Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Said Abdullah Minta Agrinas Batalkan Impor 105 Ribu Mobil Niaga dari Indi

Said Abdullah Minta Agrinas Batalkan Impor 105 Ribu Mobil Niaga dari Indi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta PT Agrinas Pangan Nusantara membatalkan rencana impor 105.000 unit mobil niaga dari India. Said menilai rencana tersebut berpotensi melemahkan industri otomotif nasional dan tidak sejalan dengan upaya memperkuat perekonomian domestik. Apalagi, pembelian kendaraan itu disebut akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan skema multiyears.

“Aksi korporasi dari dana APBN ini perlu dipikirkan ulang,” kata Said dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).

Menurut Said, Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan sejumlah program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk mendorong ekonomi desa serta memperkuat rantai pasok dalam negeri.

Ia menilai rencana impor dalam jumlah besar mencerminkan belum adanya sinkronisasi dalam penguatan industri nasional, khususnya sektor manufaktur dan otomotif. Said juga menyinggung kajian dari Center of Economic and Law Studies (Celios) yang memperkirakan potensi dampak ekonomi dari kebijakan impor tersebut.

Dalam kajian itu disebutkan adanya potensi penggerusan produk domestik bruto (PDB) hingga Rp39,29 triliun, penurunan pendapatan masyarakat sekitar Rp39 triliun, serta penurunan surplus industri otomotif hingga Rp21,67 triliun.

Selain itu, terdapat potensi pengurangan pendapatan tenaga kerja di seluruh rantai pasok industri otomotif hingga Rp17,39 triliun dan tekanan terhadap penerimaan pajak bersih sebesar Rp240 miliar.

Said turut mempertanyakan komunikasi Agrinas dengan produsen otomotif dalam negeri maupun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Ia mencatat, angka 105.000 unit hampir setara dengan produksi mobil niaga nasional dalam satu tahun.

Menurut dia, jika pengadaan dilakukan di dalam negeri, kebijakan tersebut berpotensi menggerakkan industri otomotif, menyerap tenaga kerja, dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian.

Said juga menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, dan jaringan bengkel. Ia menilai harga beli yang lebih murah belum tentu efisien jika biaya jangka panjang justru lebih tinggi.

“Lebih bijak jika langkah ini bukan hanya dipikir ulang, tetapi dibatalkan,” ujar Said.

Ia menegaskan, setiap belanja negara harus dihitung manfaat ekonominya bagi industri nasional dan tenaga kerja dalam negeri, bukan semata-mata pertimbangan harga.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Galeri24 dan UBS Melemah, Cek Harga Terbarunya

    Harga Emas Galeri24 dan UBS Melemah, Cek Harga Terbarunya

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian mengalami penurunan pada Rabu (18/2/2026) pagi. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, menunjukkan harga emas UBS berada di Rp2.958.000 per gram. Sedangkan Galeri24 di Rp2.943.000 per gram. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan harga pada perdagangan sebelumnya. Sehari sebelumnya, emas UBS dipatok Rp2.988.000 per gram dan Galeri24 Rp2.971.000 per gram. […]

  • Harga Emas Antam Naik Drastis! 1 Gram Jadi Rp2.380.000

    Harga Emas Antam Naik Drastis! 1 Gram Jadi Rp2.380.000

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik drastis pada perdagangan Selasa (25/11/2025) ini. Pasalnya, kenaikannya melonjak Rp40.000 hingga menjadi Rp2.380.000 per gram. Sementara emas Antam paling murah kini dibanderol seharga Rp1,24 juta. Sedangkan yang paling mahal dijual seharga Rp2,32 miliar. Adanya kenaikan yang terjadi ini membuat harga beli kembali (buyback) emas […]

  • Rupiah Tidak Melawan! Segini Harga Dolar AS di BCA hingga BNI

    Rupiah Tidak Melawan! Segini Harga Dolar AS di BCA hingga BNI

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali tak berkutik di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia kembali melemah pada pembukaan perdagangan Rabu (16/9/2026), menandakan tekanan terhadap rupiah belum mereda. Mengutip Antara, rupiah dibuka di level Rp17.730 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 36 poin atau 0,20 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.694 per […]

  • Harga Sembako di Jambi Hari Ini 7 Januari 2026, Cabai Rawit dan Bawang Mulai Turun

    Harga Sembako di Jambi Hari Ini 7 Januari 2026, Cabai Rawit dan Bawang Mulai Turun

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di Kota Jambi terpantau relatif stabil berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi per Rabu (7/1/2026). Meski demikian, sejumlah komoditas strategis seperti cabai dan bawang mengalami penurunan harga di beberapa pasar rakyat. Pantauan dilakukan di tiga pasar utama, yakni Pasar Angso Duo, Pasar Rakyat Talang Banjar, dan […]

  • Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24-UBS Turun, Antam Stagnan

    Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24-UBS Turun, Antam Stagnan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga emas di Pegadaian terpantau bervariasi pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Tiga produk emas utama mencatat arah yang berbeda, dengan dua di antaranya kompak melemah. Sementara satu lainnya masih stagnan. Mengutip dari laman resmi Sahabat Penggadaian, harga emas Galeri24 tercatat turun menjadi Rp2.612.000 per gram. Penurunan juga terjadi pada emas UBS yang kini […]

  • Purbaya Bahas Peluang Industri Tekstil dengan AGTI, Sentuh Isu Perizinan dan Thrifting

    Purbaya Bahas Peluang Industri Tekstil dengan AGTI, Sentuh Isu Perizinan dan Thrifting

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima kunjungan Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) di Kementerian Keuangan, Selasa (4/11/2025). Pertemuan ini membahas peta jalan (roadmap) peluang, tantangan, dan ancaman di sektor industri tekstil dan garmen nasional. Ketua Umum AGTI yang juga Vice CEO PT Pan Brothers Tbk, Anne Patricia Sutanto, menjelaskan bahwa AGTI memaparkan […]

expand_less