Senin, 27 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » PPATK Bongkar Modus Kredit Fiktif: Libatkan Orang Dalam hingga Aliran Dana ke Luar Negeri

PPATK Bongkar Modus Kredit Fiktif: Libatkan Orang Dalam hingga Aliran Dana ke Luar Negeri

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mengungkap praktik kredit fiktif di sektor perbankan masih menjadi ancaman serius bagi sistem keuangan nasional. Modus yang digunakan tidak hanya melibatkan manipulasi data, tetapi juga peran orang dalam hingga aliran dana ke luar negeri.

Dalam talkshow edukasi publik, PPATK menegaskan bahwa kasus kredit fiktif umumnya baru terdeteksi setelah terjadi kredit macet dan audit internal oleh pihak bank. “Biasanya bank mengetahui setelah ada kredit bermasalah, lalu dilakukan audit dan dilaporkan ke PPATK,” ujar perwakilan PPATK.

Praktik ini kerap memanfaatkan celah pengawasan, di mana dana kredit yang seharusnya digunakan untuk usaha justru dialihkan ke rekening pribadi atau pihak tertentu. Pola tersebut diperparah dengan penggunaan rekening nominee dan perusahaan cangkang guna menyamarkan aliran dana.

PPATK menyoroti keterlibatan oknum internal perbankan sebagai faktor kunci yang memungkinkan kredit fiktif tetap cair meski tidak memenuhi syarat. Dalam banyak kasus, data debitur dimanipulasi agar terlihat layak.

“Sering kali ada campur tangan internal sehingga kredit bisa dicairkan, padahal secara kelayakan tidak memenuhi,” ungkapnya.

Selain itu, PPATK juga menelusuri kemungkinan adanya aliran dana balik atau kickback kepada oknum tersebut, termasuk melalui pembelian aset yang tidak sesuai dengan profil penghasilan.

Lebih jauh, PPATK menemukan indikasi dana hasil kejahatan dapat mengalir hingga ke luar negeri. Untuk menelusuri hal ini, lembaga tersebut bekerja sama dengan jaringan intelijen keuangan global atau Financial Intelligence Unit (FIU).

Namun, proses pelacakan tidak mudah. Modus layering yang kompleks serta penggunaan transaksi tunai menjadi tantangan utama dalam mengungkap dan memulihkan aset hasil kejahatan.

Di sisi lain, pengamat perbankan menilai sistem pengawasan industri saat ini sebenarnya sudah sangat ketat dan berlapis. Namun, celah tetap terbuka jika integritas pelaku di dalam sistem tersebut bermasalah.

Kasus kredit fiktif dinilai bersifat kasuistis dan tidak secara langsung menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap perbankan, meskipun tetap menjadi peringatan serius bagi regulator dan industri.

PPATK mendorong penguatan langkah preventif, mulai dari analisis kelayakan kredit hingga pengawasan penggunaan dana setelah pencairan. Edukasi publik juga dianggap penting agar masyarakat memahami risiko dan turut mengawasi praktik keuangan di sekitarnya.

Pantau terus berita perkembangan ekonomi, saham, harga emas, dan harga sembako terkini secara cepat dan akurat di Jambisnis.com.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah merosot lagi. Dibuka saat mengawali perdagangan Kamis (5/2/2026), rupiah bergerak melemah 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.805 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi seiring rilis data ekonomi AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,04% ke 97,65. Bersamaan dengan rupiah, beberapa mata uang kawasan Asia […]

  • Badai MSCI Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok ke Level 8.306 pada Perdagangan Awal Pekan

    Badai MSCI Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok ke Level 8.306 pada Perdagangan Awal Pekan

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (2/2). Tekanan di pasar saham domestik masih berlanjut seiring belum meredanya dampak kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap saham-saham Indonesia. Pada pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG turun 33,45 poin atau 0,40 persen ke level 8.306. Sepanjang awal sesi, indeks saham […]

  • Dana Rp 200 Triliun Menganggur, Menkeu Purbaya Ancam Cabut dari Bank BUMN yang Lemot Salurkan Kredit

    Dana Rp 200 Triliun Menganggur, Menkeu Purbaya Ancam Cabut dari Bank BUMN yang Lemot Salurkan Kredit

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal tegas kepada bank-bank pelat merah terkait rendahnya penyerapan dana pemerintah. Dana Rp 200 triliun yang ditempatkan di lima bank BUMN akan dicabut jika tidak segera disalurkan ke sektor riil. Dalam rapat kerja dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Selasa (4/11/2025), Purbaya menegaskan […]

  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini Mandek! Murah atau Mahal? Cek Disini

    Harga Emas Pegadaian Hari Ini Mandek! Murah atau Mahal? Cek Disini

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan yang dijual Pegadaian pada perdagangan Senin (25/5/2026) tercatat belum bergerak dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Setelah mengalami sejumlah perubahan dalam beberapa waktu terakhir, harga emas hari ini terpantau masih bertahan di level yang sama seperti Minggu (24/5/2026). Tiga produk emas andalan Pegadaian, yakni Galeri24, Antam, dan UBS, kompak tidak menunjukkan perubahan […]

  • Kementerian PKP Tambah Rumah Subsidi Buat Nakes, Segini Totalnya

    Kementerian PKP Tambah Rumah Subsidi Buat Nakes, Segini Totalnya

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar gembira dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia. Kemeterian PKP menambah kuota rumah subsidi permanen bagi 5.000 unit bagi nakes. Sehingga, totalnya menjadi 35.000 unit. Para nakes tersebut terdiri dari tiga profesi yaitu Tenaga Kesehatan Perawat Anestesi, Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), serta Tenaga Kesehatan Terapis […]

  • Airlangga Hartarto Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2026

    Airlangga Hartarto Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2026

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid di tengah tekanan global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan ekonomi nasional mampu tumbuh hingga 5,3% sepanjang 2026. Optimisme tersebut didukung oleh kinerja ekonomi domestik yang dinilai kuat serta relatif tahan terhadap gejolak eksternal. Bahkan, pada kuartal I-2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan bisa mencapai 5,5%. Di […]

expand_less