Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode
Beranda » Bisnis Jambi » JBC Jadi “Ladang Rezeki” Driver Ojek Online, Grab dan Maxim Ramai Mangkal Disini

JBC Jadi “Ladang Rezeki” Driver Ojek Online, Grab dan Maxim Ramai Mangkal Disini

  • account_circle Syaiful Amri
  • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Keberadaan Jambi Business Center (JBC) tak hanya berdampak pada geliat bisnis dan kelancaran akses jalan yang ada dalam Kota Jambi.

Sebagai kawasan yang menggabungkan pusat perbelanjaan, hotel, convention center, dan ruko, JBC telah menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai kalangan datang kesini. Baik itu berbelanja, berkuliner ria, maupun rekreasi dan berolahraga.

Terlebih lagi, dengan aktivitas yang berlangsung hampir 24 jam membuat kawasan superblok ini menjadi selalu ramai dan lokasi favorit masyarakat Kota Jambi.

Tingginya mobilitas tersebut secara otomatis menciptakan permintaan transportasi yang tinggi, termasuk layanan ojek online.

Tak heran jika di sejumlah titik strategis dalam kawasan ini, terlihat banyak driver berbasis aplikasi tersebut yang mangkal sambil menunggu pesanan masuk.

Para driver ojek online seperti Maxim dan Grab berkumpul di area pintu masuk, sekitar ruko, hingga jalur utama yang ramai dilalui pengunjung. Mereka memanfaatkan momen sibuk, seperti jam pulang kerja, malam hari, hingga akhir pekan, untuk memaksimalkan pendapatan.

Rizky, salah satu driver Grab, mengaku JBC menjadi salah satu titik paling “basah” di Kota Jambi.

“Kalau mangkal di JBC, peluang dapat order itu besar. Hampir setiap saat ada saja penumpang, apalagi malam hari. Kadang habis antar, langsung dapat order lagi di sekitar sini,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Andi, pengemudi Maxim yang sudah cukup lama beroperasi di Kota Jambi. Ia menyebut JBC sebagai lokasi strategis yang tidak pernah sepi.

“Di sini itu lengkap, ada mall, hotel, tempat makan, jadi orang pasti butuh transportasi. Kami driver jadi lebih mudah cari penumpang. Dalam sehari bisa bolak-balik dapat order dari area ini saja,” katanya.

Selain karena ramainya aktivitas, faktor lain yang membuat JBC diminati para driver adalah akses jalannya yang terbuka dan terhubung ke berbagai titik penting di kota. Jalur alternatif yang menghubungkan kawasan Mayang ke Sungai Kambang menjadi keuntungan tersendiri.

Dengan akses tersebut, driver bisa lebih cepat mengantar penumpang tanpa harus terjebak kemacetan. Waktu tempuh yang lebih singkat juga memungkinkan mereka mengambil lebih banyak order dalam sehari.

“Sekarang enak, jalannya sudah terbuka. Antar penumpang jadi lebih cepat, tidak perlu mutar jauh. Ini sangat membantu kami untuk kejar target harian,” tambah Andi.

Kemudahan akses ini juga membuat penumpang lebih memilih memesan ojek online dari kawasan JBC karena waktu tunggu yang relatif singkat.

Menariknya, JBC tidak hanya menjadi tempat mencari penumpang, tetapi juga menjadi lokasi “nongkrong produktif” bagi para driver. Sambil menunggu order masuk, mereka biasanya berkumpul, berbincang, hingga beristirahat sejenak.

Suasana kawasan yang hidup dan fasilitas yang tersedia membuat para driver merasa nyaman menunggu di area ini. Ditambah lagi, peluang mendapatkan penumpang yang tinggi membuat waktu menunggu tidak terasa sia-sia.

“Kalau di sini, nunggu juga nggak lama. Paling beberapa menit sudah dapat order lagi. Jadi walaupun ramai driver, tetap kebagian,” ujar Rizky.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kehadiran JBC tidak hanya menguntungkan pelaku usaha besar, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi sektor informal seperti pengemudi ojek online.

Perputaran ekonomi yang terjadi di kawasan ini turut membuka peluang bagi banyak orang untuk meningkatkan pendapatan. Dari pengunjung yang datang, aktivitas bisnis yang berjalan, hingga kebutuhan transportasi, semuanya saling terhubung dalam satu ekosistem.

