Hilirisasi Komoditas Mulai Buka Peluang Industri Baru di Jambi
- account_circle say say
- calendar_month 39 menit yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi: industri kepala sawit.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pengembangan industri pengolahan komoditas mulai menjadi perhatian di sejumlah kabupaten di Provinsi Jambi. Sawit di Batang Hari, kelapa di Tanjung Jabung Timur, serta kopi di Kerinci memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, sehingga kegiatan ekonomi tidak berhenti pada penjualan bahan mentah.
Di Kabupaten Batang Hari, investasi menjadi salah satu penggerak kegiatan ekonomi daerah. Hingga triwulan I 2026, investasi yang masuk mencapai sekitar Rp594,527 miliar, dengan sebagian investasi diarahkan pada pembangunan pabrik pengolahan crude palm oil (CPO). Pemerintah daerah kemudian mendorong agar pengolahan sawit berkembang lebih jauh ke produk turunan.
Dorongan tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional. Pada semester I 2026, realisasi investasi sektor hilirisasi Indonesia mencapai Rp300,1 triliun, atau 29,7 persen dari total realisasi investasi nasional. Pemerintah juga menyatakan hilirisasi produk kelapa sawit masih menjadi salah satu sektor yang ingin terus dikembangkan.
Peluang lain datang dari Tanjung Jabung Timur melalui komoditas kelapa. Kabupaten ini memiliki sekitar 51 ribu hektare perkebunan kelapa dengan produksi sekitar 51 ribu ton pada 2024. Potensi tersebut membuka ruang bagi pengembangan produk turunan seperti minyak kelapa, produk berbahan sabut dan tempurung, hingga produk olahan untuk pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Kerinci memiliki peluang melalui komoditas kopi. Pengembangan tidak hanya dilakukan pada tahap budidaya, tetapi juga pengolahan pascapanen, roasting, pengemasan, pemasaran dan penguatan produk kopi daerah. Pengembangan produk olahan membuat kopi memiliki lebih banyak bentuk penjualan, dari biji hingga kopi siap konsumsi.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa pada 2025, pengembangan hilirisasi kopi secara nasional meningkatkan jenis produk dari cherry menjadi green bean, roasted bean, dan kopi bubuk. Hal tersebut memperlihatkan bagaimana satu komoditas dapat menghasilkan lebih banyak produk setelah melalui proses pengolahan.
Bagi Jambi, perkembangan tersebut menciptakan peluang bisnis di luar sektor perkebunan. Industri pengolahan membutuhkan mesin, gudang, transportasi, kemasan, tenaga kerja, pembiayaan, distribusi hingga pemasaran.
Dengan pertumbuhan ekonomi Jambi yang mencapai 4,33 persen pada triwulan I 2026, pengembangan industri pengolahan dapat menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
- Penulis: say say
