Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Menguat Jadi Rp16.884 per Dolar AS

Rupiah Menguat Jadi Rp16.884 per Dolar AS

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat pagi ini. Melansir Antara, Kamis (12/3/2026),  rupiah dibuka menguat 2 poin atau 0,01 persen ke Rp16.884 per dolar AS.

Pada Rabu kemarin rupiah ditutup melemah 23 poin ke Rp16.886 per dolar AS. Sementara indeks dolar AS juga menguat 0,12% ke 99,35.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah hari ini akan ditutup melemah di rentang Rp16.880 hingga Rp16.910 per dolar AS. Pelemahan nilai tukar sejalan dengan perkembangan konflik geopolitik Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang jadi sentimen pasar keuangan.

“Pasar terguncang oleh gangguan di pasar energi, karena Iran mulai memblokir Selat Hormuz sebagai tanggapan terhadap serangan AS dan Israel terhadap negara tersebut. Teheran mengatakan akan terus menyerang kapal-kapal di selat tersebut hingga penghentian permusuhan terhadap Republik Islam,” kata Ibrahim dikutip Kamis (12/3/2026).

Presiden AS Donald Trump mengklaim minggu ini bahwa perang hampir berakhir. Tetapi Iran menolak klaimnya, menyatakan bahwa Teheran akan memutuskan kapan konflik berakhir.

Dia menjelaskan Selat Hormuz adalah jalur pengiriman minyak dan gas utama untuk Asia, dengan gangguan pasokan yang berkepanjangan diperkirakan akan memiliki konsekuensi buruk bagi perekonomian yang sangat bergantung pada impor energi.

Selain menaruh mata di perkembangan konflik, pasar juga menanti data consumer price index (CPI) AS untuk bulan Februari. Inflasi CPI utama diperkirakan tetap stabil di 2,4% YoY, sementara CPI inti diperkirakan tetap di 2,5%.

“Meskipun angka tersebut kemungkinan tidak akan mencerminkan lonjakan harga energi setelah perang Iran, angka tersebut tetap akan dipantau secara cermat untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang pengeluaran konsumen dan kesehatan ekonomi secara keseluruhan,” ungkapnya.

Sementara itu, Trading Economics mencatat tren pelemahan rupiah terjadi meskipun indeks dolar AS sedang melemah dari level tertingginya dalam tiga bulan terakhir imbas konflik geopolitik global. Penyebabnya adalah faktor-faktor domestik yang membebani sentimen rupiah di pasar keuangan.

“Cadangan devisa turun ke level terendah tiga bulan pada bulan Februari. Dari sisi data, kepercayaan konsumen juga menurun pada bulan Februari setelah mencapai level tertinggi satu tahun pada bulan Januari, mencerminkan tekanan biaya yang meningkat menjelang Idul Fitri,” tulis laporan tersebut.

Data lainnya, inflasi dilaporkan meningkat menjadi 4,76% pada Februari 2026, menjadi level tertinggi dalam kurun hampir 3 tahun. Meski naik, Bank Sentral Indonesia telah menenangkan pasar dan memastikan inflasi akan tetap terkendali dalam kurun 2026-2027.(*)

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • 17 Produk UMKM Merangin Tembus Indomaret, Siap Mejeng di Ribuan Gerai

    17 Produk UMKM Merangin Tembus Indomaret, Siap Mejeng di Ribuan Gerai

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar menggembirakan datang dari pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Merangin, Jambi. Sebanyak 17 produk lokal dari 13 pelaku UMKM berhasil menembus jaringan ritel modern Indomaret. Langkah tersebut ditandai dengan tuntasnya pengisian formulir komitmen sebagai pemasok resmi kepada PT Indomarco Prismatama. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) […]

  • Investor Asing Masih Lirik Indonesia

    Investor Asing Masih Lirik Indonesia

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Minat investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia masih terjaga meski dunia tengah diliputi ketidakpastian ekonomi global. Hal ini disampaikan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menilai Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang relevan. Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, menyebut bahwa investor asing masih melihat peluang besar di dalam negeri, seiring dengan kondisi […]

  • Portugal Tersingkir! Ronaldo: Selamat Tinggal Piala Dunia

    Portugal Tersingkir! Ronaldo: Selamat Tinggal Piala Dunia

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 resmi berakhir. Tim berjuluk Selecao das Quinas itu harus angkat koper setelah takluk dari Spanyol pada babak 16 besar. Kekalahan tersebut bukan hanya mengakhiri langkah Portugal, tetapi juga menutup lembaran karier Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia. Usai pertandingan di Dallas, Amerika Serikat, Ronaldo memastikan dirinya tidak […]

  • Luhut Bantah Punya Saham di PT Toba Pulp Lestari, Tegaskan Tak Terafiliasi dan Tak Terlibat

    Luhut Bantah Punya Saham di PT Toba Pulp Lestari, Tegaskan Tak Terafiliasi dan Tak Terlibat

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan membantah tegas tuduhan yang menyebutkan dirinya memiliki atau terafiliasi dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL). Melalui juru bicaranya, Jodi Mahardi, Luhut memastikan informasi yang beredar di ruang publik dan media sosial tersebut tidak benar. “Informasi tersebut adalah tidak benar,” kata Jodi dalam keterangan tertulis di […]

  • Dukung Asta Cita, PTPN IV Regional 4 Mulai Tanam Perdana Sawit Program PSR

    Dukung Asta Cita, PTPN IV Regional 4 Mulai Tanam Perdana Sawit Program PSR

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 4 terus menunjukkan komitmen dalam mendukung visi pembangunan nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Implementasi program ini kini memasuki tahap penting dengan dilakukannya penanaman perdana kelapa sawit hasil PSR bersama Gapoktan Jaya Makmur. Penanaman perdana bibit kelapa sawit tersebut dilakukan […]

  • Konsumen Tidak Selalu Mencari Harga Murah, Apa yang Sebenarnya Mereka Beli?

    Konsumen Tidak Selalu Mencari Harga Murah, Apa yang Sebenarnya Mereka Beli?

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Persaingan bisnis semakin membuat harga bukan satu-satunya faktor yang menentukan keputusan konsumen. Produk yang sama-sama tersedia di pasar dapat memiliki tingkat penjualan berbeda karena pengalaman, lokasi, pelayanan dan reputasi. BPS Jambi dalam publikasi pola konsumsi masyarakat 2025 menempatkan pengeluaran rumah tangga sebagai salah satu indikator untuk membaca kondisi kesejahteraan masyarakat. Data tersebut tersedia […]

expand_less