Penderita GERD dan Asam Lambung Boleh Puasa? Ini Penjelasan Dokter Pencernaan
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Penderita GERD (gastroesophageal reflux disease) dan asam lambung kerap ragu menjalani puasa Ramadan karena khawatir gejala kambuh. Namun, dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi menegaskan, puasa tetap bisa dijalani selama kondisi dalam keadaan stabil.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi, Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa pasien dengan riwayat maag atau GERD sebaiknya memastikan kondisi tidak sedang kambuh sebelum memulai puasa.
“Apabila punya masalah maag yang akut tentu harus diobati terlebih dahulu. Masih ada waktu sebelum Ramadan untuk mengontrolnya,” ujar dr Ari dalam keterangannya.
Menurutnya, jika tidak ada keluhan aktif atau gejala kambuh, penderita GERD tidak memiliki larangan khusus untuk berpuasa. Kunci utamanya adalah menjaga pola makan saat sahur dan berbuka.
Puasa Bisa Bantu Perbaiki Pola Makan
Dalam banyak kasus, puasa justru memberi dampak positif bagi kesehatan pencernaan. Hal ini karena pola makan menjadi lebih teratur dibandingkan hari biasa.
Saat tidak berpuasa, kebiasaan makan tidak teratur, konsumsi camilan berlebihan, makanan pedas, asam, atau berlemak sering menjadi pemicu naiknya asam lambung. Selama Ramadan, jadwal makan yang terbatas pada sahur dan berbuka membantu tubuh beradaptasi dengan ritme yang lebih stabil.
Selain itu, aktivitas ibadah seperti salat dan dzikir turut memberikan efek menenangkan yang berdampak baik pada lambung.
“Ketenangan jiwa saat menjalankan ibadah puasa merupakan hal yang positif untuk kesehatan lambung,” jelasnya.
Agar puasa tetap nyaman, berikut beberapa tips bagi penderita GERD dan asam lambung:
- Jangan melewatkan sahur.
- Hindari makanan terlalu pedas, asam, berlemak, dan berminyak.
- Batasi konsumsi kopi dan minuman bersoda.
- Makan dalam porsi kecil saat berbuka, jangan langsung berlebihan.
- Hindari langsung tidur setelah makan.
- Tetap konsumsi obat sesuai anjuran dokter bila diperlukan.
Jika muncul gejala seperti nyeri ulu hati hebat, mual muntah berulang, atau sensasi terbakar yang parah, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar