Senin, 25 Mei 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Ekonom Ragukan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Kuartal I 2026

Ekonom Ragukan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Kuartal I 2026

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sejumlah ekonom yang tergabung dalam Aliansi Ekonom Indonesia meragukan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan.

Angka tersebut dinilai terlalu tinggi dan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil perekonomian. Bahkan, sejumlah akademisi menemukan indikasi inkonsistensi dalam data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Momamad Ikhsan, bersama peneliti LPEM FEB UI, Teuku Riefky, mengungkap adanya kejanggalan antara kontraksi sektor listrik sebesar minus 0,99 persen dengan pertumbuhan sektor manufaktur yang justru mencapai 5,04 persen.

Menurut mereka, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar terkait akurasi pengukuran produk domestik bruto (PDB).

“Jika inkonsistensi tersebut dikoreksi, pertumbuhan ekonomi yang lebih realistis diperkirakan berada di kisaran 4,4 persen hingga 5,2 persen,” ujar Riefky dalam diskusi publik.

Selain persoalan data, para ekonom juga menilai kondisi fundamental ekonomi belum menunjukkan perbaikan signifikan. Penurunan kelas menengah, melemahnya daya beli masyarakat, serta stagnasi produktivitas sektoral masih menjadi tantangan utama.

Senior Researcher LPEM UI, Vid Adrison, menambahkan bahwa tingginya belanja pemerintah pada awal tahun tidak serta-merta mencerminkan kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menilai fenomena front-loading atau percepatan belanja di awal tahun justru dapat menimbulkan ilusi kondisi fiskal yang kuat.

“Yang perlu diwaspadai adalah tekanan pada kuartal berikutnya, terutama terkait ruang fiskal yang menyempit dan potensi penurunan transfer ke daerah,” kata Vid.

Di sisi lain, tekanan terhadap perekonomian nasional juga datang dari berbagai faktor eksternal dan internal, seperti pelemahan nilai tukar rupiah, konflik geopolitik global, serta dinamika perdagangan internasional.

Policy Strategist Coordinator CERAH, Dwi Wulan, menilai pelemahan rupiah mencerminkan masalah struktural yang lebih dalam, terutama ketergantungan pada arus modal asing.

“Pelemahan rupiah bukan sekadar isu teknikal, tetapi mencerminkan menurunnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan,” ujarnya.

Sementara itu, ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menekankan pentingnya kepastian dan transparansi data pemerintah dalam menjaga kepercayaan pasar.

Menurut dia, krisis ekonomi sering kali dipicu oleh hilangnya kepercayaan investor terhadap kebijakan dan data yang disampaikan pemerintah.

“Di tengah ketidakpastian global, keakuratan data menjadi kunci. Tanpa itu, kepercayaan akan hilang dan risiko krisis meningkat,” katanya.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPJS Kesehatan dan Komisi IX DPR RI Edukasi Masyarakat Manokwari Lewat Program Goes to Customer

    BPJS Kesehatan dan Komisi IX DPR RI Edukasi Masyarakat Manokwari Lewat Program Goes to Customer

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – BPJS Kesehatan terus memperluas jangkauan layanan dan edukasi publik lewat program “BPJS Kesehatan Goes to Customer”, yang kali ini digelar bersama anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus menjawab langsung berbagai keluhan dan pertanyaan masyarakat. […]

  • 5 Makanan Efektif Perbaiki Fungsi Ginjal Secara Alami

    5 Makanan Efektif Perbaiki Fungsi Ginjal Secara Alami

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ginjal adalah organ penting yang berperan menyaring darah, membuang racun, serta menjaga keseimbangan cairan. Ketika fungsinya menurun, tubuh dapat mengalami gangguan metabolisme serius hingga memicu penyakit kronis. Karena itu, menjaga kesehatan ginjal melalui pola makan merupakan langkah sederhana namun sangat penting. Sejumlah makanan tertentu diketahui mengandung nutrisi, antioksidan, dan senyawa anti-inflamasi yang bisa […]

  • BI Suntik Insentif Rp36,38 Triliun untuk Pembiayaan Hijau

    BI Suntik Insentif Rp36,38 Triliun untuk Pembiayaan Hijau

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) menebar insentif makroprudensial sebesar Rp36,38 triliun hingga 1 November 2025 kepada bank-bank yang membiayai sektor-sektor berkelanjutan. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan insentif makroprudensial tersebut merupakan kebijakan untuk mendorong pembiayaan hijau, selain upaya-upaya lainnya untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan dari kegiatan ekonomi. “Seluruh kebijakan dan inisiatif ini kami susun […]

  • Damkar Palmerah Kota Jambi Berhasil Pulihkan Warga Kerasukan di Sungai Gelam

    Damkar Palmerah Kota Jambi Berhasil Pulihkan Warga Kerasukan di Sungai Gelam

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kejadian unik terjadi di Desa Sungai Gelam, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa malam (3/3/2026). Seorang warga dilaporkan kerasukan hingga hilang kesadaran, dan penanganannya dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Jambi. Laporan masuk melalui WhatsApp resmi Damkar sekitar pukul 22.00 WIB dari seorang warga bernama Nur Indah, yang meminta […]

  • Pertanian Sumbang 13,83% PDB Nasional, Produksi Beras Cetak Rekor di Era Prabowo

    Pertanian Sumbang 13,83% PDB Nasional, Produksi Beras Cetak Rekor di Era Prabowo

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatatkan capaian besar dari sektor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan, sektor ini berhasil menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dengan kontribusi mencapai 13,83%. “Sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi PDB nasional. Angka 13,83% itu disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan dalam rapat di […]

  • RS Dilarang Tolak Pasien PBI-JK, Reaktivasi Cepat

    RS Dilarang Tolak Pasien PBI-JK, Reaktivasi Cepat

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menegaskan rumah sakit dan fasilitas kesehatan tidak boleh menolak pasien peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), meskipun status kepesertaannya sempat dinonaktifkan. Mekanisme reaktivasi BPJS PBI-JK dijamin dapat dilakukan secara cepat, terutama untuk kasus darurat. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengatakan pelayanan kesehatan merupakan hak dasar warga negara yang tidak […]

expand_less