Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Loyo Pagi Ini, Diprediksi Bisa Tembus Level Rp17 Ribu

Rupiah Loyo Pagi Ini, Diprediksi Bisa Tembus Level Rp17 Ribu

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) loyo pada perdagangan awal pekan ini, Senin (19/1/2026). Rupiah dibuka ada di level Rp16.904 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.887 per dolar AS. Mata uang Indonesia ini melemah 17 poin atau 0,10 persen.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, meski demikian rupiah diprediksi akan kembali melemah hingga menembus level Rp17 ribu per USD.

“Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah hingga menembus Rp17 ribu, dengan rentang pergerakan harian di level Rp16.840 per USD hingga Rp17.000 per USD,” jelas Ibrahim.

Pergerakan kurs rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen global dimana Presiden AS Donald Trump mengancam untuk mengenakan tarif impor tambahan sebesar 10 persen untuk delapan negara Uni Eropa yang menghalangi keinginan Trump membeli Greenland.

Bea masuk tambahan itu akan mulai diberlakukan pada 1 Februari mendatang untuk barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, yang akan meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Di sisi lain, Ibrahim memandang konsumsi rumah tangga kini masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional, dengan didominasi oleh kelas menengah.

“Namun, kelas menengah di Indonesia mengalami kondisi tertekan dan bergerak menuju ke kelompok rentan,” sebut dia.

Oleh karena itu, ia menganggap perlunya stimulus yang lebih banyak diberikan kepada kelas menengah untuk menjaga kondisi daya belinya. Sebab, kelas menengah merupakan kelompok yang terimpit di tengah kondisi gejolak perekonomian, padahal merupakan pondasi pertumbuhan ekonomi.

Stimulus ekonomi pemerintah diketahui kerap kali lebih banyak digelontorkan untuk rumah tangga berpenghasilan rendah atau kelompok miskin. Diantaranya seperti bantuan sosial (bansos), program keluarga harapan (PKH), dan bantuan langsung tunai (BLT).

Sementara untuk kalangan menengah, baru-baru ini ditetapkan pemerintah insentif pajak penghasilan (PPh) 21 bagi pekerja di sektor padat karya dan pariwisata dengan penghasilan di bawah Rp10 juta per bulan.

“Namun, stimulus itu baru diberlakukan bagi lima sektor, yakni industri alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, kulit dan barang dari kulit, serta sektor pariwisata,” jelas Ibrahim.

Pemerintah juga perlu untuk memperluas atau memperbanyak bentuk stimulus untuk kalangan menengah. Bahkan perlunya kelompok menengah memperoleh stimulus yang serupa dengan stimulus yang digelontorkan untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Di Asia, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand mencatat penguatan terbesar yakni 0,51%, disusul yen Jepang yang menguat 0,24%, dolar Singapura menguat 0,18%, yuan China menguat 0,08%, dolar Taiwan menguat 0,08% dan ringgit Malaysia menguat 0,03% terhadap dolar AS.

Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS pagi ini. Peso Filipina melemah 0,07%, won Korea melemah 0,05% dan dolar Hong Kong melemah 0,009% terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,15, turun dari akhir pekan lalu yang ada di 99,39.(*)

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral Video Gubernur Jabar Sidak Pabrik AQUA, Danone Klarifikasi Sumber Air Aman dan Tak Ganggu Lingkungan

    Viral Video Gubernur Jabar Sidak Pabrik AQUA, Danone Klarifikasi Sumber Air Aman dan Tak Ganggu Lingkungan

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyidak lokasi pengolahan air mineral AQUA menjadi viral di media sosial. Saat sidak ke pabrik Aqua di Subang, Dedi menanyakan dari mana sumber air yang digunakan, apakah berasal dari sungai atau mata air. Namun, jawaban karyawan pabrik yang mengatakan pasokan air berasal dari bawah tanah tampak […]

  • Harga Sembako di Pasar Rakyat Kasang Jambi Masih Stabil

    Harga Sembako di Pasar Rakyat Kasang Jambi Masih Stabil

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Kasang, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada pembaruan terakhir Kamis (22/1/2026). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, tidak terdapat lonjakan maupun penurunan signifikan pada mayoritas komoditas pangan strategis. Komoditas beras berbagai merek seperti Beras Naruto, Anggur, Belido, King, OP Bulog, dan Tiga Kartu tercatat dijual […]

  • Danantara Pastikan Ajak Menkeu Purbaya Negosiasi Utang Whoosh ke China

    Danantara Pastikan Ajak Menkeu Purbaya Negosiasi Utang Whoosh ke China

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) memastikan akan melibatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam proses negosiasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dengan Pemerintah China. Komitmen itu disampaikan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penyelesaian kewajiban konsorsium. Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti […]

  • NTT Jadi Pusat Energi Baru dan Terbarukan Nasional

    NTT Jadi Pusat Energi Baru dan Terbarukan Nasional

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai siap menjadi salah satu pusat suplai energi baru dan terbarukan (EBT) nasional untuk mendukung agenda Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi. Pakar energi Prof. Fredrik L. Benu mengungkapkan bahwa NTT memiliki dua sumber energi strategis yang berpotensi besar menopang bauran energi nasional, yaitu biomassa serta energi […]

  • 10 Jenis Pekerjaan yang Paling Cocok untuk Gen Z di Era Digital, Nomor 3 Banyak Diminati!

    10 Jenis Pekerjaan yang Paling Cocok untuk Gen Z di Era Digital, Nomor 3 Banyak Diminati!

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Generasi Z (Gen Z) kini semakin banyak yang memasuki dunia kerja. Namun, tidak sedikit yang merasa kesulitan menemukan pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan minat, gaya hidup, dan prinsip work-life balance mereka. Di era digital seperti sekarang, peluang kerja untuk Gen Z sebenarnya sangat luas. Banyak profesi baru bermunculan berkat kemajuan teknologi dan media […]

  • Toyota Hentikan Penjualan Fortuner di Australia, Ini Penjelasannya

    Toyota Hentikan Penjualan Fortuner di Australia, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Toyota memutuskan menghentikan penjualan Toyota Fortuner di Australia. Penyebabnya karena performa penjualan Fortuner di pasar Australia tidak sebaik model Toyota lain. Fortuner pertama kali meluncur di Australia pada 2015. Selama satu dekade, SUV ini dikenal sebagai salah satu model Toyota dengan penjualan paling lambat di negara tersebut. Vice President Sales and Marketing Toyota […]

expand_less