Lahan Sawah Mengering, Jadwal Tanam Padi Ketiga di Tanjabtim Tertunda
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 7 menit yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Musim tanam ketiga di Kabupaten Tanjab Timur tertunda akibat kekeringan. (F:Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Musim kemarau berkepanjangan mulai menghambat aktivitas pertanian di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Jadwal musim tanam padi ketiga 2026 terpaksa mundur akibat minimnya curah hujan yang menyebabkan lahan persawahan kekurangan pasokan air.
Penanaman yang semula direncanakan berlangsung pada September hingga Oktober 2026 hingga kini belum dapat dilaksanakan. Kondisi tersebut membuat petani harus menyesuaikan kembali jadwal pengolahan lahan dan penanaman padi.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjabtim, Sunarno, mengatakan musim tanam ketiga seharusnya sudah dimulai sejak awal September 2026. Namun, kondisi cuaca yang belum mendukung membuat rencana tersebut tertunda.
“Tanam padi yang dijadwalkan awal September sampai Oktober, mundur karena pengaruh cuaca,” ujar Sunarno saat dikonfirmasi baru-baru ini.
Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor utama dalam menentukan dimulainya musim tanam. Lahan persawahan yang mengering akibat musim kemarau membuat petani belum bisa melakukan penanaman secara optimal.
Meski demikian, kondisi cuaca mulai menunjukkan perubahan. Hujan dilaporkan telah turun di sejumlah wilayah Tanjabtim dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah daerah berharap hujan tersebut menjadi awal pemulihan kondisi lahan pertanian sehingga aktivitas tanam dapat kembali berjalan.
“Harapan kami hujan segera normal dan kami akan segera tanam,” katanya.
Bagi sektor pertanian Tanjabtim, kepastian musim tanam menjadi penting karena berkaitan langsung dengan produktivitas padi dan pendapatan petani. Penundaan penanaman berpotensi menggeser jadwal pemeliharaan hingga masa panen apabila kondisi cuaca belum segera membaik.
Di sisi lain, Sunarno menjelaskan musim kemarau sebelumnya tidak memberikan dampak berarti terhadap musim tanam padi kedua 2026.
Saat itu, tanaman padi telah memasuki fase generatif hingga masa panen yang berlangsung pada akhir Agustus dan awal September. Kondisi tanaman yang siap dipanen masih terpantau aman.
Kini, pemerintah daerah berharap curah hujan kembali normal dan berlangsung konsisten agar kebutuhan air persawahan terpenuhi.
Percepatan musim tanam ketiga menjadi perhatian agar keterlambatan tidak berlangsung lebih lama. Sebab, semakin panjang penundaan, semakin besar pula potensi pergeseran kalender tanam yang harus dihadapi petani di Tanjabtim.(*)
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua
