Bukan Hanya Kota Jambi, Pertumbuhan Bisnis Mulai Perlu Dibaca dari Kabupaten
- account_circle say say
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

Tanjung Jabung Barat, pernah tercatat sebagai salah satu kontributor terbesar terhadap perekonomian Jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Ketika membicarakan bisnis di Provinsi Jambi, perhatian sering kali terkonsentrasi pada Kota Jambi. Padahal struktur ekonomi provinsi ini terbentuk dari aktivitas 11 kabupaten/kota dengan karakter ekonomi yang berbeda.
Publikasi BPS mengenai PDRB kabupaten/kota 2021–2025 menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki struktur ekonomi dan pola permintaan yang berbeda. Data tersebut mencakup konsumsi rumah tangga, investasi, konsumsi pemerintah hingga ekspor neto.
Perbedaan tersebut membuat strategi lokasi bisnis tidak bisa diseragamkan. Daerah berbasis pertanian memiliki rantai ekonomi yang berkaitan dengan produksi, pengumpulan, pengolahan dan distribusi komoditas. Wilayah dengan aktivitas perdagangan yang lebih kuat memiliki kebutuhan berbeda, terutama pada retail, jasa, logistik dan layanan konsumen.
Tanjung Jabung Barat, misalnya, pernah tercatat sebagai salah satu kontributor terbesar terhadap perekonomian Jambi. BPS mencatat kontribusinya terhadap PDRB provinsi mencapai 18,17 persen pada 2022. Pada periode yang sama, Muaro Jambi memiliki kontribusi 11,96 persen dan dikenal memiliki industri pengolahan dalam jumlah besar.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa pusat aktivitas ekonomi Jambi tersebar.
Bagi pengusaha, kondisi ini membuka cara pandang baru. Kabupaten tidak semata-mata menjadi pasar sekunder setelah Kota Jambi. Sebagian wilayah justru memiliki basis ekonomi sendiri yang menciptakan kebutuhan terhadap perdagangan, jasa, transportasi, pengolahan dan fasilitas komersial.
Pertumbuhan ekonomi provinsi pada 2025 sebesar 4,93 persen dan pertumbuhan 4,15 persen pada triwulan II 2026 menunjukkan bahwa ekonomi regional tetap bergerak, meski kecepatannya berbeda antarperiode.
Karena itu, membaca peluang bisnis Jambi ke depan membutuhkan pendekatan yang lebih luas: bukan hanya “di mana lokasi paling ramai?”, tetapi “di mana aktivitas ekonomi sedang tumbuh dan kebutuhan konsumennya belum sepenuhnya terlayani?”
- Penulis: say say
