Minggu, 28 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Ekonomi Iran Porak Poranda: Inflasi Tinggi, Nilai Tukar Rial Anjlok, Harga Pangan Melonjak

Ekonomi Iran Porak Poranda: Inflasi Tinggi, Nilai Tukar Rial Anjlok, Harga Pangan Melonjak

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kondisi ekonomi Iran kian memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Tingginya inflasi, anjloknya nilai tukar mata uang rial, serta melonjaknya harga kebutuhan pokok membuat daya beli masyarakat tertekan dan memicu gelombang protes di berbagai kota.

Tekanan ekonomi tersebut diperparah oleh kejatuhan nilai tukar rial yang sangat drastis. Data menunjukkan, pada pertengahan Desember 2025, nilai tukar masih berada di kisaran 42.000 rial per dolar AS. Namun kini, mata uang Iran itu melemah tajam hingga menembus lebih dari 1,1 juta rial per dolar AS, bahkan sempat menyentuh rekor terendah di level 1,4 juta rial per dolar AS.

Kondisi ini membuat barang impor menjadi hampir tidak terjangkau bagi masyarakat. Secara domestik, situasinya juga tidak jauh lebih baik karena lonjakan harga pangan dan kebutuhan sehari-hari terus terjadi.

Iran sebenarnya telah lama bergulat dengan inflasi tinggi. Namun dalam 12 bulan terakhir, tekanan inflasi melonjak signifikan. Inflasi tercatat naik dari 31,8 persen pada Januari 2025 menjadi 48,6 persen pada Oktober 2025, berdasarkan data Pusat Statistik Iran. Sementara pada Desember 2025, inflasi masih berada di kisaran di atas 42 persen.

Data Bank Dunia juga menunjukkan bahwa inflasi tahunan Iran pada 2024 melampaui 32 persen, menempatkan negara tersebut dalam jajaran negara dengan inflasi tertinggi di dunia. Sejak 2008, Iran hanya mencatat inflasi di bawah 25 persen dalam beberapa tahun saja, menandakan masalah struktural yang belum terselesaikan.

Krisis ekonomi ini berdampak langsung pada stabilitas sosial. Penurunan tajam nilai mata uang dan kenaikan harga pangan memicu kemarahan publik, yang kemudian berujung pada aksi demonstrasi besar-besaran. Pemerintah Iran merespons dengan langkah pengamanan ketat, seiring meningkatnya tekanan terhadap rezim.

Para pengamat menilai, tanpa reformasi ekonomi yang menyeluruh dan perbaikan hubungan internasional, tekanan terhadap perekonomian Iran berpotensi terus berlanjut. Jika tidak ditangani, krisis ini dikhawatirkan akan semakin memperdalam ketidakstabilan sosial dan politik di negara tersebut.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laba Bersih Bank Danamon Indonesia Tembus Rp1,1 Triliun, Kredit dan CASA Tumbuh di Kuartal I-2026

    Laba Bersih Bank Danamon Indonesia Tembus Rp1,1 Triliun, Kredit dan CASA Tumbuh di Kuartal I-2026

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Danamon Indonesia mencatat kinerja positif pada awal 2026. Laba bersih konsolidasian mencapai Rp 1,1 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 35 persen secara tahunan. Kinerja ini ditopang pertumbuhan kredit, penghimpunan dana, serta perbaikan kualitas aset. Laba operasional bank tercatat sebesar Rp 1,6 triliun, didorong efisiensi biaya kredit yang membaik 13 persen. Direktur Utama […]

  • Budaya Healing Anak Muda: Antara Self-Care Sejati atau Gaya Hidup Konsumtif?

    Budaya Healing Anak Muda: Antara Self-Care Sejati atau Gaya Hidup Konsumtif?

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Belakangan ini, istilah healing semakin akrab di telinga generasi muda. Dari liburan singkat ke Bali, nongkrong di kafe estetik, hingga sekadar rebahan di kamar dengan lilin aromaterapi, semua bisa disebut healing. Namun, di balik tren tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah budaya healing benar-benar menjadi bentuk self-care, atau justru berkembang menjadi gaya hidup konsumtif […]

  • Gantikan Pakaian Impor Bekas, Pemerintah Siapkan 1.300 Merek Lokal

    Gantikan Pakaian Impor Bekas, Pemerintah Siapkan 1.300 Merek Lokal

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan langkah tegas dalam memberantas masuknya pakaian impor bekas. Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengungkapkan bahwa sekitar 1.300 merek lokal telah disiapkan untuk mengisi pasar yang selama ini didominasi barang bekas impor, terutama pakaian. Ia menegaskan, aturan yang tercantum dalam Permendag Nomor 40 Tahun 2022 menjadi dasar pemerintah […]

  • Harga Sembako di Pasar Talang Banjar, Cabai Rawit Naik, Beras dan Daging Stabil

    Harga Sembako di Pasar Talang Banjar, Cabai Rawit Naik, Beras dan Daging Stabil

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Rabu (14/1/2026). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar komoditas pangan utama belum menunjukkan gejolak berarti, meski beberapa jenis cabai mengalami kenaikan harga. Untuk komoditas beras, harga masih bergerak stabil. Beras Naruto dan Beras Belido masing-masing […]

  • Bank Mandiri Pacu Inovasi Digital, Transaksi Livin’ dan Kopra Tembus Rp 11.700 Triliun

    Bank Mandiri Pacu Inovasi Digital, Transaksi Livin’ dan Kopra Tembus Rp 11.700 Triliun

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi digital lewat tiga solusi unggulan: Livin’ by Mandiri, Kopra by Mandiri, dan Livin’ Merchant. Ketiganya menjadi pendorong utama pertumbuhan transaksi dan inklusi keuangan nasional. Senior Vice President Digital Wholesale Banking Bank Mandiri BD Budi Prasetyo mengatakan inovasi digital menjadi strategi kunci perseroan dalam menghadirkan ekosistem […]

  • Rupiah Hari Ini Merosot, Sentimen Pasar Ekuitas Domestik Belum Pulih

    Rupiah Hari Ini Merosot, Sentimen Pasar Ekuitas Domestik Belum Pulih

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (30/1/2026). Rupiah dibuka melemah 52 poin atau 0,31 persen menjadi Rp16.807 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.755 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,18% ke posisi 96,46. Pergerakan rupiah sejalan dengan hampir seluruh mata uang di Asia. Baht Thailand […]

expand_less