Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » APBN Oktober 2025 Seret: Pajak Turun dan K/L Kembalikan Anggaran Rp3,5 Triliun

APBN Oktober 2025 Seret: Pajak Turun dan K/L Kembalikan Anggaran Rp3,5 Triliun

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Kinerja APBN hingga akhir Oktober 2025 menunjukkan tekanan dari sisi penerimaan pajak dan rendahnya serapan anggaran kementerian/lembaga (K/L). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa penerimaan pajak masih seret, sementara beberapa K/L justru mengembalikan anggaran hingga Rp3,5 triliun.

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah terus mengejar realisasi pajak di tengah perlambatan ekonomi. Sejumlah wajib pajak, termasuk pengusaha, dilaporkan belum memenuhi kewajiban tepat waktu sehingga otoritas pajak harus mengirimkan surat teguran hingga melakukan kunjungan langsung.

“Ada pengusaha yang belum bayar pajak. Kami kirim surat supaya mereka membayar tepat waktu. Semua upaya kami lakukan sesuai aturan,” ujar Purbaya, Jumat (14/11/2025).

Data Kemenkeu memperlihatkan rasio pajak (tax ratio) hingga kuartal III/2025 merosot menjadi 8,58% terhadap PDB, level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Pada periode yang sama, tax ratio tercatat 9,48% pada 2024, 10,15% pada 2023, dan 10,9% pada 2022. Penurunan ini menjadi sinyal perlambatan aktivitas ekonomi dan lemahnya setoran pajak dari pelaku usaha. Dari sisi belanja negara, Purbaya menegaskan adanya K/L yang tak mampu merealisasikan anggarannya sehingga harus mengembalikan dana.

“Ada Rp3,5 triliun yang dikembalikan karena mereka tidak mampu membelanjakan anggaran tersebut,” kata Purbaya.

Ia tidak merinci K/L mana saja yang melakukan pengembalian, tetapi menyebut bahwa persoalan serapan rendah banyak terjadi pada K/L beranggaran besar. Salah satu yang disorot adalah Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga 30 September 2025, serapan anggaran BGN baru mencapai 16,9%, terendah di antara K/L lainnya. Kementerian PUPR juga serapannya masih 48,2%, disusul Kementan yang baru 32,8%. Meski penerimaan menurun dan belanja tersendat, Purbaya memastikan defisit APBN tetap terkendali.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Tertekan Lagi, Kini Rp16.928 per Dolar AS

    Rupiah Tertekan Lagi, Kini Rp16.928 per Dolar AS

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah tertekan lagi. Pada perdagangan pagi ini rupiah sentuh Rp16.928 per dolar AS. Hal ini akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang masih membayangi pasar keuangan global. Mengutip dari Antara, Jumat (27/3/2026), mata uang Indonesia bergerak melemah 14 poin atau 0,14 persen menjadi Rp16.928 per dolar AS dari penutupan sebelumnya, Kamis (26/3/2026), tercatat […]

  • Erupsi Gunung Semeru, Awan Panas 8,5 Km Tutup Akses Jembatan Gladak Perak

    Erupsi Gunung Semeru, Awan Panas 8,5 Km Tutup Akses Jembatan Gladak Perak

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gunung Semeru kembali erupsi pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, memicu luncuran awan panas sejauh 8,5 kilometer dari puncak. BPBD Jawa Timur melaporkan bahwa arah luncuran mengarah ke kawasan Jembatan Gladak Perak, Lumajang, yang berada di sisi tenggara Semeru. Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menyampaikan bahwa akses menuju Jembatan Gladak […]

  • Harga Perak Nyaris Tembus Rp70.000 per Gram

    Harga Perak Nyaris Tembus Rp70.000 per Gram

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni PT Antam kembali melonjak. Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam hari ini, Rabu (28/1/2026), naik kencang Rp 2.700 ke level Rp 69.450 per gram. Harga perak Antam semakin mendekati level Rp 70.000 per gram. Untuk harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 17.762.500, […]

  • Rupiah Menguat Tipis di Akhir Perdagangan, Rp 16.648 Per Dolar AS

    Rupiah Menguat Tipis di Akhir Perdagangan, Rp 16.648 Per Dolar AS

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah berhasil menguat di akhir perdagangan hari ini, Jumat (5/12/2025). Rupiah menguat tipis 0,03 persen dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp16.653 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah ditutup di Rp16.648 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia. Seperti bahdt Thailand menjadi mata uang […]

  • Kemendagri Tekankan Perencanaan Matang dan Optimalisasi APBD di Tengah Tantangan Fiskal

    Kemendagri Tekankan Perencanaan Matang dan Optimalisasi APBD di Tengah Tantangan Fiskal

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dan optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai kunci pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel dan responsif. Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, mengatakan kekuasaan pengelolaan keuangan daerah secara konstitusional berada di tangan kepala daerah, baik gubernur maupun bupati dan wali kota. […]

  • Petani India Tertekan, Impor Kedelai dan Jagung GM AS Picu Kekhawatiran

    Petani India Tertekan, Impor Kedelai dan Jagung GM AS Picu Kekhawatiran

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Petani kedelai di negara bagian Madhya Pradesh, India tengah, mengaku kecewa dengan hasil panen musim ini. Lahan subur seluas lebih dari 3 hektare (7,4 acre) hanya menghasilkan 9.000 kg kedelai, atau sekitar seperlima dari produksi yang seharusnya. Akibat hujan berlebihan yang merusak tanaman. Sementara itu, harga jagung yang ditanam di dekat kedelai justru […]

expand_less