Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Diserang AS-Israel dan Dihantam Embargo 50 Tahun, Mengapa Iran Masih Bertahan?

Diserang AS-Israel dan Dihantam Embargo 50 Tahun, Mengapa Iran Masih Bertahan?

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyorot ketahanan Iran. Di tengah konflik terbuka melawan Amerika Serikat dan Israel, negara itu dinilai tetap mampu memberikan perlawanan kuat meski telah menghadapi embargo internasional hampir setengah abad.

Sejak Revolusi Iran 1979, Iran menjadi salah satu negara yang paling lama menghadapi sanksi ekonomi dari Barat, terutama dari Amerika Serikat. Namun hingga kini, tekanan ekonomi tersebut belum sepenuhnya mampu melumpuhkan kekuatan politik dan militernya.

Embargo Dimulai Sejak Revolusi 1979

Setelah revolusi yang menggulingkan rezim Shah pada 1979, Washington mulai menjatuhkan berbagai sanksi ekonomi terhadap Iran.

Sanksi tersebut mencakup pembekuan aset, embargo perdagangan terutama minyak, pembatasan akses sistem keuangan internasional seperti SWIFT, hingga larangan ekspor senjata.

Tujuannya adalah menekan program nuklir serta kekuatan militer Iran yang dianggap mengancam stabilitas kawasan.

Tekanan internasional semakin kuat ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2006 mulai memberlakukan sanksi tambahan terkait program nuklir Teheran. Puncaknya terjadi pada 2010 ketika Dewan Keamanan PBB mengesahkan Resolusi DK PBB 1929 yang memperketat embargo terhadap Iran. Sanksi tersebut berdampak besar pada ekonomi Iran, terutama sektor energi dan sistem perbankan.

Embargo Justru Mendorong Kemandirian

Meski tekanan ekonomi berlangsung selama puluhan tahun, Iran justru mampu mengembangkan berbagai sektor strategis secara mandiri. Pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Sya’roni Rofii, menilai embargo membuat Iran terpaksa mengembangkan teknologi dalam negeri, termasuk di sektor pertahanan.

Menurut dia, ilmuwan dan insinyur Iran didorong untuk berinovasi karena keterbatasan akses terhadap teknologi luar negeri. Akibatnya, Iran kini mampu memproduksi berbagai sistem persenjataan sendiri, mulai dari rudal hingga drone militer. Kemandirian tersebut bahkan membuat Iran mampu mengekspor teknologi militer ke negara lain.

Industri Pertahanan Tumbuh di Tengah Sanksi

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran diketahui menjadi salah satu pemasok drone dan rudal yang cukup diperhitungkan di dunia. Beberapa laporan menyebut teknologi drone Iran digunakan dalam konflik global, termasuk dalam perang antara Rusia dan Ukraina yang meletus sejak Invasi Rusia ke Ukraina 2022.

Selain itu, kekuatan militer Iran juga dinilai tidak bisa diremehkan. Berdasarkan data Global Firepower, Iran berada di peringkat ke-16 dari 145 negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia. Sementara itu Israel berada di peringkat ke-14, sedangkan Amerika Serikat masih menempati posisi pertama.

Ideologi Perlawanan Jadi Faktor Penting

Selain faktor teknologi dan industri pertahanan, ketahanan Iran juga dipengaruhi oleh ideologi politik yang menekankan perlawanan terhadap dominasi Barat. Nilai tersebut ditanamkan dalam sistem pendidikan dan kebijakan negara sehingga mendorong masyarakat untuk mengembangkan kemandirian nasional.

Kombinasi antara tekanan eksternal, inovasi teknologi domestik, dan ideologi politik itulah yang membuat Iran tetap mampu bertahan meski menghadapi embargo internasional selama puluhan tahun.

Di tengah konflik terbaru dengan Amerika Serikat dan Israel, faktor-faktor tersebut kembali menjadi fondasi utama ketahanan Teheran dalam menghadapi tekanan global.

  • Penulis: say say

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil UFC 322: Islam Makhachev Menang Mutlak atas Jack Della Maddalena

    Hasil UFC 322: Islam Makhachev Menang Mutlak atas Jack Della Maddalena

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Islam Makhachev kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu petarung paling dominan di UFC. Dalam gelaran UFC 322 di New York, Minggu (16/11), Makhachev sukses mengalahkan Jack Della Maddalena lewat keputusan mutlak dengan skor identik 50-45, 50-45, 50-45 dari ketiga juri. Sejak ronde pertama dimulai, Makhachev tampil percaya diri. Meski sempat meladeni pertarungan stand-up, […]

  • Harga Perak Merosot dari Level Tertinggi

    Harga Perak Merosot dari Level Tertinggi

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni Antam merosot pada Jumat (30/1/2026). Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam turun Rp 150 ke level Rp 72.750 per gram. Pelemahan ini menurunkan harga perak Antam dari level tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) yang tercatat pada Kamis (29/1/2026). Dengan harga terbaru ini harga dasar perak Antam murni […]

  • Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp 9,3 Triliun, Setara Rp 100 per Saham

    Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp 9,3 Triliun, Setara Rp 100 per Saham

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan membagikan dividen interim kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp 9,3 triliun atau setara Rp 100 per saham. Keputusan tersebut disampaikan dalam laporan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat (19/12/2025). Laporan itu ditandatangani oleh Corporate Secretary Bank Mandiri, […]

  • BRI Pimpin Sindikasi Pembiayaan Sawit Sumbermas Rp 5,2 Triliun untuk Perkuat Industri Sawit Nasional

    BRI Pimpin Sindikasi Pembiayaan Sawit Sumbermas Rp 5,2 Triliun untuk Perkuat Industri Sawit Nasional

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI resmi memfasilitasi sindikasi pembiayaan senilai Rp 5,2 triliun kepada PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS). Dalam skema ini, BRI berperan sebagai Original Mandated Lead Arranger & Bookrunner sekaligus Facility Agent, menegaskan kapasitasnya dalam memimpin pembiayaan berskala besar di sektor agribisnis. Wakil Direktur Utama BRI, Agus […]

  • OJK Gelar Apresiasi Media Massa 2025, Mahendra Siregar Puji Peran Pers Jaga Stabilitas Sektor Keuangan

    OJK Gelar Apresiasi Media Massa 2025, Mahendra Siregar Puji Peran Pers Jaga Stabilitas Sektor Keuangan

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar Apresiasi Media Massa 2025 sebagai bentuk penghargaan kepada media yang dinilai berperan penting dalam menyampaikan informasi program dan kebijakan OJK kepada publik. Acara digelar di Jakarta, Selasa (2/12/2025), dan dihadiri pimpinan redaksi, redaktur, dan wartawan dari berbagai media nasional dan daerah. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar […]

  • Ekonomi Provinsi Jambi 2025 Tumbuh 4,93 Persen, PDRB Tembus Rp349,66 Triliun

    Ekonomi Provinsi Jambi 2025 Tumbuh 4,93 Persen, PDRB Tembus Rp349,66 Triliun

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perekonomian Provinsi Jambi sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jambi tumbuh 4,93 persen (year on year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang tercatat 4,50 persen. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp349,66 triliun, sementara PDRB atas […]

expand_less