IHSG Dibuka Melemah 1,38 Persen ke 6.763, Sentimen MSCI dan Rupiah Tekan Pasar
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia yang menunjukkan pelemahan indeks akibat tekanan sentimen global dan domestik.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dibuka melemah pada perdagangan Rabu pagi, 13 Mei 2026. Indeks turun 94,96 poin atau sekitar 1,38 persen ke level 6.763,94.
Analis pasar menilai pelemahan ini dipicu kombinasi sentimen global dan domestik. Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyebut keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks MSCI menjadi salah satu faktor utama yang menekan pasar.
Dalam rebalancing Mei 2026, MSCI mengeluarkan sejumlah saham besar dari Global Standard Index, di antaranya Amman Mineral Internasional (AMMN), Barito Renewables Energy (BREN), hingga Sumber Alfaria Trijaya (AMRT). Selain itu, belasan saham lain juga tersingkir dari MSCI Small Cap Index.
Menurut Liza, keputusan tersebut meningkatkan risiko arus keluar dana asing dari pasar saham domestik. “Hal ini memperburuk sentimen investor, apalagi di tengah pelemahan rupiah,” ujarnya.
Nilai tukar rupiah tercatat telah menembus level psikologis Rp17.500 per dolar Amerika Serikat, menambah tekanan terhadap IHSG. Pelemahan mata uang ini memperbesar kekhawatiran investor terhadap stabilitas ekonomi domestik.
Dari sisi global, penguatan dolar AS turut memicu tekanan pasar. Data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan memperbesar peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral Federal Reserve.
Kondisi ini diperparah oleh dinamika politik di AS, termasuk proses pergantian kepemimpinan di bank sentral serta meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Pasar juga mencermati rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang diperkirakan membahas isu perdagangan dan geopolitik.
Tekanan dari berbagai faktor tersebut membuat pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati, sehingga IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam jangka pendek.
- Penulis: darmanto zebua
