Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Impor 105.000 Pikap India 50% Lebih Murah dari Lokal, Ini Perbandingan Harga Hilux dan Triton

Impor 105.000 Pikap India 50% Lebih Murah dari Lokal, Ini Perbandingan Harga Hilux dan Triton

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara memicu perdebatan di tengah pelaku industri otomotif nasional. Salah satu alasan utama impor tersebut adalah faktor harga yang diklaim jauh lebih murah dibandingkan kendaraan serupa produksi dalam negeri.

Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menyampaikan bahwa perusahaan telah menandatangani perjanjian kerahasiaan atau non-disclosure agreement (NDA) dengan pemasok asal India, yakni Mahindra dan Tata Motors. Karena itu, detail harga pembelian belum dapat diungkap ke publik.

Meski demikian, Joao menyebut harga pikap 4×4 yang diimpor hampir 50 persen lebih murah dibandingkan produk 4×4 yang saat ini beredar di pasar Indonesia.

“Kami membeli dalam jumlah besar (bulk), sehingga harganya hampir 50 persen lebih murah daripada produk 4×4 yang beredar sekarang di pasaran Indonesia,” ujarnya.

Di pasar domestik, segmen pikap 4×4 saat ini diisi sejumlah model dari pabrikan Jepang. Dua model yang cukup populer adalah Toyota Hilux dan Mitsubishi Triton.

Untuk varian double cabin 4×4, Toyota Hilux dipasarkan dengan harga mulai sekitar Rp456,3 juta hingga Rp545,9 juta. Sementara Mitsubishi Triton 4×4 dibanderol mulai kisaran Rp380 juta hingga Rp550 juta, tergantung tipe dan spesifikasi.

Adapun dari India, salah satu model yang pernah dipasarkan di Indonesia adalah Mahindra Scorpio Pik Up. Model ini dijual dalam varian single cabin dan double cabin.

Berdasarkan informasi di laman resmi Mahindra Indonesia, Scorpio Pik Up single cabin dipasarkan sekitar Rp278 juta, sedangkan varian double cabin sekitar Rp318 juta. Harga tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan model 4×4 dari Jepang.

Selain itu, terdapat pula model seperti Tata Yodha dan Tata Ultra T.7 yang diproduksi Tata Motors. Di pasar India, kendaraan sekelas ini umumnya dipasarkan di kisaran Rp300 jutaan, meski harga resmi di Indonesia tidak dipublikasikan secara terbuka.

Rencana impor dalam jumlah besar tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak. Mereka menilai industri otomotif nasional memiliki kapasitas untuk memproduksi kendaraan pikap dalam jumlah besar, sehingga kebijakan impor berpotensi menekan produsen dalam negeri.

Di sisi lain, faktor efisiensi harga menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan, terutama untuk kebutuhan operasional skala besar. Perbandingan harga ini menjadi sorotan karena menyangkut daya saing industri otomotif nasional, kebijakan impor, serta keberlanjutan produksi kendaraan komersial di dalam negeri.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Balik Menguat! Pasar Mulai Bernapas Lega

    Rupiah Balik Menguat! Pasar Mulai Bernapas Lega

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu (13/5/2026) pagi. Mata uang Garuda naik tipis seiring pelemahan indeks dolar AS di pasar global. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, rupiah menguat 14 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp17.515 per dolar AS. Angka tersebut lebih baik […]

  • Korban Tewas Banjir Bandang di Sumatera Tembus 604 Jiwa, 464 Masih Hilang di Aceh, Sumut, dan Sumbar

    Korban Tewas Banjir Bandang di Sumatera Tembus 604 Jiwa, 464 Masih Hilang di Aceh, Sumut, dan Sumbar

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jumlah korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera terus bertambah. Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (1/12/2025) sore mencatat, total korban meninggal dunia mencapai 604 jiwa, sementara 464 orang masih dinyatakan hilang. Kapusdatin Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, tim gabungan yang terdiri dari BNPB, TNI/Polri, […]

  • Dampak Perang Iran vs AS-Israel, Negara Asia Mulai Hemat BBM

    Dampak Perang Iran vs AS-Israel, Negara Asia Mulai Hemat BBM

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah negara di Asia mulai menerapkan kebijakan darurat menyusul krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Krisis energi ini dipicu terganggunya jalur distribusi minyak global di Selat Hormuz, salah satu rute vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Sejumlah negara pun bergerak cepat mengantisipasi […]

  • Performa Positif, Kurs Rupiah Menguat Jadi Rp16.775 per dolar AS

    Performa Positif, Kurs Rupiah Menguat Jadi Rp16.775 per dolar AS

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu (11/2/2026). Rupiah menguat 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.775 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah di level Rp16.811 per dolar AS. Analisis pasar menunjukkan bahwa penguatan Mata Uang Rupiah pagi ini dipicu oleh optimisme investor terhadap fundamental ekonomi nasional tahun 2026. Selain […]

  • Catat Empat Mobil Ini Tidak Lagi Dijual di Indonesia, Salah Satunya Veloz

    Catat Empat Mobil Ini Tidak Lagi Dijual di Indonesia, Salah Satunya Veloz

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ini bisa jadi sebagai pertimbangan bagi Anda yang hendak membeli mobil. Sebab, ada sejumlah mobil yang “disuntik mati” di Indonesia. Sebagaimana dilansir Katadata.co.id, penjualan empat mobil dihentikan untuk digantikan varian ataupun produk baru. Empat pabrikan otomotif tersebut yakni Suzuki, Toyota, Chery, Honda. Suzuki Indomobil Sales (SIS) misalnya, penjualan Baleno untuk pasar Indonesia dihentikan. […]

  • Saat Ibu Bekerja, Anak Perempuan Punya Peluang Sekolah Lebih Tinggi

    Saat Ibu Bekerja, Anak Perempuan Punya Peluang Sekolah Lebih Tinggi

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kesempatan perempuan untuk bekerja tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi anak perempuan untuk mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Hal tersebut tergambar dari kisah Ai Rahmawati (39), warga Desa Pasirsalam, Kecamatan Mangunreja, yang berhasil menyekolahkan anak perempuannya hingga ke jenjang lebih tinggi. Di lingkungannya, kondisi tersebut […]

expand_less