Terpukul Lagi! Nilai Tukar Rupiah Segini Pagi Ini
- account_circle -
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali terpukul Kamis (9/4/2026) pagi ini. Pelemahan ini terjadi karena tertekan sentimen global di tengah ketidakpastian gencatan senjata AS-Iran dan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Berdasarkan data dari Antara, rupiah melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp17.030 per dolar Amerika Serikat (AS) dari penutupan sebelumnya di level Rp17.012 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat turun 0,07% ke level 99,06.
Dikutip dari TradingView, indeks dolar AS kembali ke level 99 seiring gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran membuat sentimen investor tetap berhati-hati.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi pelanggaran kesepakatan gencatan senjata oleh Israel yang menyerang Lebanon.
“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp17.020 – Rp17.080 dipengaruhi oleh meningkatnya kembali tekanan eksternal setelah klaim Iran terhadap pelanggaran kesepakatan gencatan senjata terkait serangan Israel ke Lebanon, sehingga memicu harga minyak naik,” ujarnya.
Mengutip Anadolu, sebelumnya AS telah menerima proposal berisi 10 poin sebagai dasar yang dapat dijalankan untuk negosiasi dengan tujuan untuk mengakhiri perang.
Salah satu poin yang tercantum ialah penghentian permusuhan di semua garda depan, termasuk di Lebanon.
Namun, Israel kembali melancarkan serangan udara besar-besaran di daerah Dahiyeh, sebelah selatan Beirut, Lebanon. Tentara Israel sebelumnya menyatakan telah menyerang lebih dari 100 lokasi dalam waktu 10 menit di Beirut, Lembah Beqaa, dan Lebanon selatan, dengan total wafat 254 orang.
Bahkan, sebagaimana dilaporkan Sputnik, Wakil Presiden AS JD Vance pada Rabu (8/4) kemudian mengatakan penghentian permusuhan di Lebanon bukan bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dan menyebut isu tersebut sebagai “kesalahpahaman”.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa penghentian konflik di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan karena keterlibatan kelompok Hizbullah. Trump menilai situasi di negara itu merupakan bagian dari “bentrokan terpisah.”
Melihat sentimen domestik, rilis cadangan devisa yang mengalami penurunan sebesar 3,7 miliar dolar AS menjadi 148,2 miliar dolar AS pada akhir Maret 2026 dan surplus perdagangan yang di bawah harapan pelaku pasar tak memberikan efek terhadap pergerakan rupiah.
“Konsensus pasar surplus perdagangan 1,5 miliar dolar AS, tapi realisasi 1,2 miliar dolar AS,” ungkap dia.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua



Saat ini belum ada komentar