Selasa, 28 Jul 2026
light_mode
Beranda » Regional » DULU DISANDARI KAPAL RAKSASA, Kini Jadi Mal! Tragisnya Nasib Pelabuhan Boom Batu Jambi

DULU DISANDARI KAPAL RAKSASA, Kini Jadi Mal! Tragisnya Nasib Pelabuhan Boom Batu Jambi

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sulit dipercaya. Di lokasi yang kini dipenuhi pusat perbelanjaan modern dan deretan bangunan beton, dahulu berdiri salah satu pelabuhan paling sibuk di Jambi. Pelabuhan Boom Batu, yang selama puluhan tahun menjadi urat nadi perdagangan di Sungai Batanghari, kini benar-benar hilang tanpa jejak.

Generasi muda yang setiap hari melintas atau berbelanja di kawasan WTC Batanghari dan sekitarnya mungkin tak pernah membayangkan bahwa di tempat itu kapal-kapal besar pernah hilir mudik mengangkut hasil bumi Jambi ke berbagai daerah.

Boom Batu bukan sekadar dermaga. Pelabuhan yang dibangun pada masa Hindia Belanda itu pernah menjadi pusat denyut ekonomi Jambi. Bahkan setelah Indonesia merdeka, aktivitas bongkar muat dan pelayaran masih berlangsung hingga memasuki era 2000-an, ketika transportasi sungai masih menjadi andalan masyarakat.

Namun kejayaan itu perlahan memudar. Sejak 1996, aktivitas bongkar muat yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia II mulai dipindahkan ke Pelabuhan Talang Duku di Kabupaten Muaro Jambi, sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Jambi. Perpindahan tersebut menjadi awal berakhirnya era emas Boom Batu.

Puncaknya terjadi pada 2007. Kawasan bekas pelabuhan disulap menjadi kompleks pertokoan, pusat perbelanjaan modern WTC Batanghari, serta hotel. Tak ada lagi sisa fisik pelabuhan yang pernah menjadi kebanggaan Kota Jambi.

“Lokasi pelabuhan Boom Batu itu berada di sekitar Angso Duo. Pada saat ini bekas-bekasnya tidak ada karena telah dibangun Mall WTC,” tulis Didik Pradjoko dan Bambang Budi Utomo dalam Atlas Pelabuhan-Pelabuhan Bersejarah di Indonesia (2013).

Kontrasnya begitu terasa. Dahulu kapal-kapal dagang berukuran besar bersandar di tepian Batanghari. Kini, hanya perahu-perahu kecil bermesin tempel yang sesekali melintas di antara deretan bangunan beton yang menutup wajah sungai.

Nasib Boom Batu juga berbeda dengan “saudaranya” di Palembang. Pelabuhan Boom Baru hingga kini masih beroperasi sebagai pelabuhan penting di Sumatera Selatan. Sementara Boom Batu di Jambi tinggal nama dalam lembaran sejarah.

Dibangun Belanda, Jadi Pusat Perdagangan

Keberadaan Boom Batu tak bisa dilepaskan dari Sungai Batanghari, sungai terpanjang di Pulau Sumatera dengan panjang sekitar 800 kilometer yang berhulu di Pegunungan Bukit Barisan. Selama berabad-abad, Batanghari menjadi jalur utama transportasi dan perdagangan masyarakat Jambi.

Melihat besarnya potensi perdagangan, pemerintah Hindia Belanda membangun pelabuhan di pusat Kota Jambi. Lokasinya dipilih sangat strategis, berdekatan dengan pusat pemerintahan kolonial.

Jejak kawasan administrasi kolonial itu masih dapat ditemukan hingga kini. Bekas rumah Residen Jambi kini menjadi Markas Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolair) Polda Jambi. Tak jauh dari sana berdiri bangunan bekas Kantor Telegraf yang kini digunakan sebagai Kantor Pos Indonesia.

Dalam Atlas Pelabuhan-Pelabuhan Bersejarah di Indonesia disebutkan bahwa Jambi saat itu menjadi tempat bertemunya para saudagar dari berbagai daerah dan bangsa. Hasil bumi dari pedalaman dikumpulkan di kota sebelum dikirim ke berbagai wilayah melalui jalur sungai.

Pemerintah kolonial kemudian membangun Boom Batu hanya dalam waktu tiga bulan. Pelabuhan tersebut resmi digunakan pada 1 April 1929 dan sejak saat itu menjadi gerbang utama perdagangan Jambi.

Dari Emas dan Lada, Kini Batu Bara dan Sawit

Peran Boom Batu turut mendorong berkembangnya ekonomi Jambi. Aktivitas pelayaran di Batanghari menjadikan masyarakat pedalaman sebagai pemasok komoditas ekspor yang bernilai tinggi.