Bagi para driver Grab dan Maxim, JBC bukan sekadar titik mangkal, melainkan salah satu sumber utama penghasilan harian mereka. Dengan kondisi kawasan yang terus berkembang dan ramai, peluang tersebut diperkirakan akan terus terbuka lebar.

Ke depan, Jambi Business Center diprediksi akan tetap menjadi salah satu pusat aktivitas utama di Kota Jambi, sekaligus menjadi “ladang rezeki” bagi banyak pihak, termasuk para pejuang jalanan yang menggantungkan hidup dari layanan transportasi online.(*)

  • Penulis: Syaiful Amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Profil Tapanuli Tengah: Lokasi, Jumlah Penduduk, dan Dampak Banjir Sumatera 2025

    Profil Tapanuli Tengah: Lokasi, Jumlah Penduduk, dan Dampak Banjir Sumatera 2025

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling serius akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatra dalam beberapa hari terakhir. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan luas, korban jiwa, serta ribuan warga harus mengungsi. Berdasarkan data Polda Sumatera Utara, dari Selasa (25/11/2025) hingga Rabu (26/11/2025), sedikitnya terdapat […]

  • Koperasi Kini Bisa Kelola Tambang Minerba hingga 2.500 Hektare

    Koperasi Kini Bisa Kelola Tambang Minerba hingga 2.500 Hektare

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah resmi membuka peluang bagi koperasi untuk mengelola tambang mineral dan batu bara (minerba). Kebijakan ini ditegaskan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2025, perubahan kedua atas PP No.96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Minerba. Langkah tersebut menjadi angin segar bagi gerakan koperasi nasional, karena untuk pertama kalinya koperasi diberi ruang legal […]

  • Mobil Listrik Ditinggal Mudik: Wajib Jaga SOC Baterai agar Tetap Aman

    Mobil Listrik Ditinggal Mudik: Wajib Jaga SOC Baterai agar Tetap Aman

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menjelang musim mudik Lebaran, sebagian pemilik kendaraan memilih meninggalkan mobilnya di rumah dalam jangka waktu cukup lama, mulai dari beberapa hari hingga berminggu-minggu. Hal tersebut juga berlaku bagi pengguna mobil listrik. Namun, berbeda dengan mobil konvensional, kendaraan listrik memiliki komponen utama berupa baterai yang perlu diperhatikan kondisinya ketika mobil tidak digunakan dalam waktu […]

  • Kompak Anjlok! Emas Galeri24 Merosot Rp28.000, UBS Turun Rp17.000

    Kompak Anjlok! Emas Galeri24 Merosot Rp28.000, UBS Turun Rp17.000

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas buatan UBS dan Galeri24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis, (26/2/2026). Koreksi harga emas dari dua produk logam mulia itu di kisaran Rp17.000 dan Rp28.000. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas UBS kini di angka Rp3.082.000 per gram usai turun Rp17.000 dari perdagangan kemarin di Rp3.099.000. Sementara itu, Galeri24 […]

  • Chaos Demo Gen Z Madagaskar, Jenderal Jadi Perdana Menteri

    Chaos Demo Gen Z Madagaskar, Jenderal Jadi Perdana Menteri

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Madagaskar Andry Rajoelina menunjuk Jenderal Ruphin Fortunat Zafisambo sebagai Perdana Menteri baru. Hanya sepekan setelah ia membubarkan pemerintahan sebelumnya. Keputusan pada Senin (6/10/2025) tersebut menandai langkah terbaru Rajoelina dalam upayanya meredam ketegangan yang telah berlangsung selama tiga minggu terakhir. Menyusul demonstrasi nasional yang menuntut perbaikan layanan publik, terutama listrik dan air bersih, […]

  • Proyek BTN Ecopark Gandul Senilai Rp322,9 Miliar Selesai Dibangun

    Proyek BTN Ecopark Gandul Senilai Rp322,9 Miliar Selesai Dibangun

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT PP (Persero) Tbk. telah merampungkan pembangunan BTN Ecopark Gandul Tahap 1, kawasan Human Development milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dengan nilai proyek Rp322,9 miliar. Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 5 hektare itu diresmikan pada Jumat (5/12/2025), menandai hadirnya kawasan pengembangan SDM perbankan dengan standar Green Building Council Indonesia […]

expand_less