Dana Rp 200 Triliun Menganggur, Menkeu Purbaya Ancam Cabut dari Bank BUMN yang Lemot Salurkan Kredit
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Rab, 5 Nov 2025
- comment 0 komentar

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa
JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal tegas kepada bank-bank pelat merah terkait rendahnya penyerapan dana pemerintah. Dana Rp 200 triliun yang ditempatkan di lima bank BUMN akan dicabut jika tidak segera disalurkan ke sektor riil. Dalam rapat kerja dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Selasa (4/11/2025), Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin dana tersebut hanya “parkir” di bank tanpa manfaat langsung bagi perekonomian.
“Alhamdulillah, saya sebar di lima bank — Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI. Rata-rata penyerapannya sudah lumayan, kecuali BTN baru 19 persen. Uangnya akan saya pindahin ke tempat lain nanti,” ujar Purbaya.
Menurutnya, rendahnya penyerapan dana di Bank Tabungan Negara (BTN) mencerminkan lemahnya permintaan di sektor perumahan. Padahal, sektor ini memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar, terutama bagi industri bahan bangunan dan tenaga kerja.
“Dia (Dirut BTN) bilang akan serap, tapi ternyata baru segitu. Ini menggambarkan demand sektor perumahan masih lemah. Saya pikir, waduh gawat kita nih,” kata Menkeu Purbaya.
Purbaya menekankan bahwa pemerintah akan terus memantau kinerja penyaluran dana oleh bank-bank pelat merah agar program pemulihan ekonomi berjalan efektif. Bila ada lembaga yang tidak mampu menyalurkan dana secara optimal, maka pemerintah akan memindahkan dana tersebut ke bank yang lebih agresif menyalurkan kredit.
Langkah ini diambil untuk mempercepat perputaran uang di sektor riil, meningkatkan daya beli masyarakat, dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian global.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar