Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » BKPM: Belum Ada Investor Asing yang Berkomitmen Konkret di Proyek DME Batu Bara Indonesia

BKPM: Belum Ada Investor Asing yang Berkomitmen Konkret di Proyek DME Batu Bara Indonesia

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mengungkapkan hingga saat ini belum ada perusahaan asing yang menunjukkan minat konkret untuk berinvestasi dalam proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) di Indonesia. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan mengatakan, pihaknya belum mencatat adanya investor asing yang secara resmi menyatakan komitmen untuk masuk ke proyek tersebut.

“Untuk DME ini kami belum mendengar yang sangat jelas perusahaan mana yang akan masuk ke Indonesia,”
ucap Nurul di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Menurut Nurul, proyek DME memiliki arti strategis bagi Indonesia karena berpotensi mengurangi ketergantungan impor LPG dengan memanfaatkan cadangan batu bara domestik. Ia menegaskan, BKPM baru akan mencatat dan mempublikasikan data investasi ketika perusahaan telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Kami tidak pernah disclose informasi yang baru mau atau masih penjajakan karena biasanya itu membuat informasi di publik jadi kurang tepat. Kalau sudah keluar NIB, baru bisa dilihat nilainya berapa dan publik pun bisa meninjau realisasinya,” jelasnya.

Sejauh ini, pemerintah masih menaruh harapan besar terhadap proyek hilirisasi batu bara menjadi DME untuk mengurangi impor LPG dan memperkuat ketahanan energi nasional. Tantangan utamanya tetap berada pada minat dan komitmen investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Sebagai catatan, kebutuhan LPG nasional mencapai 8 juta ton per tahun, dengan sekitar 6,5 juta–7 juta ton masih berasal dari impor. Program DME diharapkan dapat menekan ketergantungan tersebut.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim telah menerima sejumlah proposal dari perusahaan swasta yang berminat mengembangkan proyek DME. Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menuturkan, berdasarkan proposal yang diajukan, pengembangan proyek DME cukup memungkinkan karena nilai keekonomiannya relatif terjangkau.

“Kami terus mengkaji, dan ada beberapa proposal menunjukkan keekonomian yang positif sehingga DME bisa kita kembangkan,”
kata Tri dalam acara CT Asia 2025 di Jimbaran, Bali, Senin (22/9/2025).

Tri menyebut, perusahaan swasta tersebut akan bekerja sama dengan mitra asal China dengan nilai investasi sekitar US$1,4 miliar atau setara Rp23,23 triliun (asumsi kurs Rp16.595 per US$).

“Kalau enggak salah [investasinya] US$1,3 miliar atau US$1,4 miliar,” ujarnya.

Tri menambahkan, proyek DME juga berpotensi digarap oleh BPI Danantara, perusahaan pelat merah yang tengah mengkaji 18 proyek hilirisasi dan ketahanan energi nasional. Saat ini, proyek tersebut masih berada dalam tahap pra-studi kelayakan (pre-FS) dengan hasil yang disebut cukup positif.

“Kan mulai juga mesti ada FS. FS detailnya belum. Tapi pra-FS-nya sudah positif,” katanya.

Program hilirisasi batu bara menjadi DME pertama kali dicanangkan pada era Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Namun, hingga kini, program tersebut belum terealisasi sepenuhnya setelah Air Products dari Amerika Serikat memutuskan mundur dari kerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada 2023.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plus Minus Skema Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh

    Plus Minus Skema Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah dan Danantara resmi mempertimbangkan skema baru untuk menangani utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Dalam skema tersebut, pemerintah akan mengambil alih pembiayaan infrastruktur, sementara Danantara menangani operasional. Model ini disebut selaras dengan Undang-Undang Perkeretaapian, namun para ekonom mengingatkan adanya risiko besar bagi APBN. Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menjelaskan bahwa pembagian […]

  • Ekonomi Jambi Tumbuh 4,93 Persen, Omzet UMKM Ikut Naik?

    Ekonomi Jambi Tumbuh 4,93 Persen, Omzet UMKM Ikut Naik?

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ekonomi Provinsi Jambi terus menunjukkan penguatan. Setelah tumbuh 4,50 persen pada 2024, pertumbuhan ekonomi Jambi meningkat menjadi 4,93 persen pada 2025. Memasuki 2026, ekonomi daerah masih tumbuh 4,33 persen secara tahunan pada triwulan I. Angka tersebut menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Namun, pertumbuhan ekonomi belum […]

  • Brand China Dorong Kunjungan ke Mal, Lippo Karawaci (LPKR) Perkuat Strategi Tenant Mix di Tengah Tren Ritel 2025

    Brand China Dorong Kunjungan ke Mal, Lippo Karawaci (LPKR) Perkuat Strategi Tenant Mix di Tengah Tren Ritel 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Masuknya merek-merek asal China ke pusat perbelanjaan di Indonesia kini menjadi magnet baru bagi pengunjung. Fenomena ini tak hanya mengubah lanskap industri ritel, tetapi juga menjadi strategi penting bagi pengembang besar seperti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dalam menjaga traffic mal dan memperkuat daya tarik tenant di tengah ketatnya persaingan bisnis properti. Tren […]

  • Krisis Cabai! Tiga Pasar di Kota Jambi Kehabisan Stok, Harga Tembus Rp 100 Ribu

    Krisis Cabai! Tiga Pasar di Kota Jambi Kehabisan Stok, Harga Tembus Rp 100 Ribu

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di tiga pasar besar Kota Jambi, yakni Pasar Angso Duo, Pasar Talang Banjar, dan Pasar Rakyat Kasang, tercatat stabil untuk sebagian besar komoditas pada Minggu (16/11/2025). Namun, sejumlah komoditas seperti cabe merah besar, cabe merah kecil, dan cabe rawit merah mengalami kenaikan signifikan sehingga menjadi perhatian masyarakat. Data terbaru dari […]

  • Harga Emas Antam Mandek di Rp2,67 Juta, Momentum Beli?

    Harga Emas Antam Mandek di Rp2,67 Juta, Momentum Beli?

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam terpantau stagnan pada perdagangan Senin (31/8/2026). Logam mulia yang selama ini jadi primadona investasi masyarakat itu masih bertahan di level Rp2.670.000 per gram. Angka tersebut tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya. Sebelumnya, pada Sabtu (29/8/2026), harga emas Antam sempat merosot tajam Rp48.000 dan bertahan di posisi saat ini. Kondisi ini […]

  • Tarif Listrik per kWh Terbaru Pelanggan PLN

    Tarif Listrik per kWh Terbaru Pelanggan PLN

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa penetapan tarif listrik mengikuti Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tariff Adjustment. Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan berdasarkan kurs, inflasi, ICP (Indonesian Crude Price), dan Harga Batu Bara Acuan (HBA). “Secara hitungan, tarif listrik Triwulan IV 2025 semestinya naik. Namun untuk […]

expand_less