Selasa, 7 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Layanan Bongkar Muat Pelabuhan Dinilai Buruk, Pelaku Usaha Logistik Minta Pemerintah Turun Tangan

Layanan Bongkar Muat Pelabuhan Dinilai Buruk, Pelaku Usaha Logistik Minta Pemerintah Turun Tangan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pelaku usaha logistik dan kepelabuhanan meminta pemerintah pusat segera turun tangan menyikapi memburuknya layanan bongkar muat barang di sejumlah pelabuhan nasional. Produktivitas yang rendah dan keterbatasan fasilitas dinilai memicu keterlambatan pengiriman serta meningkatkan biaya operasional.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Trismawan Sanjaya mengatakan, keluhan datang dari hampir seluruh pelabuhan domestik, terutama terkait keterbatasan jumlah dan kinerja alat bongkar muat yang menyebabkan antrean kapal semakin panjang.

“Keluhan paling banyak terkait keterbatasan alat bongkar muat dan rendahnya produktivitas, sehingga waktu tunggu kapal menjadi lebih lama,” ujar Sanjaya, Jumat (6/2/2026).

Ia menambahkan, berdasarkan laporan anggota ALFI di Jawa Tengah dan Jawa Timur, keterlambatan pengiriman barang kerap terjadi baik saat keberangkatan maupun saat tiba di tujuan. Kondisi ini disebabkan molornya jadwal sandar kapal serta rendahnya produktivitas bongkar muat di pelabuhan.

Menurut Sanjaya, aktivitas logistik domestik melalui jalur laut terus meningkat. Oleh karena itu, peningkatan layanan pelabuhan domestik perlu menjadi prioritas agar rantai pasok berjalan lebih efisien dan tidak membebani konsumen dengan biaya tambahan.

“Jika tidak segera dibenahi, biaya logistik akan terus naik dan berdampak pada harga barang di tingkat konsumen,” kata dia.

Keluhan serupa juga disampaikan ALFI Jawa Timur. Ketua ALFI Jawa Timur Sebastian Wibisono menyebut waktu tunggu kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, mengalami peningkatan signifikan. Keterbatasan alat bongkar muat, khususnya crane yang sudah berusia tua, membuat proses bongkar muat berlangsung jauh lebih lambat dari kapasitas ideal.

Di Pelabuhan Belawan, Medan, masalah pendangkalan alur pelayaran turut memperparah kondisi. Ketua ALFI Sumatra Utara Surianto Butong mengatakan, pendangkalan menyebabkan kapal berukuran besar sulit bersandar, sehingga pengangkutan barang harus menggunakan kapal berkapasitas lebih kecil.

Menanggapi keluhan tersebut, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyatakan layanan bongkar muat di sejumlah terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak berjalan sesuai perencanaan. Pelindo juga membantah adanya antrean kapal hingga enam hari.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra menegaskan, seluruh kapal telah memiliki jadwal sandar yang terencana melalui sistem berthing window.

“Kami memastikan tidak ada keterlambatan signifikan yang berdampak pada jadwal sandar kapal,” ujarnya.

Meski demikian, Pelindo mengakui masih perlu melakukan pembenahan. Perseroan berencana mendatangkan alat bongkar muat baru pada 2026, termasuk quay container crane (QCC) dan rubber tyred gantry (RTG) di sejumlah terminal.

Pelindo menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan bongkar muat di seluruh wilayah kerja, dari Belawan hingga Merauke.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update BNPB: 753 Meninggal Dunia akibat Banjir dan Longsor di Sumatera

    Update BNPB: 753 Meninggal Dunia akibat Banjir dan Longsor di Sumatera

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 753 jiwa meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data tersebut tercatat pada Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera 2025, yang diperbarui Rabu (3/12/2025) pagi. Menurut data Pusat Data, Informasi, dan […]

  • DME, Energi Alternatif Pengganti LPG untuk Kurangi Impor Gas dan Emisi Karbon

    DME, Energi Alternatif Pengganti LPG untuk Kurangi Impor Gas dan Emisi Karbon

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia terus mencari solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor gas elpiji (LPG). Salah satu inovasi yang kini menjadi sorotan adalah Dimethyl Ether (DME), bahan bakar alternatif yang disebut-sebut mampu menggantikan peran LPG di masa depan. DME merupakan senyawa eter paling sederhana dengan rumus kimia CH₃OCH₃. Bahan ini memiliki karakteristik mirip dengan LPG, […]

  • Purbaya Dapat Pujian Pengembang Properti, Ini Penyebabnya

    Purbaya Dapat Pujian Pengembang Properti, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengembang perumahan mengapresiasi keputusan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait kepastian Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah. “Ini dengan pendekatan Menkeu Purbaya, kita sangat apresiasi,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI) Joko Suranto dikutip dari Kompas, Jumat (31/10/2025). Menurutnya, keputusan perpanjangan PPN DTP […]

  • Ini Alasan Telur Lebih Baik Dikukus daripada Direbus

    Ini Alasan Telur Lebih Baik Dikukus daripada Direbus

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Telur merupakan salah satu sumber protein yang praktis, terjangkau, dan mudah diolah. Namun, banyak ahli menyebut bahwa telur kukus ternyata lebih baik dibandingkan telur rebus, terutama dari segi tekstur, kematangan, hingga kualitas rasa. Secara umum, kedua metode ini sama-sama sehat karena tidak membutuhkan tambahan minyak. Namun, proses pengukusan memberikan hasil yang lebih stabil […]

  • Pemerintah Cari 35.576 Manajer Koperasi Desa, Kesempatan Jadi Pegawai BUMN

    Pemerintah Cari 35.576 Manajer Koperasi Desa, Kesempatan Jadi Pegawai BUMN

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Zulkifli Hasan membuka peluang kerja besar dengan merekrut 35.576 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi desa sekaligus mendorong koperasi sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Zulkifli Hasan menjelaskan, para manajer yang direkrut akan berstatus sebagai pegawai BUMN dengan skema Perjanjian Kerja […]

  • Belum Keluar dari Zona Merah, Rupiah Anjlok Lagi ke Rp17.967 per Dolar AS

    Belum Keluar dari Zona Merah, Rupiah Anjlok Lagi ke Rp17.967 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah belum juga mereda. Pada pembukaan perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi, rupiah kembali anjlok dan masih bertahan di zona merah. Mengutip Antara, mata uang Indonesia dibuka melemah 15 poin atau tergerus 0,08 persen menembus level Rp17.967 per dolar AS. Penutupan sebelumnya, rupiah di posisi Rp17.952 per dolar AS. Analis mata […]

expand_less