Harga Ayam Hidup Anjlok ke Rp18 Ribu per Kg
- account_circle say say
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Ayam Hidup Cuma Rp18 Ribu per Kg, Jauh di Bawah HAP Pemerintah
JAMBISNIS.COM – Harga ayam hidup di tingkat peternak dilaporkan anjlok hingga Rp18 ribu per kilogram (kg), jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp25 ribu per kg. Kondisi ini membuat peternak mengalami kerugian cukup besar.
Berdasarkan data Persatuan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Harga Pokok Produksi (HPP) ayam hidup saat ini mencapai sekitar Rp22 ribu per kg. Artinya, peternak merugi hingga Rp4 ribu per kg dari setiap penjualan.
Anggota Permindo, Asep Saepudin, menjelaskan bahwa penurunan harga ayam terjadi secara bertahap dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, harga bisa turun Rp500 hingga Rp1.000 per kg setiap harinya.
“Sekarang harga ayam hidup sudah di kisaran Rp18.500 per kg dan terus merosot. Dengan HPP di Rp22 ribu, peternak jelas merugi,” ujarnya.
Penurunan harga ayam hidup dipicu oleh melimpahnya pasokan di tingkat peternak yang tidak terserap pasar. Setelah momentum Ramadan dan Idulfitri, permintaan ayam justru melemah.
Selain itu, berhentinya sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah turut memperparah kondisi. Program tersebut sebelumnya menjadi salah satu penopang penyerapan ayam di pasar.
“Setelah Lebaran, pasar belum kembali normal dan MBG belum berjalan. Akibatnya stok ayam menumpuk, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” jelas Asep.
Di sisi lain, biaya produksi justru mengalami kenaikan. Harga pakan ternak dilaporkan naik sekitar Rp200 per kg dari harga normal yang berada di kisaran Rp8.200 hingga Rp8.500 per kg.
Kenaikan harga pakan ini membuat HPP ikut terdongkrak, sehingga memperbesar tekanan bagi peternak di tengah harga jual yang terus turun.
Peternak berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga ayam hidup di pasar. Mereka menilai intervensi diperlukan agar harga kembali mendekati titik impas.
“Harapan kami harga bisa kembali minimal di Rp24 ribu per kg supaya peternak tidak terus merugi,” pungkasnya.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar