Senin, 29 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Kini Rp16.631 per Dolar AS: Menguat 0,19 persen

Rupiah Kini Rp16.631 per Dolar AS: Menguat 0,19 persen

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM- Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (2/12/2025). Rupiah menguat 32 poin atau 0,19 persen menjadi Rp16.631 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.663 per dolar AS.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS terpantau naik 0,01% ke posisi 99,42.

Berbeda dengan rupiah, sejumlah mata uang di Asia lainnya mengalami pelemahan. Yen Jepang melemah 0,09%, dolar Hong Kong melemah 0,02%, dolar Singapura melemah 0,01%, dan won Korea Selatan melemah 0,09%.

Selain itu, yuan China melemah 0,06%, rupee India melemah 0,11%, dan baht Thailand melemah 0,15%.

Dilansir Bisnis.com, Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan pada perdagangan hari ini, mata uang rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif tetapi berpotensi ditutup menguat di rentang Rp16.630–Rp16.670 per dolar AS.

Telah terdapat sejumlah sentimen yang menyertai pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini. Dari luar negeri, dolar AS melemah pada awal Desember akibat bergesernya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat.

Dia menjelaskan bahwa pelaku pasar kini memperkirakan peluang 87% The Federal Reserve memangkas suku bunga 25 basis poin pada pertemuan pekan depan. Perkiraan ini berdasarkan perangkat CME FedWatch.

Ekspektasi pelonggaran ini, lanjutnya, turut diperkuat oleh laporan bahwa penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett menjadi kandidat terkuat Ketua The Fed berikutnya yang dinilai lebih dovish. Pasar juga menanti data ekonomi penting AS, mulai dari PMI Manufaktur ISM, ISM Jasa, produksi industri, ADP employment, hingga klaim pengangguran.

Di sisi geopolitik, tensi meningkat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan operasi militer di Ukraina akan terus berlanjut hingga Kiev menarik pasukan dari seluruh wilayah yang diklaim Moskow.

Dari dalam negeri, Ibrahim menyampaikan bahwa kabar positif dari stabilnya kinerja neraca perdagangan dan pemulihan sektor manufaktur. BPS mencatat surplus perdagangan US$2,39 miliar pada Oktober 2025, memperpanjang tren surplus menjadi 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Surplus perdagangan itu terutama berasal dari komoditas non-migas seperti minyak nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Sementara itu, ekspor tercatat turun 2,31% year on year (YoY), terutama karena anjloknya ekspor migas, sementara impor turun 1,15% YoY. Dari sektor manufaktur, Ibrahim menuturkan PMI Indonesia naik ke level 53,3 pada November 2025, menjadi ekspansi keempat secara beruntun dan tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan output dan pesanan baru, meskipun permintaan ekspor masih melemah.(*)

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Industri Tekstil RI Masih Tertekan, Menperin Ungkap Dampak Impor Bahan Baku dan Geopolitik Global

    Industri Tekstil RI Masih Tertekan, Menperin Ungkap Dampak Impor Bahan Baku dan Geopolitik Global

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menghadapi tekanan berat di tengah dinamika global. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, tantangan utama berasal dari ketergantungan bahan baku impor serta disrupsi rantai pasok global. Menurutnya, ketergantungan terhadap bahan baku impor membuat industri tekstil nasional rentan terhadap gangguan pasokan. Selain itu, perubahan permintaan pasar […]

  • Dirjen Pajak: Coretax Jadi Fondasi Utama Pendapatan Negara

    Dirjen Pajak: Coretax Jadi Fondasi Utama Pendapatan Negara

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto, menegaskan bahwa Sistem Inti Administrasi Perpajakan atau Coretax menjadi tulang punggung penerimaan negara, khususnya dari sektor pajak. Hal tersebut disampaikan Bimo seiring upaya pemerintah membenahi sistem perpajakan nasional secara menyeluruh dan berkelanjutan. Menurut Bimo, sistem perpajakan di Indonesia menganut prinsip self assessment, di mana wajib pajak […]

  • IHSG Dibuka Menguat ke 7.702

    IHSG Dibuka Menguat ke 7.702

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), didorong oleh sentimen positif dari pasar global. Berdasarkan data perdagangan pagi, IHSG naik sebesar 1,04 persen atau sekitar 79 poin ke level 7.702. Penguatan ini terjadi seiring dominasi saham yang bergerak di zona hijau. Tercatat, sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, […]

  • Harga Emas Naik Akibat Produksi Freeport Terganggu, Jadi Pendorong Inflasi Oktober 2025

    Harga Emas Naik Akibat Produksi Freeport Terganggu, Jadi Pendorong Inflasi Oktober 2025

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada Oktober 2025 mencapai 2,86% secara tahunan (year on year). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harga emas perhiasan, yang menjadi penyumbang utama inflasi bulan tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, kenaikan harga emas terjadi karena gangguan produksi di tambang PT Freeport Indonesia (PTFI). Insiden […]

  • Tarif Global Trump Naik 15%, RI Upayakan Sawit hingga Tekstil Tetap 0% ke AS

    Tarif Global Trump Naik 15%, RI Upayakan Sawit hingga Tekstil Tetap 0% ke AS

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia berupaya memastikan sejumlah komoditas unggulan tetap mendapatkan tarif 0% ke Amerika Serikat (AS), meskipun Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif global baru. Trump menetapkan tarif impor global sebesar 10% dan kemudian menaikkannya menjadi 15%. Kebijakan ini muncul setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif resiprokal yang sebelumnya diumumkan pada April […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis

    Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam kembali naik pada perdagangan Jumat (27/2/2026). Hanya saja, hari ini nilai kenaikannya tipis sebesar Rp6.000. Mengutip laman logammulia, harga emas Antam kini dibanderol Rp3.045.000 per gram. Lebih mahal dari harga sebelumnya sebesar Rp3.039.000 per gram. Sedangkan untuk harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini ikut menguat. Harga buyback emas […]

expand_less