Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » APBN Terancam Jebol, Prabowo Tetap Pertahankan Anggaran MBG

APBN Terancam Jebol, Prabowo Tetap Pertahankan Anggaran MBG

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah menegaskan tidak akan mengutak-atik anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun risiko pelebaran defisit APBN 2026 kian nyata di tengah tekanan global.

Sikap ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut program unggulan Presiden Prabowo Subianto sebagai investasi jangka panjang yang tidak boleh dikorbankan.

“Program unggulan tidak ada yang diubah. Semua tetap berjalan karena itu investasi jangka panjang,” kata Airlangga di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan prioritas pemerintah yang tetap mempertahankan program populis, meskipun tekanan terhadap fiskal negara semakin besar akibat lonjakan harga minyak global dan ketidakpastian ekonomi dunia.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah membuka opsi efisiensi anggaran di berbagai pos kementerian dan lembaga. Pemangkasan disebut dapat dilakukan pada belanja perjalanan dinas, jasa, hingga pengadaan peralatan.

Namun, hingga kini pemerintah belum merinci besaran penghematan yang akan dilakukan, dengan alasan masih menunggu perkembangan situasi global, khususnya harga minyak dan pasar keuangan.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai menyiapkan skenario terburuk jika konflik global berkepanjangan. Salah satu opsi yang mencuat adalah penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk melonggarkan batas defisit APBN di atas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Meski demikian, Airlangga menegaskan opsi tersebut belum menjadi keputusan dalam waktu dekat.

“Perppu itu skenario krisis. Saat ini langkah yang diambil adalah efisiensi agar defisit tidak melewati 3 persen,” ujarnya.

Berdasarkan simulasi pemerintah, tekanan terhadap APBN sangat bergantung pada harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan nilai tukar rupiah. Dalam skenario optimistis, defisit bisa menyentuh 3,18 persen dari PDB. Sementara dalam skenario moderat, defisit berpotensi naik ke 3,53 persen.

Adapun dalam kondisi terburuk, ketika harga minyak melonjak hingga US$115 per barel dan nilai tukar melemah, defisit diperkirakan dapat menembus 4,05 persen dari PDB. Tekanan ini tak lepas dari dampak konflik geopolitik global yang terus memanas, terutama di kawasan Timur Tengah, yang mendorong volatilitas harga energi.

Meski ancaman defisit mengintai, pemerintah tampak memilih menjaga program strategis tetap berjalan, sambil mengorbankan fleksibilitas belanja lainnya.

Kebijakan ini memunculkan pertanyaan baru: seberapa jauh ruang fiskal mampu menahan tekanan, jika konflik global berlangsung lebih lama dari perkiraan.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkeu Purbaya Temui Gubernur DKI Pramono, Bahas Rencana Pembangunan Gedung Tertinggi di Jakarta

    Menkeu Purbaya Temui Gubernur DKI Pramono, Bahas Rencana Pembangunan Gedung Tertinggi di Jakarta

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/10/2025) pagi. Dalam pertemuan tersebut, Purbaya membahas proposal Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait rencana pembangunan gedung baru tertinggi yang akan berlokasi di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. “Enggak […]

  • Militan Houthi Ikut Perang, Harga Minyak Global Melonjak

    Militan Houthi Ikut Perang, Harga Minyak Global Melonjak

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Harga minyak dunia menguat setelah militan Houthi yang didukung Iran ikut terlibat dalam perang Timur Tengah. Keterlibatan Houthi tersebut memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (30/3/2026) dilansir Bisnis, harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Mei naik 3,2% menjadi US$116,12 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas […]

  • 15 Pekerjaan yang Terancam Hilang & 15 Profesi yang Bakal Booming di Era AI 2027

    15 Pekerjaan yang Terancam Hilang & 15 Profesi yang Bakal Booming di Era AI 2027

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perkembangan teknologi yang makin cepat ternyata bukan hanya membawa kemudahan, tapi juga tantangan besar di dunia kerja. Menurut laporan World Economic Forum (WEF) berjudul Future of Work, kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan otomasi akan mengubah peta pekerjaan secara besar-besaran dalam lima tahun ke depan. WEF memprediksi, antara tahun 2023 hingga 2027 […]

  • Tidak Naik, UBS dan Galeri24 Kompak Dekati Rp3 Juta

    Tidak Naik, UBS dan Galeri24 Kompak Dekati Rp3 Juta

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas dari dua produk logam mulia buatan UBS dan Galeri24 di Pegadaian kompak stabil pada perdagangan Senin, (26/1/2026). Meski tidak mengalami pergerakan, namun kedua produk logam mulia itu tetap berada di level atas. Berdasarkan data resmi dari laman Pegadaian, harga emas UBS untuk ukuran 1 gram dibanderol Rp2.974.000. Sementara itu, harga emas […]

  • Said Abdullah Minta Agrinas Batalkan Impor 105 Ribu Mobil Niaga dari Indi

    Said Abdullah Minta Agrinas Batalkan Impor 105 Ribu Mobil Niaga dari Indi

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta PT Agrinas Pangan Nusantara membatalkan rencana impor 105.000 unit mobil niaga dari India. Said menilai rencana tersebut berpotensi melemahkan industri otomotif nasional dan tidak sejalan dengan upaya memperkuat perekonomian domestik. Apalagi, pembelian kendaraan itu disebut akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan […]

  • Sejarah Taman Setiti Jambi, Dulu Primadona Wisata Keluarga, Kini Tinggal Kenangan

    Sejarah Taman Setiti Jambi, Dulu Primadona Wisata Keluarga, Kini Tinggal Kenangan

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ada masa ketika liburan keluarga di Jambi tidak perlu mahal. Tidak ada mal, wahana modern, atau tempat rekreasi seperti sekarang. Cukup membawa anak-anak, menyiapkan bekal, lalu berangkat ke Taman Wisata Indah Setiti di kawasan Muaro Pijoan. Bagi mereka yang pernah tumbuh pada era 1980-an hingga 2000-an, nama Setiti mungkin masih terasa akrab. Tempat […]

expand_less