Minggu, 8 Nov 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Lonjakan Harga Cabai dan Daging Ayam Picu Kenaikan IPH Selama Ramadan

Lonjakan Harga Cabai dan Daging Ayam Picu Kenaikan IPH Selama Ramadan

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di berbagai provinsi terutama dipicu oleh lonjakan harga cabai rawit dan daging ayam ras pada Ramadan atau minggu keempat Februari 2026.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan sejumlah kabupaten/kota mencatat kenaikan IPH signifikan dengan komoditas pemicu yang relatif seragam, terutama bahan pangan pokok yang banyak dibutuhkan selama bulan Ramadan.

“Yang paling menyebabkan kenaikan harga IPH di berbagai provinsi antara lain adalah karena harga cabai rawit dan daging ayam ras yang terus meningkat,” kata Amalia dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah secara daring dikutip dari Antara, Selasa (3/3/2026).

Di Pulau Sumatera, Kabupaten Bangka menjadi daerah dengan perubahan IPH tertinggi. Kenaikan tersebut dipicu oleh naiknya harga daging sapi, cabai rawit, dan daging ayam ras.

Sementara, di Pulau Jawa, Kabupaten Trenggalek mencatat kenaikan IPH hingga 7,5 persen, yang disebabkan oleh lonjakan harga cabai rawit, daging ayam ras, dan cabai merah.

Adapun di wilayah luar Sumatera dan Jawa, kenaikan IPH tertinggi terjadi di Kabupaten Lombok Timur. Komoditas utama yang mendorong kenaikan di wilayah ini adalah cabai rawit, cabai merah, dan daging sapi.

Amalia menjelaskan pola kenaikan harga tersebut mencerminkan karakteristik musiman menjelang Ramadhan, yang mana permintaan terhadap bahan pangan seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi, beras, dan bawang merah cenderung meningkat.

Harga rata-rata nasional cabai rawit hingga minggu keempat Februari 2026 tercatat sebesar Rp70.000 per kilogram. Sementara rata-rata nasional harga daging ayam ras Rp41.000 per kilogram.

Lebih lanjut, BPS juga mencatat, harga beras secara nasional relatif stabil. Namun, terdapat 114 kabupaten/kota yang tetap mencatat kenaikan IPH untuk komoditas beras, sehingga perlu menjadi perhatian.

Sementara itu, harga cabai rawit secara nasional telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen, dengan rata-rata mencapai Rp70.000 per kilogram. Sebanyak 221 kabupaten/kota tercatat mengalami kenaikan IPH cabai rawit.

Harga cabai rawit tertinggi tercatat mencapai Rp200.000 per kilogram, sedangkan terendah sebesar Rp26.111 per kilogram. Harga tertinggi ditemukan di sejumlah daerah di Papua, yakni Kabupaten Nduga, Mappi, dan Intan Jaya.

Kenaikan IPH cabai rawit tertinggi terjadi di Kabupaten Situbondo, dengan harga saat ini Rp79.991 per kilogram dan lonjakan IPH mencapai 125,9 persen. Harga tersebut sekitar 40 persen di atas HAP.

Selain itu, Kabupaten Pasuruan juga menjadi sorotan dengan kenaikan IPH cabai rawit mencapai 115 persen dan harga saat ini Rp78.792 per kilogram.

BPS menekankan bahwa daerah-daerah dengan harga di atas HAP dan kenaikan IPH tinggi perlu mendapat perhatian lebih lanjut guna menjaga stabilitas harga pangan selama periode Ramadan.(*)

 

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Portugal Tersingkir! Ronaldo: Selamat Tinggal Piala Dunia

    Portugal Tersingkir! Ronaldo: Selamat Tinggal Piala Dunia

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 resmi berakhir. Tim berjuluk Selecao das Quinas itu harus angkat koper setelah takluk dari Spanyol pada babak 16 besar. Kekalahan tersebut bukan hanya mengakhiri langkah Portugal, tetapi juga menutup lembaran karier Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia. Usai pertandingan di Dallas, Amerika Serikat, Ronaldo memastikan dirinya tidak […]

  • Wamenkeu Optimistis Ekonomi RI Triwulan I Tumbuh 5,5 Persen

    Wamenkeu Optimistis Ekonomi RI Triwulan I Tumbuh 5,5 Persen

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Keuangan RI, Juda Agung, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mampu mencapai 5,5 persen. Angka tersebut dijadwalkan akan diumumkan secara resmi pada awal Mei 2026. “Proyeksi Kementerian Keuangan pertumbuhan di triwulan I diperkirakan 5,5%, dengan melihat PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) meningkat cukup […]

  • Pemkot Jambi Gaspol Transformasi SPBE ke Pemerintah Digital

    Pemkot Jambi Gaspol Transformasi SPBE ke Pemerintah Digital

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kota Jambi mulai mempercepat transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju konsep Pemerintah Digital (Pemdi). Langkah ini ditandai dengan sosialisasi transformasi digital yang digelar di Aula Bapperida Kota Jambi, Kamis, 16 April 2026. Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, mengatakan perubahan ini bukan sekadar digitalisasi administratif, tetapi upaya membangun sistem pemerintahan […]

  • Oktober 2025, Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$ 423,9 Miliar

    Oktober 2025, Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$ 423,9 Miliar

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 menurun. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso membeberkan, posisi ULN Indonesia pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 423,9 miliar, menurun dibandingkan dengan posisi ULN pada September 2025 sebesar US$ 425,6 miliar. Meski demikian, secara tahunan ULN Indonesia tercatat tumbuh. […]

  • Menaker Yassierli: Daya Saing Rendah Jadi Pemicu Maraknya PHK di Indonesia

    Menaker Yassierli: Daya Saing Rendah Jadi Pemicu Maraknya PHK di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia bukan hanya disebabkan oleh pelemahan ekonomi global, tetapi juga oleh rendahnya daya saing tenaga kerja nasional. Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam peluncuran Master Plan Produktivitas Nasional yang digagas oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama Asian Productivity Organization (APO) di Jakarta Pusat, […]

  • Pertumbuhan Ekonomi 5,1 Persen Dinilai Belum Cukup Menahan Laju Utang Pemerintah

    Pertumbuhan Ekonomi 5,1 Persen Dinilai Belum Cukup Menahan Laju Utang Pemerintah

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mencapai 5,1 persen pada 2026 dinilai belum cukup kuat untuk menahan laju peningkatan utang pemerintah. Laporan Analisis Kritis Keberlanjutan Utang Indonesia 2026 yang disusun Institute for Strategic and Economic Action Indonesia menyebutkan, kondisi fiskal Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius, terutama karena biaya utang lebih tinggi dibandingkan laju […]

expand_less