Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Uang Beredar Naik ke Rp 2.152 Triliun, Tanda Ekonomi Indonesia Makin Pulih

Uang Beredar Naik ke Rp 2.152 Triliun, Tanda Ekonomi Indonesia Makin Pulih

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah uang beredar dalam arti sempit atau base money (M0) pada September 2025 mencapai Rp 2.152,4 triliun, meningkat 18,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan tajam ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi nasional terus membaik di tengah berbagai stimulus dan peningkatan investasi.

Sebelumnya, pada Agustus 2025, pertumbuhan uang beredar hanya mencapai 7,3 persen yoy dengan nilai Rp 1.961,3 triliun. Artinya, terjadi percepatan signifikan dalam perputaran uang di masyarakat dalam satu bulan terakhir.

Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai lonjakan uang beredar dipicu oleh beberapa faktor utama.
“Yang pertama karena di kuartal ketiga kemarin, investasi asing langsung (Foreign Direct Investment atau FDI) mengalami peningkatan cukup besar, dan investasi secara umum juga naik. Hal ini berpengaruh langsung pada jumlah uang yang beredar di masyarakat,” ujar Yusuf kepada kumparanBISNIS, Sabtu (25/10).

Selain dari investasi, penyaluran kredit perbankan juga menjadi faktor penting. Pertumbuhan penyaluran kredit yang mencapai sekitar Rp 200 triliun menambah likuiditas di pasar, sehingga uang yang berputar di perekonomian semakin besar.

“Kalau kita lihat, bank pada September juga mencatatkan pertumbuhan kredit, meskipun tidak seluruhnya berasal dari stimulus Rp 200 triliun,” tambahnya.

Yusuf menilai peningkatan belanja pemerintah pada kuartal III 2025 turut memperkuat dorongan terhadap pertumbuhan uang beredar. “Ini capaian yang patut diapresiasi, terutama karena dapat mendukung momentum pertumbuhan ekonomi di kuartal IV nanti,” ujarnya.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Eddy Junarsin, menjelaskan kenaikan uang beredar tidak lepas dari kebijakan moneter longgar (loose money policy) yang diterapkan Bank Indonesia.
“Penurunan suku bunga acuan mendorong peningkatan penyaluran kredit oleh perbankan. Sementara dari sisi fiskal, penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun juga mempercepat pertumbuhan uang beredar,” jelasnya.

Meski begitu, Eddy mengingatkan bahwa efek nyata dari kebijakan ini belum sepenuhnya terasa di sektor riil karena masih menunggu efek pengganda (multiplier effect).
“Sisi positifnya, bisnis akan tumbuh karena lebih mudah mengakses pembiayaan, konsumsi domestik meningkat, dan ekonomi terpacu. Namun, sisi negatifnya potensi inflasi bisa ikut naik,” katanya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan peningkatan jumlah uang beredar mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin bergairah.
“Uang primer (M0) adjusted pada September 2025 tumbuh 18,6 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan 7,3 persen yoy pada bulan sebelumnya,” ungkap Denny dalam keterangannya, Kamis (23/10).

Menurut BI, pertumbuhan ini mencerminkan penguatan sisi permintaan masyarakat seiring dengan pulihnya daya beli, peningkatan investasi, dan stabilnya inflasi di level terkendali.

Dengan tren pertumbuhan uang beredar yang kuat, para ekonom optimistis perekonomian nasional akan tumbuh lebih baik pada kuartal IV 2025. Kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang ekspansif diharapkan bisa menjaga momentum pemulihan, terutama di sektor konsumsi dan investasi. Namun, pemerintah dan Bank Indonesia diminta tetap waspada terhadap potensi kenaikan inflasi akibat meningkatnya likuiditas di pasar.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Bakal Beri Diskon Tarif Listrik untuk Daerah Terdampak Bencana di Sumatra

    Pemerintah Bakal Beri Diskon Tarif Listrik untuk Daerah Terdampak Bencana di Sumatra

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah berencana memberikan diskon tarif listrik bagi masyarakat di sejumlah daerah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Kebijakan tersebut tengah dikaji oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai bentuk kehadiran negara dalam membantu pemulihan pascabencana. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan rencana pemberian potongan […]

  • Pertamina Drilling Temukan Sumber Migas Baru di Indramayu

    Pertamina Drilling Temukan Sumber Migas Baru di Indramayu

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) kembali mencatatkan capaian penting dalam kegiatan eksplorasi migas nasional. Rig PDSI#15.3/N110-M berhasil menemukan indikasi sumber minyak dan gas (migas) baru melalui pengeboran sumur eksplorasi SAC-001 di wilayah Pertamina EP Zona 7, Indramayu, Jawa Barat. Operasi pengeboran berlangsung sejak 16 Agustus hingga 29 Oktober 2025, dengan kedalaman […]

  • Bulog dan Komite II DPD RI Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan Nasional

    Bulog dan Komite II DPD RI Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan Nasional

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perum Bulog bersama Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional melalui penguatan stok beras, optimalisasi distribusi, serta kolaborasi pengawasan dan pertukaran data antarinstansi. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa Bulog terus bekerja dengan semangat pelayanan publik untuk memastikan ketahanan pangan dapat dirasakan […]

  • Emas Antam Kembali Tergelincir, Segini Harga Buyback Hari Ini

    Emas Antam Kembali Tergelincir, Segini Harga Buyback Hari Ini

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan produksi Antam kembali mengalami penurunan pada perdagangan Senin (18/5/2026). Setelah sempat bergerak fluktuatif dalam beberapa hari terakhir, harga logam mulia kini turun Rp5.000 per gram. Berdasarkan pembaruan harga terbaru, emas Antam dibanderol Rp2.764.000 per gram. Angka tersebut lebih rendah dibanding perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.769.000 per gram. Tak […]

  • Harga Minyak Dunia Menguat, Per Barel Brent US,26 dan WTI US,67

    Harga Minyak Dunia Menguat, Per Barel Brent US$63,26 dan WTI US$59,67

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia menguat pada penutupan perdagangan Kamis (5/12/2025) waktu AS, didorong ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan segera memangkas suku bunga acuannya. Sementara itu, mandeknya pembicaraan damai Ukraina turut menahan harapan pemulihan aliran minyak Rusia ke pasar global. Brent ditutup naik 59 sen atau 0,94% menjadi US$ 63,26 per barel. Adapun West […]

  • Update Harga Sembako Pasar Kasang Jambi: Cabai Merah Kecil Turun, Beras dan Daging Stabil

    Update Harga Sembako Pasar Kasang Jambi: Cabai Merah Kecil Turun, Beras dan Daging Stabil

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Kasang, Kota Jambi, terpantau relatif stabil berdasarkan pembaruan 15 Januari 2026. Dari pantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, hanya sebagian kecil komoditas yang mengalami perubahan harga, sementara mayoritas sembako masih bertahan di level sebelumnya. Penurunan harga tercatat pada cabai merah kecil yang turun sebesar 12 persen […]

expand_less