Selasa, 30 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Baru Sehari Menguat, Rupiah Kembali Tersungkur Dihantam Dolar AS

Baru Sehari Menguat, Rupiah Kembali Tersungkur Dihantam Dolar AS

  • account_circle -
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Penguatan rupiah tidak mampu bertahan lama. Setelah sempat memberikan harapan pada perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia kembali tertekan oleh bangkitnya dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (30/6/2026).

Mengutip Antara, nilai tukar rupiah melemah 32 poin atau tergerus 0,18 persen menjadi Rp17.883 per dolar AS. Pelemahan ini membalikkan capaian positif sehari sebelumnya ketika rupiah berhasil menguat 0,39 persen dan ditutup di level Rp17.851 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah datang seiring kembali menguatnya mata uang Negeri Paman Sam di pasar global. Indeks dolar AS tercatat naik 0,15 persen ke level 101,28, menandakan investor kembali memburu aset berdenominasi dolar.

Sebelumnya, dolar sempat kehilangan momentum setelah muncul laporan bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali berjalan normal. Kondisi tersebut sempat meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dunia.

Meredanya kekhawatiran di Selat Hormuz ikut mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman atau safe haven. Kondisi ini memberi ruang bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah, untuk bergerak lebih positif.

Namun, pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed). Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada rapat The Fed 28-29 Juli berada di 31,50%. Sementara itu, peluang suku bunga tetap dipertahankan di level saat ini mencapai 68,50%.

Investor kini menanti rilis data tenaga kerja AS pada pekan ini, termasuk data ADP dan nonfarm payrolls. Data tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan pasar dalam membaca arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Dari dalam negeri, pemerintah bersama DPR, Bank Indonesia (BI), dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) juga telah menggelar rapat koordinasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memitigasi dampak ketidakpastian global.

Dari sisi fiskal, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memastikan kondisi APBN masih terjaga. Defisit hingga Mei 2026 tercatat sebesar 0,7% terhadap produk domestik bruto (PDB) dan diperkirakan tetap berada di bawah batas 3% hingga akhir 2026.

Stabilitas fiskal ini menjadi salah satu hal yang dicermati pasar, terutama di tengah tekanan global terhadap nilai tukar dan kebutuhan menjaga kepercayaan investor.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjelang Idul Adha, Harga Cabai di Pasar Angso Duo Naik hingga 15 Persen

    Menjelang Idul Adha, Harga Cabai di Pasar Angso Duo Naik hingga 15 Persen

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, harga bahan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, mulai menunjukkan dinamika. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan, terutama cabai, di tengah meningkatnya permintaan masyarakat untuk kebutuhan hari besar keagamaan. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi per 21 Mei 2026, harga cabai menjadi yang paling menonjol mengalami […]

  • Soroti Bangunan Tahan Gempa, Dody Sebut Indonesia Harus Contoh Jepang

    Soroti Bangunan Tahan Gempa, Dody Sebut Indonesia Harus Contoh Jepang

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginginkan Indonesia harus mencontoh Jepang terkait penerapan bangunan tahan gempa. Dody beralasan, Indonesia berada di ring of fire atau cincin api. Hal itu ditandai dengan aktivitas gunung berapi dan gempa bumi berkala akibat pergerakan dan pertemuan lempeng-lempeng tektonik. “Kita harus mulai mencontoh Jepang. Memang kemudian ada tim […]

  • Rupiah Melemah Dekati Rp17.000, Ini Sektor Saham yang Diuntungkan dan Tertekan

    Rupiah Melemah Dekati Rp17.000, Ini Sektor Saham yang Diuntungkan dan Tertekan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah yang bergerak mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS memberikan dampak yang beragam terhadap pasar saham Indonesia. Di tengah tekanan mata uang, sejumlah sektor justru diuntungkan, sementara sektor lainnya menghadapi kenaikan biaya dan tekanan margin. Head of Research RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai prospek pasar saham Indonesia pada 2026 […]

  • Tambang batubara

    Cuan, Harga Batubara Acuan Naik untuk Semua Kategori

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga batubara acuan atau HBA untuk periode kedua Desember 2025 mengalami kenaikan. Kenaikan ini terjadi untuk semua kategori. Kenaikan tertinggi terjadi pada batubara dengan kandungan kalori tertinggi (6.322 GAR), yakni naik 2,55 dolar AS. Dengan kenaikan ini, harga batubara acuan 6.322 GAR di angka 100,81 dolar AS. Berdasarkan SK Kemen ESDM berikut harga […]

  • AFPI Perkuat Ekosistem Fintech Indonesia di Hong Kong Fintech Week 2025

    AFPI Perkuat Ekosistem Fintech Indonesia di Hong Kong Fintech Week 2025

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperkuat posisi Indonesia di kancah global melalui partisipasi dalam Hong Kong Fintech Week (HKFW) 2025, ajang pameran dan konferensi fintech terbesar di dunia. Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, mengatakan keikutsertaan ini menjadi langkah penting untuk mempromosikan ekosistem pinjaman daring (pindar) Indonesia sekaligus memperluas kerja sama lintas […]

  • Harga Sembako di Jambi Stabil, Cabai dan Bawang Masih Fluktuatif

    Harga Sembako di Jambi Stabil, Cabai dan Bawang Masih Fluktuatif

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di sejumlah pasar tradisional di Kota Jambi terpantau stabil menjelang akhir Oktober 2025. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi per 26 Oktober 2025, sebagian besar harga bahan pokok di tiga pasar utama — Pasar Rakyat Talang Banjar, Pasar Angso Duo, dan Pasar Rakyat Kasang  […]

expand_less