Rupiah Tembus ke Level Rp17.001 Hari Ini
- account_circle -
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tembus Rp17.001 pada Senin (9/3/2026). (F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tembus Rp17.001 pada Senin (9/3/2026). Pelemahan dipicu sentimen konflik Timur Tengah dan penurunan outlook Indonesia oleh Fitch.
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah melemah 76 poin atau 0,45 persen ke level Rp17.001 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.925 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,7% ke level 99,67.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memprediksi, pergerakan rupiah pekan ini di kisaran Rp 16.850 -17.100 per dolar AS. Ia memaparkan, prospek rupiah tertekan sentimen terkait perang di Timur Tengah yang telah memasuki hari ketujuh.
“Konflik di Timur Tengah memasuki hari ketujuh pada hari Jumat tanpa tanda-tanda mereda yang jelas, membuat pasar keuangan global tetap waspada,” bebernya, belum lama ini.
Tak hanya pasar keuangan, konflik antara AS, Israel, dan Iran juga meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global yang pada akhirnya memicu kekhawatiran gelombang inflasi. Kekhawatiran tentang lonjakan inflasi sekaligus mempersulit prospek bagi bank sentral global, termasuk The Fed.
Ibrahim mengantisipasi bahwa sentimen ini akan mempengaruhi pergerakan rupiah. “Harga minyak yang lebih tinggi cenderung memicu inflasi dan dapat membuat para pembuat kebijakan lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga dalam waktu dekat,” Ibrahim menyoroti.
Dari sisi internal, rupiah melemah setelah lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menurunkan prospek (outlook) Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Fitch juga memproyeksikan bahwa rasio pendapatan negara terhadap PDB Indonesia hanya akan mencapai rata-rata 13,3% terhadap PDB selama periode 2026-2027, jauh tertinggal dari median negara setara di kategori ‘BBB’ yang berada di level 25,5%.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua


Saat ini belum ada komentar