Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Dampak Perang Iran vs AS-Israel, Negara Asia Mulai Hemat BBM

Dampak Perang Iran vs AS-Israel, Negara Asia Mulai Hemat BBM

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sejumlah negara di Asia mulai menerapkan kebijakan darurat menyusul krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Krisis energi ini dipicu terganggunya jalur distribusi minyak global di Selat Hormuz, salah satu rute vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Sejumlah negara pun bergerak cepat mengantisipasi dampak lonjakan harga dan potensi kelangkaan BBM. Filipina menjadi salah satu negara yang mengambil langkah tegas dengan menetapkan status darurat energi nasional. Presiden Ferdinand Marcos Jr. mengeluarkan kebijakan tersebut untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik.

Sebagai negara importir minyak, Filipina dinilai sangat rentan terhadap gangguan distribusi global. Langkah serupa juga dilakukan Korea Selatan dengan membentuk tim darurat ekonomi guna menghadapi dampak konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah.

Sementara itu, Myanmar menerapkan kebijakan penghematan BBM dengan sistem ganjil-genap untuk kendaraan, serta membatasi distribusi bahan bakar menggunakan kode QR.

Pemerintah Myanmar juga memberlakukan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) untuk menekan konsumsi energi.

Di sisi lain, Vietnam memilih memberikan insentif berupa pemotongan pajak BBM, termasuk bahan bakar pesawat, guna menjaga daya beli masyarakat dan sektor industri.

Bagaimana dengan Indonesia? Pemerintah tengah mengkaji opsi penerapan WFH satu hari dalam sepekan sebagai langkah efisiensi konsumsi energi.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyebut kebijakan tersebut telah dibahas dalam rapat lintas kementerian yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto.

Lonjakan harga minyak dunia terjadi setelah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk ancaman Iran untuk menutup total Selat Hormuz jika serangan terhadap infrastruktur energi mereka berlanjut. Kondisi ini memicu kekhawatiran global karena ketergantungan banyak negara Asia terhadap impor energi.

Dengan berbagai langkah darurat yang ditempuh, negara-negara Asia kini berpacu menjaga stabilitas ekonomi di tengah ancaman krisis energi yang belum menunjukkan tanda mereda.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Pagi Ini Menguat Jadi Rp16.780 per Dolar AS

    Rupiah Pagi Ini Menguat Jadi Rp16.780 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi ini, Selasa (27/1/2026). Dikutip dari Antara, rupiah dibuka bergerak menguat 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.780 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.782 per dolar AS. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah hari ini akan menguat […]

  • Kerinci Jadi Penyumbang Terbesar Panen Padi Jambi 2025, Luasnya Tembus 16,76 Ribu Hektare

    Kerinci Jadi Penyumbang Terbesar Panen Padi Jambi 2025, Luasnya Tembus 16,76 Ribu Hektare

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Luas panen padi di Provinsi Jambi meningkat tajam sepanjang 2025. Berdasarkan data final Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi mencapai 80,37 ribu hektare. Angka ini bertambah 18,75 ribu hektare atau 30,42 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 61,63 ribu hektare. Kenaikan itu tidak hanya memperluas areal panen. Produksi padi Jambi juga ikut terdongkrak. […]

  • OJK Terbitkan POJK 35/2025 untuk Perkuat Perusahaan Pembiayaan dan Modal Ventura

    OJK Terbitkan POJK 35/2025 untuk Perkuat Perusahaan Pembiayaan dan Modal Ventura

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35 Tahun 2025 (POJK 35/2025) tentang Perubahan atas POJK Nomor 46 Tahun 2024 mengenai Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, dan Perusahaan Modal Ventura. Penerbitan aturan ini merupakan upaya OJK untuk meningkatkan peran, kinerja, serta daya saing perusahaan pembiayaan, perusahaan […]

  • Perjalanan KA Siliwangi Dihentikan Sementara,Ini Penyebabnya

    Perjalanan KA Siliwangi Dihentikan Sementara,Ini Penyebabnya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perjalanan KA Siliwangi relasi Cipatat–Cianjur–Sukabumi dihentikan sementara sejak Minggu (19/4/2026) malam. Penghentian dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menyusul gangguan pada jalur rel. Gangguan tersebut terjadi akibat tanah di bawah rel terkikis atau gogosan pada Km 74+9/0 petak jalan Cibeber–Lampegan. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan perjalanan kereta […]

  • 20 Perusahaan Batu Bara di Jambi Pasok 3 Juta Ton untuk PLTU PLN hingga 2026, Ini Daftarnya

    20 Perusahaan Batu Bara di Jambi Pasok 3 Juta Ton untuk PLTU PLN hingga 2026, Ini Daftarnya

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebanyak 20 perusahaan batu bara yang beroperasi di Provinsi Jambi mendapat penugasan memasok batu bara untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PLN Group dan Independent Power Producer (IPP) selama periode 2024–2026. Penugasan tersebut tertuang dalam Surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor B-1839/MB.05/DBB.OP/2023 tertanggal 2 Desember 2023 mengenai pemenuhan pasokan […]

  • Bisnis Makanan Kukusan Makin Populer, Peluang Cuan di 2025

    Bisnis Makanan Kukusan Makin Populer, Peluang Cuan di 2025

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gaya hidup sehat kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat urban Indonesia. Salah satu tren kuliner yang terus naik daun pada 2025 adalah makanan kukusan — makanan yang diolah tanpa minyak goreng, tanpa pengawet, dan tetap menggugah selera. Tren ini bukan hanya mencerminkan perubahan pola konsumsi, tapi juga membuka peluang bisnis baru yang menjanjikan. […]

expand_less