BPS: Batang Hari Miliki Peserta BPJS PBI Tertinggi, Kota Jambi Dominasi BPJS Non-PBI pada 2025
- account_circle say say
- calendar_month 21 jam yang lalu
- print Cetak

Data BPS 2025 menunjukkan Batang Hari memiliki persentase peserta BPJS Kesehatan PBI tertinggi di Jambi, sedangkan Kota Jambi memimpin kepesertaan BPJS Non-PBI.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perbedaan pola kepesertaan jaminan kesehatan di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Jambi sepanjang 2025. Data yang bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tersebut menunjukkan Batang Hari menjadi daerah dengan persentase peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) tertinggi, sementara Kota Jambi mendominasi kepesertaan BPJS Kesehatan Non-PBI.
Berdasarkan data yang diperbarui pada 25 Februari 2026, sebanyak 54,23 persen penduduk di Kabupaten Batang Hari tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan PBI. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di Provinsi Jambi. Posisi berikutnya ditempati Kota Sungai Penuh dengan 46,60 persen, disusul Tanjung Jabung Timur sebesar 38,04 persen, Kabupaten Bungo 35,64 persen, dan Tanjung Jabung Barat 34,97 persen.
Kabupaten Sarolangun juga mencatat persentase peserta BPJS PBI yang cukup tinggi, yakni 32,37 persen. Sementara rata-rata kepesertaan BPJS PBI di tingkat Provinsi Jambi berada pada angka 32,34 persen.
Di sisi lain, Kota Jambi menjadi daerah dengan persentase peserta BPJS Kesehatan Non-PBI tertinggi, yakni mencapai 50,83 persen. Capaian tersebut jauh berada di atas rata-rata Provinsi Jambi yang sebesar 28,70 persen.
Setelah Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi mencatat persentase peserta BPJS Non-PBI sebesar 32,28 persen, diikuti Sarolangun 31,10 persen, Kota Sungai Penuh 26,51 persen, Merangin 25,40 persen, dan Kabupaten Kerinci sebesar 24,96 persen.
Sementara itu, Kabupaten Tebo mencatat kepesertaan BPJS Non-PBI sebesar 22,19 persen, Kabupaten Bungo 21,82 persen, Tanjung Jabung Barat 19,61 persen, Batang Hari 18,22 persen, serta Tanjung Jabung Timur menjadi yang terendah dengan 17,42 persen.
Selain BPJS Kesehatan, BPS juga mencatat kepemilikan jaminan kesehatan dari perusahaan atau tempat bekerja. Persentase tertinggi berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebesar 5,74 persen, disusul Batang Hari 5,16 persen, Tanjung Jabung Timur 3,78 persen, Sarolangun 3,22 persen, dan rata-rata Provinsi Jambi sebesar 2,19 persen.
Untuk kepemilikan asuransi kesehatan swasta, angkanya masih relatif rendah di seluruh wilayah. Kota Jambi menjadi daerah dengan persentase tertinggi sebesar 2,40 persen. Selanjutnya Tanjung Jabung Timur tercatat 0,93 persen, Kota Sungai Penuh 0,74 persen, Provinsi Jambi 0,55 persen, Muaro Jambi 0,47 persen, Batang Hari 0,34 persen, Bungo 0,02 persen, dan Sarolangun 0,06 persen. Sementara beberapa daerah seperti Kerinci, Merangin, Tanjung Jabung Barat, dan Tebo belum mencatat kepemilikan asuransi swasta dalam survei tersebut.
Data BPS tersebut memperlihatkan bahwa daerah perkotaan seperti Kota Jambi memiliki kecenderungan lebih banyak penduduk yang membayar iuran BPJS secara mandiri atau melalui perusahaan tempat bekerja. Sebaliknya, sejumlah kabupaten masih didominasi peserta BPJS PBI yang iurannya ditanggung pemerintah sebagai bagian dari program perlindungan sosial bagi masyarakat.
Temuan ini dapat menjadi salah satu indikator bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi cakupan jaminan kesehatan, memperluas kepesertaan BPJS, sekaligus meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Jambi.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025. Data diperbarui 25 Februari 2026.
- Penulis: say say
