Rabu, 20 Mei 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Saham Gabungan (IHSG) Hari Ini Anjlok 3,46 Persen

Harga Saham Gabungan (IHSG) Hari Ini Anjlok 3,46 Persen

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketika bursa saham global mulai menunjukkan pemulihan, pasar modal Indonesia justru bergerak ke arah sebaliknya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,46 persen ke level 6.370 pada penutupan perdagangan Selasa, 19 Mei 2026, dan menjadi salah satu indeks dengan kinerja terburuk di Asia.

Di saat indeks-indeks utama dunia kompak menghijau, IHSG terseret arus penurunan tajam. Bursa di Hong Kong, Shanghai, Singapura, hingga Eropa justru mencatat penguatan. Kondisi ini menegaskan bahwa tekanan di pasar Indonesia tidak lagi semata dipengaruhi faktor eksternal.

Menurut pengamat pasar modal Hendra Wardana, tekanan yang terjadi menunjukkan pergeseran sumber risiko dari global ke domestik. Investor, kata dia, mulai menilai ulang prospek ekonomi Indonesia dalam jangka pendek.

“Ini mencerminkan mulai rapuhnya kepercayaan investor terhadap stabilitas pasar keuangan Indonesia,” ujarnya.

Di tengah sentimen global yang membaik, pelemahan IHSG justru dipicu aksi jual besar-besaran di berbagai sektor. Sektor industri dasar tercatat menjadi yang paling terpukul dengan penurunan hingga 7,30 persen. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti TPIA, BRPT, INKP, TKIM, hingga SMGR turut mengalami tekanan signifikan.

Investor institusi dan asing disebut melakukan aksi pengurangan risiko di tengah meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan fiskal dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Tekanan pasar semakin dalam seiring pelemahan rupiah yang kembali menembus level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat. Kombinasi keluarnya dana asing dari pasar saham dan tekanan nilai tukar memperburuk sentimen di bursa domestik.

“Ketika rupiah terus melemah bersamaan dengan keluarnya dana asing, tekanan terhadap IHSG biasanya akan semakin besar,” kata Hendra.

Di tengah situasi tersebut, perhatian pasar kini tertuju pada pidato Presiden Prabowo Subianto dalam sidang paripurna DPR. Investor menunggu kejelasan arah kebijakan ekonomi, disiplin fiskal, serta sinyal stabilitas yang dapat mengembalikan kepercayaan pasar.

Hendra menilai, tanpa langkah konkret yang meyakinkan pelaku pasar, tekanan terhadap IHSG berpotensi berlanjut. Level 6.300 disebut sebagai batas psikologis penting yang menentukan arah jangka pendek indeks.

Jika level tersebut bertahan, peluang teknikal untuk rebound ke kisaran 6.500 masih terbuka. Namun jika ditembus, pasar dinilai berisiko memasuki fase penurunan yang lebih dalam akibat krisis kepercayaan jangka pendek.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persib Bandung Ditahan Borneo FC 1-1

    Persib Bandung Ditahan Borneo FC 1-1

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Persib Bandung harus puas membawa pulang satu poin saat bertandang ke markas Borneo FC dalam lanjutan kompetisi sepak bola nasional. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (15/3/2026), berakhir imbang 1-1. Meski tidak menelan kekalahan, gelandang Persib Marc Klok mengaku kurang puas dengan hasil tersebut. Menurutnya, tim datang dengan target meraih kemenangan. […]

  • Veda Ega Pratama Resmi Membalap di MotoGP 2026

    Veda Ega Pratama Resmi Membalap di MotoGP 2026

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar membanggakan datang dari dunia balap motor Tanah Air. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia akan memiliki dua pembalap reguler di ajang MotoGP musim 2026. Mereka adalah Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama. Kepastian ini diumumkan secara resmi oleh Honda Team Asia pada Jumat (31/10/2025). Mario Aji dipastikan tetap memperkuat tim di […]

  • Kadin Dukung Langkah Menteri Keuangan Tindak Impor Ilegal Pakaian Bekas

    Kadin Dukung Langkah Menteri Keuangan Tindak Impor Ilegal Pakaian Bekas

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang berencana menindak tegas praktik impor ilegal pakaian bekas. Kebijakan ini dinilai penting untuk melindungi dan mendorong kebangkitan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian, Saleh Husin, mengatakan […]

  • Kendalikan Risiko Utang Daerah, China Bentuk Departemen Baru

    Kendalikan Risiko Utang Daerah, China Bentuk Departemen Baru

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah China melalui Kementerian Keuangan (Ministry of Finance/ MOF) resmi membentuk departemen baru khusus pengelolaan utang daerah kepada pemerintah China. Ini menjadi langkah terbaru untuk mengendalikan risiko utang daerah di tengah perlambatan ekonomi nasional. Dalam pernyataannya pada Senin (3/11/2025) yang dilansir Reuters, Kementerian Keuangan China menyebutkan Departemen Manajemen Utang ini akan bertanggung jawab […]

  • Ini Penyebab Timnas Indonesia Keok dari Arab Saudi

    Ini Penyebab Timnas Indonesia Keok dari Arab Saudi

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Arab Saudi setelah kalah tipis 2-3 pada laga perdana Grup B Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion King Abdullah, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB. Sempat unggul lebih dulu lewat penalti Kevin Diks, skuad Garuda gagal mempertahankan momentum dan harus menyerah dari tim tuan rumah. […]

  • Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Talang Banjar Naik 8,33 persen

    Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Talang Banjar Naik 8,33 persen

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Kamis (22/1/2026). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, hanya beberapa komoditas hortikultura yang mengalami perubahan harga, sementara mayoritas bahan pangan strategis masih bertahan di level sebelumnya. Komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah cabe rawit merah. Harga cabe […]

expand_less