Selasa, 25 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Sultan HB X Ingatkan Bahaya ‘Makan Utang’ di Era Digital

Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Sultan HB X Ingatkan Bahaya ‘Makan Utang’ di Era Digital

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ledakan pinjaman online yang menembus Rp101 triliun memunculkan peringatan serius dari Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang menyebut fenomena ini sebagai tanda masyarakat mulai “makan utang” di tengah kemudahan akses keuangan digital.

Pernyataan itu disampaikan Sultan saat membuka Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta, Kamis, 22 Mei 2026. Menurut Sultan, kemajuan teknologi finansial tidak selalu berbanding lurus dengan kedewasaan dalam mengelola keuangan. Akses yang semakin mudah justru berpotensi mendorong perilaku konsumtif dan ketergantungan utang.

“Pertanyaan mendasarnya, apakah akses itu membuat manusia berdaya, atau justru semakin mudah diarahkan oleh hasrat konsumsi, algoritma, dan utang yang tampak mudah?” ujar Sultan.

Sultan menekankan pentingnya literasi keuangan berbasis nilai budaya. Ia mengangkat falsafah Jawa “Gemi, Nastiti, Ngati-ati” sebagai fondasi menghadapi derasnya arus fintech.

Nilai “Gemi”, kata dia, bukan sekadar hemat, tetapi kemampuan menahan diri dari konsumsi impulsif, termasuk tren “beli sekarang bayar nanti”.

“Kebebasan finansial bukan soal kemampuan membeli, melainkan kemampuan menahan,” ujarnya.

Sementara “Nastiti” dimaknai sebagai kecermatan dalam mengambil keputusan keuangan. Sultan menyoroti data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang menunjukkan literasi keuangan masih 66,46 persen, tertinggal dari inklusi keuangan yang sudah mencapai 80,51 persen.

Kesenjangan ini, menurut dia, menandakan banyak masyarakat sudah menggunakan layanan keuangan tanpa memahami risikonya.

Nilai “Ngati-ati” atau kehati-hatian menjadi semakin relevan di tengah lonjakan pinjaman online.

Data menunjukkan outstanding pinjol nasional per Maret 2026 mencapai Rp101,03 triliun dengan lebih dari 26 juta peminjam aktif.

“Fenomena ‘makan utang’ membuktikan, kemudahan akses tanpa literasi justru mempercepat kesulitan,” kata Sultan.

Tags
  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertamina Rampungkan Dua Tangki BBM Raksasa di Lawe-Lawe, Terbesar di Asia Tenggara

    Pertamina Rampungkan Dua Tangki BBM Raksasa di Lawe-Lawe, Terbesar di Asia Tenggara

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kilang Pertamina Internasional (KPI) menyelesaikan pembangunan dua unit tangki BBM baru di Terminal Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kedua tangki tersebut memiliki kapasitas masing-masing 1 juta barel, sehingga total tambahan kapasitas penyimpanan mencapai 2 juta barel. Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, menyebut tangki baru ini menjadi yang terbesar di kawasan […]

  • Rupiah Menguat Jadi Rp16.710 per Dolar AS Pagi Ini

    Rupiah Menguat Jadi Rp16.710 per Dolar AS Pagi Ini

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren positif diperlihatkan rupiah pagi ini. Rupiah dibuka bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan, Jumat (19/12/2025). Rupiah menguat 13 poin atau 0,08 persen menjadi Rp16.710 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.723 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan […]

  • Bea Cukai Pecat 27 Pegawai Terlibat Fraud

    Bea Cukai Pecat 27 Pegawai Terlibat Fraud

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memecat 27 pegawai sepanjang 2024 karena terbukti terlibat praktik fraud dan pelanggaran disiplin berat. Langkah tegas ini menjadi bagian dari upaya pembenahan internal sekaligus penguatan integritas sumber daya manusia di lingkungan Bea Cukai. Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, menegaskan […]

  • BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026

    BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – BPJS Kesehatan memastikan layanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap dapat diakses secara optimal selama periode libur Lebaran tahun 2026. Berbagai kemudahan layanan telah disiapkan agar peserta tetap memperoleh pelayanan kesehatan maupun layanan administrasi kepesertaan, termasuk bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati […]

  • Menkeu Purbaya Buka Peluang Kenaikan Gaji PNS 2026, Tapi Belum Ada Kepastian Resmi

    Menkeu Purbaya Buka Peluang Kenaikan Gaji PNS 2026, Tapi Belum Ada Kepastian Resmi

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar gembira bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang adanya kenaikan gaji PNS pada tahun 2026. Namun, Purbaya menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan keputusan resmi terkait besaran maupun waktu pelaksanaan kenaikan tersebut. “Kalau kemungkinan selalu ada, cuma peluangnya […]

  • Ditemukan Ribuan NIK Ganda, Belasan Ribu Calon Debitur KPR Terganjal SLIK OJK

    Ditemukan Ribuan NIK Ganda, Belasan Ribu Calon Debitur KPR Terganjal SLIK OJK

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ternyata banyak masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sulit mengambil KPR rumah subsidi. Faktor utamanya karena Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK rendah. Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menyebut ada lebih dari 19.000 data calon debitur yang terkendala dari imbas SLIK OJK itu. “Data tersebut merupakan hasil […]

expand_less