Mengapa Berbuka Puasa Dianjurkan dengan Makanan Manis? Ini Penjelasan Medis Dokter
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 20 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Buah Kurma
JAMBISNIS.COM – Anjuran berbuka puasa dengan makanan manis bukan sekadar tradisi turun-temurun. Secara medis, kebiasaan tersebut memiliki dasar ilmiah yang berkaitan dengan kondisi tubuh setelah berpuasa seharian.
Kepala Departemen Kedokteran Islam dan Kemuhammadiyahan Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan, dr. Agus Sukaca, M.Kes, menjelaskan bahwa setelah lebih dari 13 jam tidak makan dan minum, tubuh mengalami penurunan cadangan energi secara signifikan.
Menurut dia, kunci utama saat berbuka puasa adalah memilih asupan yang dapat dengan cepat diserap dan diolah menjadi energi.
“Nabi menganjurkan kurma karena buah ini mengandung glukosa sederhana. Begitu dikonsumsi, ia sangat cepat dikonversi oleh tubuh menjadi energi,” ujar dr. Agus.
Glukosa sederhana yang terdapat dalam kurma mampu langsung masuk ke sistem metabolisme tanpa melalui proses pemecahan yang rumit. Karena itu, tubuh yang sebelumnya terasa lemas dapat kembali bertenaga dalam waktu relatif singkat.
Sebaliknya, ia menilai kebiasaan langsung mengonsumsi makanan berat seperti nasi saat azan Maghrib berkumandang kurang tepat secara medis. Nasi mengandung karbohidrat kompleks yang memerlukan proses pemecahan kimiawi lebih panjang sebelum berubah menjadi energi.
Akibatnya, tubuh tidak segera merasakan efek segar setelah makan. Proses metabolisme yang lebih lama membuat energi baru tersedia secara bertahap.
Dr. Agus menyarankan agar umat Muslim memulai berbuka dengan makanan manis dalam porsi wajar, kemudian dilanjutkan dengan makanan utama setelah tubuh mulai beradaptasi.
Pemahaman mengenai mekanisme tubuh saat berpuasa ini penting agar ibadah Ramadan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan prinsip gizi seimbang.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar