Menkeu Purbaya Bahas Sensus Ekonomi 2026 dengan BPS, Rilis Data Ekonomi Kuartal III Tunggu Awal November
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Rab, 29 Okt 2025
- comment 0 komentar

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar pertemuan dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, pada Selasa (28/10/2025). Pertemuan tersebut membahas persiapan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan mulai dieksekusi pada Juni 2026.
Purbaya menjelaskan bahwa pembahasan difokuskan pada kebutuhan anggaran dan mekanisme pelaksanaan sensus yang akan menjadi dasar kebijakan ekonomi nasional di masa depan.
“Tadi kami diskusi tentang sensus ekonomi tahun 2026, biayanya seperti apa, praktiknya seperti apa, itu aja. Clear semuanya akan dijalankan. Mereka mulai eksekusi Juni, Februari mulai rekrut tenaga surveyornya,” ujar Purbaya di kantor Kemenkeu, Selasa (28/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Purbaya memastikan seluruh persiapan sensus telah disepakati. Proses rekrutmen tenaga survei akan dimulai pada Februari 2026, sementara pengumpulan data nasional dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Sensus Ekonomi merupakan program lima tahunan yang dilakukan BPS untuk mengukur aktivitas usaha, skala produksi, hingga distribusi tenaga kerja di Indonesia. Hasilnya akan menjadi acuan pemerintah dalam menyusun kebijakan fiskal, perpajakan, dan investasi.
Meski bertemu dengan BPS, Purbaya menegaskan bahwa pembahasan tidak mencakup data pertumbuhan ekonomi kuartal III/2025 yang rencananya akan diumumkan pada awal November 2025.
“Enggak tahu kami juga, BPS kan kebetulan enggak kasih bocoran ke kami,” kata Purbaya.
Sesuai jadwal, BPS akan merilis data pertumbuhan ekonomi periode Juli–September 2025 pada awal November mendatang. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi kuartal II/2025 tercatat sebesar 5,12 persen (yoy).
Purbaya memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III akan sedikit melambat dibanding kuartal sebelumnya, namun tetap berada di atas level 5 persen.
Rilis data ekonomi kuartal III/2025 sangat dinantikan karena akan menjadi indikator utama stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global. Pemerintah optimistis pertumbuhan tetap kuat berkat program hilirisasi, stimulus fiskal, dan peningkatan konsumsi masyarakat menjelang akhir tahun. BPS akan merinci kontribusi sektor industri, pertanian, jasa, dan ekspor dalam laporan resmi yang dijadwalkan pada minggu pertama November 2025.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar