statistik […]

  • AS-Israel Bunuh Bos Intelijen IRGC, Khamenei Muncul dan Ancam Serangan Balasan

    AS-Israel Bunuh Bos Intelijen IRGC, Khamenei Muncul dan Ancam Serangan Balasan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Kepala Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Majid Khademi, tewas dalam serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Senin (6/4/2026). Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, akhirnya muncul ke publik untuk menyampaikan respons atas insiden tersebut. Melalui media sosial X, ia menyampaikan duka mendalam […]

  • ISPU Jambi Masuk Level Berbahaya, 4.267 Hektare Lahan Terbakar

    ISPU Jambi Masuk Level Berbahaya, 4.267 Hektare Lahan Terbakar

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kualitas udara di Provinsi Jambi kembali memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini ditandai dengan tingginya konsentrasi partikulat halus PM2.5 di sejumlah wilayah. Data pemantauan BMKG pada Kamis (8/10/2026) pukul 10.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Kota Jambi mencapai 273,8 µg/m³, sementara Muaro Jambi mencapai 302,0 µg/m³. Kedua wilayah […]

  • Hadapi 10 Pecatur Terbaik, MN Izhar Bafadhol Gelar Simultan di Posko Catur Rusuh Sungai Penuh

    Hadapi 10 Pecatur Terbaik, MN Izhar Bafadhol Gelar Simultan di Posko Catur Rusuh Sungai Penuh

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komitmen pembinaan olahraga catur di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh kembali ditegaskan melalui kegiatan simultan catur yang digelar di Posko Catur Rusuh Lawang Agung, Sungai Penuh, Senin (16/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan Master Nasional (MN) Izhar Bafadhol dan diikuti 10 pecatur terbaik dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kegiatan tersebut merupakan inisiatif Persatuan […]

  • Wamenhut Ajak Semua Pihak Dukung Perhutanan Sosial untuk Hutan Lestari dan Kesejahteraan Masyarakat

    Wamenhut Ajak Semua Pihak Dukung Perhutanan Sosial untuk Hutan Lestari dan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat dukungan terhadap pengembangan perhutanan sosial sebagai strategi nasional menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan. Menurut Rohmat, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengembangkan perhutanan sosial. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, lembaga swadaya masyarakat, mitra […]

  • Rupiah Tersungkur, Ini Kurs BCA hingga BNI Hari Ini

    Rupiah Tersungkur, Ini Kurs BCA hingga BNI Hari Ini

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali tersungkur pada perdagangan Jumat (25/9/2026). Mata uang Indonesia semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, Rupiah dibuka di level Rp17.933 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 17 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada diposisi Rp17.916 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi bersamaan […]

expand_less