Kamis, 3 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Ekonom Ragukan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Kuartal I 2026

Ekonom Ragukan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Kuartal I 2026

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sejumlah ekonom yang tergabung dalam Aliansi Ekonom Indonesia meragukan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan.

Angka tersebut dinilai terlalu tinggi dan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil perekonomian. Bahkan, sejumlah akademisi menemukan indikasi inkonsistensi dalam data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Momamad Ikhsan, bersama peneliti LPEM FEB UI, Teuku Riefky, mengungkap adanya kejanggalan antara kontraksi sektor listrik sebesar minus 0,99 persen dengan pertumbuhan sektor manufaktur yang justru mencapai 5,04 persen.

Menurut mereka, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar terkait akurasi pengukuran produk domestik bruto (PDB).

“Jika inkonsistensi tersebut dikoreksi, pertumbuhan ekonomi yang lebih realistis diperkirakan berada di kisaran 4,4 persen hingga 5,2 persen,” ujar Riefky dalam diskusi publik.

Selain persoalan data, para ekonom juga menilai kondisi fundamental ekonomi belum menunjukkan perbaikan signifikan. Penurunan kelas menengah, melemahnya daya beli masyarakat, serta stagnasi produktivitas sektoral masih menjadi tantangan utama.

Senior Researcher LPEM UI, Vid Adrison, menambahkan bahwa tingginya belanja pemerintah pada awal tahun tidak serta-merta mencerminkan kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menilai fenomena front-loading atau percepatan belanja di awal tahun justru dapat menimbulkan ilusi kondisi fiskal yang kuat.

“Yang perlu diwaspadai adalah tekanan pada kuartal berikutnya, terutama terkait ruang fiskal yang menyempit dan potensi penurunan transfer ke daerah,” kata Vid.

Di sisi lain, tekanan terhadap perekonomian nasional juga datang dari berbagai faktor eksternal dan internal, seperti pelemahan nilai tukar rupiah, konflik geopolitik global, serta dinamika perdagangan internasional.

Policy Strategist Coordinator CERAH, Dwi Wulan, menilai pelemahan rupiah mencerminkan masalah struktural yang lebih dalam, terutama ketergantungan pada arus modal asing.

“Pelemahan rupiah bukan sekadar isu teknikal, tetapi mencerminkan menurunnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan,” ujarnya.

Sementara itu, ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menekankan pentingnya kepastian dan transparansi data pemerintah dalam menjaga kepercayaan pasar.

Menurut dia, krisis ekonomi sering kali dipicu oleh hilangnya kepercayaan investor terhadap kebijakan dan data yang disampaikan pemerintah.

“Di tengah ketidakpastian global, keakuratan data menjadi kunci. Tanpa itu, kepercayaan akan hilang dan risiko krisis meningkat,” katanya.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Ayam Anjlok, Kementerian Pertanian RI Minta Produksi DOC dan Pakan Dikendalikan

    Harga Ayam Anjlok, Kementerian Pertanian RI Minta Produksi DOC dan Pakan Dikendalikan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Pertanian RI mendorong penyesuaian produksi di sektor hulu industri perunggasan menyusul tekanan harga ayam hidup (livebird) yang berada di bawah level keekonomian peternak. Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Kementan, Hary Suhada, mengatakan struktur biaya produksi saat ini menunjukkan margin peternak semakin tertekan. Ia menyebut, estimasi harga pokok produksi (HPP) nasional […]

  • Harga Sembako di Pasar Talang Banjar dan Angso Duo Jambi Stabil, Cabe Rawit Hijau Naik 23 Persen

    Harga Sembako di Pasar Talang Banjar dan Angso Duo Jambi Stabil, Cabe Rawit Hijau Naik 23 Persen

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di dua pasar utama Kota Jambi, yaitu Pasar Rakyat Talang Banjar dan Pasar Angso Duo, terpantau relatif stabil pada pekan pertama November 2025. Berdasarkan data resmi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar harga sembako tidak mengalami perubahan berarti, meskipun ada beberapa komoditas yang menunjukkan kenaikan dan penurunan […]

  • Pendiri Binance Keluar Penjara, Kini Jadi Tulang Punggung Ekonomi Digital Asia

    Pendiri Binance Keluar Penjara, Kini Jadi Tulang Punggung Ekonomi Digital Asia

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pendiri bursa mata uang kripto terbesar di dunia, Binance, yakni Changpeng Zhao (CZ), kini kembali menjadi sorotan dunia. Setelah sempat mendekam di penjara selama empat bulan karena kasus pencucian uang, CZ kini justru tampil sebagai tokoh penting di industri aset digital Asia Tengah. CZ sebelumnya dijatuhi hukuman karena terbukti melanggar undang-undang anti pencucian […]

  • Purbaya Jelaskan Alasan Pemda dan BUMD Kini Boleh Pinjam Dana ke Pemerintah Pusat

    Purbaya Jelaskan Alasan Pemda dan BUMD Kini Boleh Pinjam Dana ke Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan pemerintah pusat memberikan izin pinjaman kepada pemerintah daerah (pemda) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurutnya, kebijakan ini diterapkan untuk membantu daerah yang mengalami kekurangan kas sementara, terutama pada awal atau akhir tahun anggaran. “Kadang-kadang untuk awal tahun atau akhir tahun pemda kekurangan uang, ya untuk […]

  • Harga Sembako Pasar Talang Banjar 23 Juli 2026: Cabai Rawit Turun hingga 25 Persen, Beras dan Daging Masih Stabil

    Harga Sembako Pasar Talang Banjar 23 Juli 2026: Cabai Rawit Turun hingga 25 Persen, Beras dan Daging Masih Stabil

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada Kamis (23/7/2026) secara umum masih terkendali. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, sebagian besar komoditas pangan tercatat stabil, sementara harga cabai kembali mengalami penurunan yang cukup signifikan. Komoditas yang mengalami penurunan terbesar adalah cabai rawit merah yang kini dijual […]

  • Bekas Pemegang Saham Minoritas Steadfast (KPAL) Kini Kuasai PT Kapal Listrik Indonesia

    Bekas Pemegang Saham Minoritas Steadfast (KPAL) Kini Kuasai PT Kapal Listrik Indonesia

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Keluarga Logam yang sebelumnya tercatat sebagai pemegang saham minoritas di PT Steadfast Marine Tbk. (KPAL), kini resmi menjadi pemegang saham mayoritas di PT Kapal Listrik Indonesia. Pengambilalihan saham tersebut dilakukan oleh Suhanna Logam, Rayton Samuel Logam, dan Regan Stepanus Logam. Berdasarkan pengumuman pada Kamis (9/10/2025), ketiganya telah merampungkan aksi korporasi tersebut pada Agustus […]

expand_less