Pemilik Mobil Wajib Tahu! Ini 5 Tanda Radiator Bermasalah yangh Bisa Bikin Mesin Overheat
- account_circle -
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Radiator mobil yang bermasalah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pemilik mobil perlu mewaspadai tanda-tanda awal gangguan sistem pendingin mesin. Pasalnya, masalah radiator yang terlihat sepele bisa berkembang menjadi overheat atau panas berlebih, bahkan memicu kerusakan serius apabila terlambat ditangani.
Gejala tersebut tidak selalu ditandai dengan keluarnya asap dari kap mesin atau naiknya indikator suhu hingga batas berbahaya. Sejumlah gangguan justru bisa dikenali sejak awal melalui perubahan kerja kipas radiator, berkurangnya cairan pendingin, hingga munculnya bercak pada komponen radiator.
Dari berbagai sumber mekanik mengatakan, pemilik kendaraan sebaiknya memperhatikan perubahan pada sistem pendingin sebelum kerusakan berkembang lebih jauh.
Salah satu tanda yang perlu dicermati adalah kipas radiator atau extra fan yang terus berputar dan terdengar lebih kencang dari biasanya.
“Kalau kipas radiator bunyinya kencang dan mutar terus tanpa putus, itu tandanya suhu air di dalam radiator susah turun,” ujar mereka.
Meski demikian, kipas yang terus bekerja tidak selalu menandakan kerusakan. Penggunaan AC dan beban mesin dapat membuat kipas beroperasi lebih lama.
Pemilik mobil perlu waspada terhadap kerusakan radiator, sebagai berikut:
Pertama, apabila kondisi tersebut disertai kenaikan suhu mesin yang tidak normal.
Kedua, cairan pendingin cepat berkurang.
Volume coolant pada tabung reservoir yang terus menurun bisa menjadi petunjuk adanya kebocoran pada sistem pendingin.
Kebocoran terkadang tidak mudah terlihat karena cairan yang merembes dalam jumlah kecil dapat langsung menguap ketika mengenai komponen mesin yang panas. Akibatnya, tidak selalu ditemukan genangan di bawah kendaraan.
Ketiga, muncul bercak kekuningan atau kecokelatan pada radiator.
Endapan tersebut dapat menjadi indikasi rembesan cairan pendingin yang mengering, terutama di sekitar sambungan dan kisi-kisi radiator.
Keempat, tercium aroma manis dari ruang mesin.
Bau khas coolant dapat muncul ketika cairan pendingin bocor dan mengenai bagian mesin yang panas. Jika disertai penurunan volume coolant, kondisi ini perlu segera diperiksa.
Kelima, indikator suhu mesin mulai naik tidak normal.
Ini merupakan tanda penting yang tidak boleh diabaikan. Gangguan sirkulasi coolant, kebocoran, atau masalah pada komponen sistem pendingin dapat membuat suhu mesin meningkat.
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah gangguan berkembang menjadi kerusakan yang lebih berat.
“Jangan tunggu sampai kap mesin ngebul atau indikator naik tinggi di jalan, kalau dari awal sudah diperiksakan, perbaikannya biasanya cuma diservis atau ditambal tipis,” ujarnya.
Bagi pemilik mobil, pemeriksaan rutin terhadap radiator, selang pendingin, kipas, dan volume coolant menjadi langkah penting untuk menjaga kendaraan tetap dalam kondisi prima.
Jika indikator suhu menunjukkan overheat, segera menepi di tempat yang aman dan matikan mesin. Jangan membuka tutup radiator ketika mesin masih panas karena cairan bertekanan dapat menyembur dan menyebabkan luka bakar.
Dengan mengenali gejala sejak awal, pemilik kendaraan dapat mengurangi risiko kerusakan mesin sekaligus menghindari biaya perbaikan yang berpotensi membengkak.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
