Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Sanae Takaichi Belum Ada Saingan, Jabatan Perdana Menteri Jepang

Sanae Takaichi Belum Ada Saingan, Jabatan Perdana Menteri Jepang

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Upaya pemimpin Partai Liberal Demokratik (LDP), Sanae Takaichi, untuk menjadi perdana menteri wanita pertama Jepang kembali mendapatkan momentum pekan ini. Hal ini terjadi seiring dengan kemajuan pembicaraan aliansi dengan partai politik lain.

Setelah Partai Komeito mengakhiri kerja sama mereka selama 26 tahun pekan lalu, LDP yang hampir selalu memimpin Jepang sejak era pasca-perang kini menjajaki kemungkinan bekerja sama dengan Partai Inovasi Jepang (Ishin), partai sayap kanan yang memiliki pengaruh di parlemen.

Pemungutan suara parlemen untuk memilih perdana menteri berikutnya dijadwalkan berlangsung Selasa mendatang. Sistem pemilihan ini menetapkan bahwa kandidat yang meraih mayoritas suara gabungan dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Tinggi akan menjadi perdana menteri.

Jika tidak ada kandidat yang memperoleh mayoritas sederhana, akan diadakan putaran kedua antara dua kandidat dengan suara terbanyak. Dalam hal terjadi perbedaan antara kedua kamar, suara Dewan Perwakilan Rakyat yang menjadi penentu.

Saat ini, LDP menguasai 196 dari 465 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat, masih jauh dari ambang mayoritas sederhana sebanyak 233 kursi.

Jika Ishin bergabung, jumlah kursi gabungan mereka mencapai 231. Untuk menambah dua suara lagi, LDP tengah mencari dukungan dari partai-partai kecil baru. Namun, belum jelas apakah Ishin akan menjadi mitra koalisi resmi atau hanya memberikan dukungan politik.

Sementara itu, kemungkinan munculnya kandidat lain masih belum pasti. Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDPJ), yang memiliki 148 kursi, mengusulkan agar partai oposisi mengajukan satu kandidat bersama, kemungkinan Yuichiro Tamaki, pemimpin Partai Demokrat untuk Rakyat (DPFP).

Jika CDPJ, DPFP (27 kursi), dan Komeito (24 kursi) bersatu, total kursi mereka akan melampaui LDP, meski tetap belum cukup untuk mayoritas sederhana.

Namun, Tamaki menyatakan perbedaan mendasar antara partainya dengan CDPJ terkait isu seperti energi nuklir dan keamanan membuat pembentukan aliansi menjadi tantangan besar.

Dengan dinamika politik yang kompleks ini, pertemuan dan kesepakatan terakhir antara LDP dan partai-partai lain akan menjadi kunci penentuan siapa yang akan memimpin Jepang dalam waktu dekat.(*)

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • beras selundupan

    Setelah Aceh, Terungkap 40 Ton Beras Impor Selundupan Masuk ke Batam

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Belum lagi terungkap otak di balik impor ilegal beras dari Thailand ke Aceh, kasus serupa kembali terungkap. Kali ini sebanyak 40 ton beras impor ilegal masuk ke Batam. “Tadi malam ada laporan dari Batam, melalui (aplikasi) lapor Pak Amran menyampaikan bahwasannya ada beras yang sandar. Sandarnya jam 11 malam,” kata Menteri Pertanian Amran […]

  • Rupiah Tidak Melawan! Segini Harga Dolar AS di BCA hingga BNI

    Rupiah Tidak Melawan! Segini Harga Dolar AS di BCA hingga BNI

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali tak berkutik di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia kembali melemah pada pembukaan perdagangan Rabu (16/9/2026), menandakan tekanan terhadap rupiah belum mereda. Mengutip Antara, rupiah dibuka di level Rp17.730 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 36 poin atau 0,20 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.694 per […]

  • Boeing Rugi Rp89,8 Triliun, Akibat Penundaan Pesawat 777X hingga 2027 dan Denda Jumbo

    Boeing Rugi Rp89,8 Triliun, Akibat Penundaan Pesawat 777X hingga 2027 dan Denda Jumbo

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perusahaan pesawat raksasa asal Amerika Serikat, Boeing Co, kembali mencatat kerugian besar pada kuartal ketiga 2025. Dalam laporan keuangannya, Boeing mengalami kerugian hingga USD 5,4 miliar atau sekitar Rp89,84 triliun (kurs Rp16.640 per USD). Kerugian tersebut terjadi akibat penundaan pengiriman pesawat jet berbadan lebar 777X, yang kini diperkirakan baru akan dikirimkan pada tahun […]

  • BPH Migas Temukan QR Code Ganda di SPBU Jambi

    BPH Migas Temukan QR Code Ganda di SPBU Jambi

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menemukan sejumlah indikasi penyalahgunaan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Provinsi Jambi. Salah satu temuan utama adalah penggunaan QR Code ganda untuk membeli BBM subsidi secara berulang. Temuan tersebut diperoleh setelah BPH Migas bersama Komisi […]

  • Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai di Jambi, BPS: Data Akurat Jadi Dasar Kebijakan Pemerintah

    Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai di Jambi, BPS: Data Akurat Jadi Dasar Kebijakan Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Jambi. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BPS Provinsi Jambi, Jumat (26/6/2026), sebagai langkah awal pengumpulan data ekonomi yang akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan. Pencanangan dihadiri Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Gubernur Jambi Al Haris, Wakil Ketua […]

  • Bikin Dunia Takluk! 6 Makanan Indonesia Masuk Top 10 TasteAtlas Awards 2025

    Bikin Dunia Takluk! 6 Makanan Indonesia Masuk Top 10 TasteAtlas Awards 2025

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kuliner Indonesia kembali mencuri perhatian dunia. Enam makanan khas Tanah Air sukses menembus Top 10 TasteAtlas Awards 2025/2026, ajang pemeringkatan kuliner global yang melibatkan ratusan ribu penilaian dari pecinta makanan internasional. TasteAtlas mencatat 590.228 suara valid yang menilai 18.912 makanan dari berbagai negara. Hasilnya, sejumlah hidangan Indonesia bukan hanya masuk daftar, tetapi juga […]

expand_less