Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Ekonomi Iran Porak Poranda: Inflasi Tinggi, Nilai Tukar Rial Anjlok, Harga Pangan Melonjak

Ekonomi Iran Porak Poranda: Inflasi Tinggi, Nilai Tukar Rial Anjlok, Harga Pangan Melonjak

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kondisi ekonomi Iran kian memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Tingginya inflasi, anjloknya nilai tukar mata uang rial, serta melonjaknya harga kebutuhan pokok membuat daya beli masyarakat tertekan dan memicu gelombang protes di berbagai kota.

Tekanan ekonomi tersebut diperparah oleh kejatuhan nilai tukar rial yang sangat drastis. Data menunjukkan, pada pertengahan Desember 2025, nilai tukar masih berada di kisaran 42.000 rial per dolar AS. Namun kini, mata uang Iran itu melemah tajam hingga menembus lebih dari 1,1 juta rial per dolar AS, bahkan sempat menyentuh rekor terendah di level 1,4 juta rial per dolar AS.

Kondisi ini membuat barang impor menjadi hampir tidak terjangkau bagi masyarakat. Secara domestik, situasinya juga tidak jauh lebih baik karena lonjakan harga pangan dan kebutuhan sehari-hari terus terjadi.

Iran sebenarnya telah lama bergulat dengan inflasi tinggi. Namun dalam 12 bulan terakhir, tekanan inflasi melonjak signifikan. Inflasi tercatat naik dari 31,8 persen pada Januari 2025 menjadi 48,6 persen pada Oktober 2025, berdasarkan data Pusat Statistik Iran. Sementara pada Desember 2025, inflasi masih berada di kisaran di atas 42 persen.

Data Bank Dunia juga menunjukkan bahwa inflasi tahunan Iran pada 2024 melampaui 32 persen, menempatkan negara tersebut dalam jajaran negara dengan inflasi tertinggi di dunia. Sejak 2008, Iran hanya mencatat inflasi di bawah 25 persen dalam beberapa tahun saja, menandakan masalah struktural yang belum terselesaikan.

Krisis ekonomi ini berdampak langsung pada stabilitas sosial. Penurunan tajam nilai mata uang dan kenaikan harga pangan memicu kemarahan publik, yang kemudian berujung pada aksi demonstrasi besar-besaran. Pemerintah Iran merespons dengan langkah pengamanan ketat, seiring meningkatnya tekanan terhadap rezim.

Para pengamat menilai, tanpa reformasi ekonomi yang menyeluruh dan perbaikan hubungan internasional, tekanan terhadap perekonomian Iran berpotensi terus berlanjut. Jika tidak ditangani, krisis ini dikhawatirkan akan semakin memperdalam ketidakstabilan sosial dan politik di negara tersebut.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • BGN Angkat 32.000 Petugas Makan Bergizi Gratis Jadi PPPK Februari 2026

    BGN Angkat 32.000 Petugas Makan Bergizi Gratis Jadi PPPK Februari 2026

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan mengangkat sebanyak 32.000 petugas program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Februari 2026. Pemerintah telah menyiapkan anggaran besar untuk mendukung penguatan sumber daya manusia (SDM) di lembaga tersebut. Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan, proses rekrutmen PPPK telah dilakukan secara bertahap. Pada […]

  • Hadapi 10 Pecatur Terbaik, MN Izhar Bafadhol Gelar Simultan di Posko Catur Rusuh Sungai Penuh

    Hadapi 10 Pecatur Terbaik, MN Izhar Bafadhol Gelar Simultan di Posko Catur Rusuh Sungai Penuh

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komitmen pembinaan olahraga catur di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh kembali ditegaskan melalui kegiatan simultan catur yang digelar di Posko Catur Rusuh Lawang Agung, Sungai Penuh, Senin (16/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan Master Nasional (MN) Izhar Bafadhol dan diikuti 10 pecatur terbaik dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kegiatan tersebut merupakan inisiatif Persatuan […]

  • Cuaca Jambi Sepekan ke Depan Didominasi Hujan, Waspada Petir

    Cuaca Jambi Sepekan ke Depan Didominasi Hujan, Waspada Petir

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Prakiraan cuaca di Provinsi Jambi untuk periode 27 Maret hingga 5 April 2026 didominasi hujan ringan di hampir seluruh kabupaten dan kota. Berdasarkan data prakiraan, wilayah seperti Kabupaten Kerinci, Merangin, dan Sarolangun berpotensi mengalami hujan ringan secara konsisten dalam beberapa hari ke depan, dengan suhu berkisar antara 16 hingga 32 derajat Celsius dan […]

  • Menkeu Purbaya Ungkap 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing

    Menkeu Purbaya Ungkap 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya praktik under invoicing yang dilakukan sejumlah perusahaan dan berpotensi menyebabkan kebocoran penerimaan negara. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam praktik tersebut dan saat ini tengah menghitung potensi kerugian yang ditimbulkan. “Under invoicing kan banyak, kita sudah kejar. Kita sudah deteksi perusahaan-perusahaan yang […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Cabe Rawit Hijau Naik 23 Persen

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Cabe Rawit Hijau Naik 23 Persen

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo Kota Jambi pada Jumat (10/10/2025) terpantau relatif stabil. Namun, sejumlah komoditas seperti cabe rawit hijau mengalami kenaikan cukup signifikan. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas harga bahan pokok di Pasar Angso Duo masih stabil menjelang akhir pekan. Dari puluhan komoditas yang dipantau, hanya […]

  • Polemik Pajak Jalan Tol: Target Penerimaan Negara Berhadapan dengan Daya Beli Masyarakat

    Polemik Pajak Jalan Tol: Target Penerimaan Negara Berhadapan dengan Daya Beli Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada jasa jalan tol memicu perdebatan luas. Kebijakan ini dinilai berada di persimpangan antara kebutuhan meningkatkan penerimaan negara dan menjaga daya beli masyarakat. Rencana tersebut masuk dalam strategi pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk periode 2025–2029. Tujuannya memperluas basis pajak guna mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur, termasuk […]

expand_less