Musim Mudik 2026, Jalur Pantura di Indramayu Dipenuhi Penyapu Uang
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Sejumlah penyapu uang recehan di Jalur Arus Mudik Pantura, Indramayu
JAMBISNIS.COM – Fenomena warga yang menjadi penyapu uang kembali muncul saat musim mudik Lebaran 2026 di Jalur Pantura, tepatnya di kawasan Jembatan Sewo yang berada di perbatasan Indramayu dan Subang, Jawa Barat.
Seiring meningkatnya volume kendaraan pemudik yang melintas, ratusan warga terlihat memadati pinggir hingga badan jalan sambil membawa sapu lidi untuk mengais uang dari para pengendara.
Para penyapu uang tersebut berdiri berjajar menunggu pemudik yang melempar koin atau uang kertas dari dalam kendaraan. Ketika uang dilempar, mereka langsung berebut hingga ke tengah jalan untuk menyapunya menggunakan sapu lidi.
Fenomena ini tak hanya menjadi pemandangan rutin saat arus mudik, tetapi juga dinilai berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Salah seorang pemudik bernama Adi mengaku kondisi tersebut cukup mengganggu perjalanan, meskipun ia menilai praktik itu sudah seperti tradisi yang terjadi setiap tahun.
“Memang agak mengganggu. Tapi mungkin sudah jadi kebiasaan mereka,” kata Adi saat melintas di jalur tersebut.
Selain mengganggu arus lalu lintas, kebiasaan melempar uang dari kendaraan juga dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan.
Ketika uang dilempar ke jalan, para penyapu uang sering kali berlari hingga ke tengah jalur kendaraan untuk mengambilnya. Situasi ini dapat memicu kecelakaan karena kendaraan yang melaju tidak selalu bisa berhenti mendadak.
Adi pun mengaku memilih untuk tidak melempar uang karena khawatir membahayakan pengguna jalan lain.
“Kalau melempar uang juga bisa membahayakan pengendara lain yang ada di belakang,” ujarnya.
Di sepanjang jalur tersebut sebenarnya telah dipasang rambu larangan melempar koin demi menjaga keselamatan. Aparat juga beberapa kali melakukan imbauan dan penertiban.
Namun fenomena penyapu uang di Jalur Pantura tetap muncul hampir setiap musim mudik.
Bagi sebagian warga setempat, aktivitas ini menjadi cara untuk mendapatkan uang dari para pemudik yang melintas.
Salah seorang penyapu uang bernama Samsiah mengaku sadar akan risiko yang dihadapi, namun kondisi ekonomi membuatnya tetap nekat turun ke jalan.
“Takut sih takut, tapi bagaimana lagi. Namanya juga orang tidak punya,” ujarnya.
- Penulis: say say


Saat ini belum ada komentar