Dalam buku Jambi Dalam Sejarah 1500–1942 karya Lindayati, Junaidi T. Noor, dan Ujang Hariadi dijelaskan bahwa Jambi merupakan pelabuhan ekspor bagi berbagai komoditas unggulan seperti emas, lada, hasil hutan, karet, rotan, pinang, hingga kopra.

Seiring berjalannya waktu, wajah ekonomi Jambi ikut berubah. Ketika hasil hutan tak lagi menjadi primadona, ekspor bergeser ke komoditas baru seperti batu bara dan minyak kelapa sawit yang kini mendominasi perekonomian daerah.

Meski fungsi perdagangan tetap berjalan melalui pelabuhan yang lebih modern di Talang Duku, hilangnya Boom Batu menyisakan pertanyaan tentang pelestarian warisan sejarah kota. Sebab, pelabuhan yang pernah menjadi saksi lahirnya denyut perdagangan Jambi itu kini benar-benar lenyap, terkubur di bawah beton dan hanya hidup dalam catatan sejarah.(*)

 

Catatan Redaksi : Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber dan narasumber.

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Naik Rp250, Perak Antam Tembus Rp46.850 per Gram

    Naik Rp250, Perak Antam Tembus Rp46.850 per Gram

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam kembali melesat pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Harga logam mulia ini naik sebesar Rp250 menjadi Rp46.850 per gram. Kenaikan ini turut mengerek harga perak dalam berbagai ukuran. Untuk perak batangan Antam seberat 250 gram, kini dibanderol Rp12.112.500. Jika sudah termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) 11 persen, harganya mencapai Rp13.444.875. […]

  • Besok, Polda Jabar dan Pemprov Jemput 13 Perempuan Korban TPPO dari Sikka NTT

    Besok, Polda Jabar dan Pemprov Jemput 13 Perempuan Korban TPPO dari Sikka NTT

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebanyak 13 perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) akan dijemput pada Jumat, 20 Februari 2026. Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, membenarkan rencana penjemputan tersebut. Ia mengatakan, Polda Jabar bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menjemput para korban di Polres Sikka, yang berada […]

  • Shinta Kamdani: UMKM Perlu Kemudahan Usaha dan Regulasi yang Efisien

    Shinta Kamdani: UMKM Perlu Kemudahan Usaha dan Regulasi yang Efisien

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menegaskan pentingnya dukungan pemerintah bagi sektor produktif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tetap tumbuh di tengah dinamika ekonomi. Pernyataan ini disampaikan Shinta menanggapi langkah Bank Indonesia (BI) yang memangkas porsi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi Rp707 triliun per 21 Oktober […]

  • Cuaca Jambi Hari Ini Didominasi Hujan Ringan, Kerinci dan Sungai Penuh Tetap Sejuk 17 Derajat

    Cuaca Jambi Hari Ini Didominasi Hujan Ringan, Kerinci dan Sungai Penuh Tetap Sejuk 17 Derajat

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi memproyeksikan cuaca di Provinsi Jambi pada Jumat, 28 November 2025, didominasi kondisi hujan ringan di sebagian besar kabupaten/kota. Beberapa wilayah pegunungan seperti Kerinci dan Kota Sungai Penuh juga mengalami hujan ringan dengan suhu yang lebih sejuk berkisar 17–21 derajat Celcius. Berikut kondisi cuaca beberapa kabupaten dan kota dalam Provinsi Jambi. Kerinci […]

  • Perdagangan Dibuka IHSG Bergerak ke Zona Hijau

    Perdagangan Dibuka IHSG Bergerak ke Zona Hijau

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal perdagangan hari ini, Jumat (28/11/2025), menguat. Saat ini bursa Asia bergerak variatif. Mengutip data RTI, IHSG naik 0,26% atau 22,27 poin ke level 8.568,14. Tercatat sebanyak 251 saham menguat, 259 saham melemah, dan 186 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 6,7 miliar […]

  • Indonesia Hentikan Impor Beras Industri Mulai 2026

    Indonesia Hentikan Impor Beras Industri Mulai 2026

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – Pemerintah memastikan Indonesia tidak lagi melakukan impor beras untuk kebutuhan bahan baku industri pada 2026. Kebijakan ini mencakup beras pecah dan beras ketan pecah dengan tingkat keutuhan di bawah 15 persen yang selama ini digunakan sebagai bahan baku industri pangan. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Neraca Komoditas (NK) Tahun 2026 yang dipimpin Kementerian […]

expand_less