Rupiah Bangkit! Dibuka Menguat ke Rp18.074 per Dolar AS
- account_circle -
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah berhasil bangkit pada pembukaan perdagangan Jumat (31/7/2026). Setelah sempat tertekan pada perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia kini kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip Antara, rupiah dibuka terapresiasi 0,20 persen atau 37 poin menjadi Rp18.074 per dolar AS. Penguatan ini terjadi setelah di perdagangan sebelumnya, rupiah melemah dengan terkoreksi 38 poin ke level Rp 18.111 per dolar AS.
Di sisi lain, indeks dolar AS terpantau menguat 0,26 persen ke posisi 100,130. Koreksi tajam sehari sebelumnya diharapkan mampu memberi ruang bagi rupiah untuk bergerak lebih kuat.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan rupiah memperoleh sentimen dari serangan militer AS terhadap Iran yang menyebabkan kenaikan harga minyak.
“Lonjakan harga minyak dipicu oleh serangan militer AS terhadap Iran yang meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan memicu sentimen risk-off di pasar negara berkembang,” ujarnya.
Mengutip Anadolu, AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu malam (29/7) dengan dalih membalas “percobaan serangan Iran” terhadap pasukan AS di Timur Tengah, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM).
Serangan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menjanjikan respons “sangat keras” setelah sebuah drone menghantam sebuah tanker LNG milik AS di Mesir.
Melihat sentimen global, rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh sebesar 1,5 persen quartal on quartal (qoq) pada kuartal II-2026, melambat 2,1 persen qoq pada kuartal I-2026, dan berada di bawah konsesus pasar sebesar 2 persen qoq.
Sementara itu, Personal Spending hanya meningkat 0,3 persen month on month pada Juni 2026, melambat dari 0,9 persen mom pada bulan sebelumnya, dan lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 0,4 persen mom.
“Di sisi inflasi, indikator inflasi pilihan Fed, yaitu PCE Price Index dan Core PCE Price Index, masing-masing melandai menjadi 3,7 persen year on year (yoy) dan 3,3 persen yoy pada Juni 2026, sejalan dengan ekspektasi pasar.
“Kami memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp18 ribu–18.125 per dolar AS pada hari ini,” ungkap dia.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
